
Malam ini Ferrer terpaksa tinggal sendirian di rumah mewah nya, perut nya sudah sangat keroncongan karena semenjak pulang sekolah ia tidak memakan apapun, ia pun berjalan menyusuri anak tangga dan langsung menuju kearah dapur, tidak ada makanan apapun yang tersaji di meja makan, ia pun membuka kulkas dan melihat sebuah mangkok yang bersi sup daging, tanpa berlama-lama Ferrer pun kembali menghangat kan makanan nya dan langsung membawa makanan itu ke meja makan karena ia akan memakan nya di sana.
"Sepi amat ni rumah, coba kalau kak Fitri Nemani gue lagi kayak malam kemarin, pasti gue nggak di buat merinding seperti ini..."
Ferrer pun menyantap sup nya dengan sangat lahap, karena ia memang sangat kelaparan saat ini, setelah itu ia pun meletakkan piring kotor di wastafel yang berada di dapur dan perlahan berjalan keluar rumah, ia bingung mau melakukan apa saat ini, mau ke club' motor nya sudah di sita oleh papa nya karena ia pulang dalam keadaan mabuk tempo hari, ia pun menarik ganggang pintu rumah nya hingga ia melihat mang yoyo yang sedang berjaga di depan pagar rumah nya, tanpa pikir panjang Ferrer pun berjalan kearah mang Yoyo, setidaknya mang yoyo bisa menemani malam nya saat ini.
"mang, masih jaga..."teriak Ferrer sambil berjalan menuju satpam itu.
"eeh tuan Ferrer, belum tidur tuan ?"tanya mang yoyo kembali.
"belum ngantuk mang..."ucap Ferrer sambil mendudukkan bokong nya di kursi kayu yang berada di pos penjaga tersebut.
"kenapa belum tidur tuan, besok kan anda sekolah..."ucap mang yoyo,ia tak ingin tuan nya nanti ketiduran di sekolah.
"belum ngantuk aja mang, nanti kalau udah ngantuk pasti gue tidur..."ucap nya enteng dan beralih melirik benda pipih yang sudah banyak deretan cewek sekolah nya yang mengirimkan pesan.
"siapa tuan ? pacar nya yah ?"tanya mang yoyo sambil tersenyum kearah Ferrer.
"hmm mantan, bukan pacar, sekarang lagi nggak ingin pacaran mang...."jelas Ferrer sambil membalas pesan tersebut.
"mang, buat kan kopi gih, enak nya malam-malam duduk sambil di seduhin pake kopi ?"pinta Ferrer.
"baik tuan saya buat kan sekarang yah..."
"hmm iya."
tak berselang lama handphone Ferrer pun berbunyi, Ferrer pun melihat nama yang tertera dan tanpa pikir panjang ia pun berulang kali menolak panggilan tersebut.
__ADS_1
"di angkat tuan, mana tau penting..."ucap mang yoyo yang sudah berdiri dengan dua gelas kopi di tangan nya.
"nggak penting mang..."sergah Ferrer dan langsung meraih kopi panas di tangan mang yoyo.
"kalau ada masalah, enak nya di bicara kan dengan baik tuan, jangan di diami seperti itu,nanti malah memperkeruh suasana."sarang mang yoyo.
"hmm iya mang, tapi gue nggak suka dengan cewek ini, gue baru kenal beberapa hari yang lalu semenjak pindah kesekolah tapi dia malah sok akrab, nggak di sekolah nggak di rumah dia selalu gangguin Ferrer, Ferrer kan jadi risih,"ujar lelaki itu sambil Menganti mode pesawat di handphone nya.
"dia suka kali sama tuan..."ucap mang yoyo tersenyum manis kearah tuan nya
"haaah *****,"ucap Ferrer hingga membuat mang yoyo membelalakkan matanya menatap lekat wajah tuan muda nya.
"maksud tuan" ucap mang yoyo terbelalak.
"dia itu wanita murahan, wanita bergilir, udah nggak virgin lagi..."jelas Ferrer.
"karena gue pernah pacaran dengan nya..."jawab Ferrer Enteng sambil meminum kopi yang di buat kan oleh mang yoyo tadi.
"ja-jadi tu-tuan juga sudah melakukan nya dengan nya ?" mang yoyo tidak menyangka ternyata Ferrer dan terkenal cuek ini bisa berprilaku seperti itu juga,apa anak zaman sekarang memang berprilaku seperti itu semua ? ucap batin mang yoyo.
"ah tidak lah, gue masih perjaka Ting Ting mang, gue ogah pake barang bergilir gitu..." ucap Ferrer lagi.
"terus tuan tau dari mana kalau dia sudah... ?"tanya mang yoyo bingung.
"iya tau lah mang, dia kan ayam sekolah wanita murahan yang terkenal pernah kena skandal dengan guru..."terang Ferrer dan mang yoyo pun mengangguk paham.
"syukur lah kalau tuan tidak seperti itu..."ucap mang yoyo syukur.
__ADS_1
"tapi gue hampir seperti itu loh mang !"ujar Ferrer lagi hingga membuat mang yoyo yang sedang meminum kopi nya jadi terbatuk-batuk hingga mengeluarkan kopi yang sudah masuk dalam mulut nya dan menghapus mulut nya kasar.
"aaah, serius tuan ?"tanya mang yoyo lagi .
"haha,ia gue bahkan udah tidur bareng dia semalaman..."ucap Ferrer membayangkan wajah nya yang mati kutu di kerjain oleh Fitri.
"se-serius tuan, tidur bareng ?"tanya mang yoyo lagi.
"iya mang, bahkan saat tidur dia meluk gue semalaman..."tambah Ferrer lagi hingga mang yoyo terbelalak di buat nya.
"ti-tudur semalaman, hanya pelukan,hanya itu ?"tanya mang yoyo.
"iya mang, tapi aneh nya, gue yang merinding di peluk dari belakang, bukan tu cewek yang ketakutan hahaha Cemeng banget gue mang... hehehe..." tawa Ferrer.
"kayak banci gue malam itu HAHAHA," gelak Ferrer menertawakan diri nya sendiri.
"tapi pas Ferrer bangun dia udah pergi, mengendap-endap lagi, dia kira gue udah tiduran ternyata gue ngikutin dia pergi, lucu nya udah kayak pencuri hahaha...." tawa puas Ferrer ngerjain Fitri dengan mengvidio aksi mengendap nya Fitri.
"si-siapa tuan, saya setiap malam berjaga terus di sini, nggak pernah lihat siapa-siapa lewat di sini saat malam hari..." tanya mang yoyo, ia merasa tidak becus kalau ada yang berani masuk ke rumah tanpa setahu nya.
"ah, bukan siapa-siapa mang, hanya kisah gue saat di kampung..."bohong Ferrer dan mang yoyo pun mengangguk paham.
"udah ah mang, Ferrer masuk dulu yah, nanti malah ngebo pas sekolah..." ucap Ferrer sambil berdiri dari duduknya.
"iya tuan, selamat malam..." ujar mang yoyo.
"malam juga mang..."
__ADS_1