PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
13. Memaksa


__ADS_3

"tuan..." ucap seorang wanita yang tak lain adalah mbak Lilis yang melihat Ferrer sudah melangkahi anak tangga dengan mengenakan seragam Lengkap sekolah nya.


"sarapan dulu tuan..."tambah nya lagi dan Ferrer hanya mengangguk mengiyakan dan berjalan menuju meja makan yang mana Fitri sedang menyajikan makanan saat ini.


"pagi kak..."ucap Ferrer pertama kali sambil tersenyum manis kearah Fitri yang tengah menata makanan.


"pagi juga tuan, ayo duduk tuan saya siap kan makanan nya..."tanpa menunggu perintah Fitri pun menuangkan nasi kedalam piring dan sambal ayam goreng balado yang telah di masak nya.


"kamu sudah makan kak ?"tanya Ferrer seketika hingga membuat jantung Fitri di buat kaget karena tak biasa nya dia memanggil Fitri dengan sebutan "kamu" seperti itu.


"belum tuan, saya makan nya bareng mbak Lilis saja..."jawab Fitri ramah sambil menuangkan air putih kedalam gelas.

__ADS_1


"ayo di makan tuan..."ucap Fitri namun Ferrer hanya memandang kearah Fitri yang mengenakan baju daster dan rambut ya di ikat asal itu.


"baik aku akan makan, tapi makan nya sama kakak, ayo kak kita makan bareng..."ucap Ferrer sambil tersenyum manis kearah Fitri.


"tapi tuan,saya makan nya sama mbak Lilis aja nanti nya..."tambah Fitri, tapi sepertinya penolakan Fitri membuat Ferrer sedikit marah ia pun melirik kearah Fitri sambil berucap beberapa kata dengan sangat lirih.


"jika kakak nggak mau menemani ku makan, apa kakak siap, aku sebarkan bahwa semalam kakak tidur dengan ku". Fitri pun membelalak kedua matanya ia tak menyangka Ferrer akan mengancam nya seperti itu.


"tapi tuan saya merasa tidak enak dengan mbak Lilis dan mang yoyo jika makan bersama anda."dalih Fitri.


"ya sudah kalau kamu tidak mau siap-siap saja akan aku sebarkan..."tambah nya mengancam, karena ketakutan Fitri pun menerima permintaan tuan muda nya itu meski ia sebenarnya tidak enak terhadap mbak Lilis.

__ADS_1


"ya sudah, saya makan bareng sama anda tuan..." Fitri pun, mendudukkan bokongnya di samping tua muda dan memasukkan makanan ke dalam piring.


"hmm iya, tapi aku ingin kamu juga makan yang banyak kak..." ujar Ferrer tersenyum simpul dan di jawab anggukan oleh Fitri.


hening tidak ada jawaban hanya terdengar suara garpu dan sendok yang beradu di meja makan itu, Ferrer tersenyum puas ia tahu bahwa Fitri sekarang sedang kesal terhadapnya.


"jangan berwajah seperti itu Kak aku takut gosong kalau lama-lama berada di dekat Kakak..."canda Ferrer ketika melihat Fitri yang hanya memainkan makanan nya dengan sesekali memukul keras ayam balado nya dengan sendok Dan garpu ia ia genggam, Fitri tidak menanggapi dia memang sedang kesal terhadap Ferrer yang memaksanya.


setelah kenyang memakan makanan yang ada di meja makan tersebut Ferrer pun meminta izin untuk pergi ke sekolahnya karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi dan Ferrer takut terlambat ke sekolah barunya.


"kak, jangan macam-macam di rumah yah, kakak tau, bahwa mulai sekarang dan selamanya, kakak adalah milik ku...". ucap Ferrer berbisik di telinga Fitri hingga membuat Fitri semakin geram terhadap nya.

__ADS_1


"dasar bocah ingusan...cih...". dongkol Fitri.


__ADS_2