
"Lo tidur di belakang ?"tanya Ferrer karena setahu nya kamar pembantu memang di belakang rumah.
"iya, saya tinggal di belakang..."jawab Fitri sambil memberikan segelas air kopi yang telah ia seduh kan.
"hmm, gue boleh minta tolong nggak?"ujar Ferrer sambil memohon kepada Fitri.
"minta tolong apa, kalau saya bisa pasti saya akan melakukan nya.."ucap Fitri tersenyum manis.
"gue ingin Lo Nemani gue tidur malam ini !"ucap Ferrer hingga membuat Fitri membelalakkan kedua matanya menatap tajam kearah Ferrer, ia sangat tidak menyukai Ferrer yang tidak sopan kepada nya seperti itu.
__ADS_1
"maksud gue, gue ingin Lo Nemani gue, setelah gue tidur Lo bisa pergi, soal nya gue takut di rumah sebesar ini tinggal sendiri, Lo kan juga tau barusan mama sama papa sudah pergi..."dalih Ferrer, sebenarnya dia memang ingin mengobrol lebih lama dengan Fitri.
"hmm apa Lo mau ?" tanya Ferrer lagi, ia merasa Fitri sangat keberatan akan hal itu dan itu sangat wajar karena mereka tidak memiliki hubungan apapun, dan mereka juga tidak terlalu dekat.
"kalau Lo nggak mau ya sudah, lupakan saja..."ujar Ferrer lagi sambil meminum sedikit demi sedikit kopi yang sudah di buat kan oleh Fitri, Ferrer memang tidak seharusnya meminta hal seperti itu kepada pembantu nya tapi ia memang merasa ketakutan jika hanya tinggal sendiri di rumah yang sangat besar ini.
"hmm, sejujurnya saya sih sangat keberatan, mengingat perbuatan anda yang akhir-akhir ini tidak sopan terhadap saya, namun apa boleh buat , hmm baik lah saya akan menemani anda, tapi anda janji tidak akan pernah macam-macam terhadap saya..."ujar Fitri, ia merasa iba terhadap Ferrer, dia merasa adik nya yang berada di tahanan pasti merasa kan hal yang sama saat berjauhan dari keluarga, ada rasa kegelisahan, ketakutan dan ketidak nyamanan.
"iya, saya serius." jawab Fitri lagi.
__ADS_1
"iya sudah, ayo kita ke kamar?"ucap Ferrer tersenyum manis dan di jawab anggukan oleh Fitri hingga mereka melewati ruangan tamu, menaiki anak tangga dan sampai di kamar luas Ferrer yang bernuansa Eropa itu.
"ouh ya, apa Lo yang setiap hari membersihkan kamar gue..."tanya Ferrer, sesaat ia pulang sekolah pagi tadi ia tidak mendapati pakaian nya berhamburan lagi, bahkan baju kotor yang ia kenakan malah sudah tersusun rapi di dalam lemari.
"bukan, bukan saya, itu pekerjaan yang di lakukan oleh mbak lilis, sedang kan saya hanya bersih-bersih bagian luar saja..."jelas Fitri dan seperti Ferrer paham akan penjelasan nya.
"apa Lo nyaman kerja di sini ?"tanya Ferrer lagi dan Fitri pun tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya, ia merasa nyonya Fina sangat baik terhadap asisten rumah tangga nya, ia tidak pernah memperlakukan pembantu nya seperti di dalam sinetron di televisi-televisi, hanya saja ia sedikit geram dengan perbuatan Ferrer, namun seperti Ferrer bisa bersikap manis juga terhadap nya, jika sudah mulai akrab seperti ini.
"bagus lah, kalau Lo nyaman..."ucap Ferrer sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sedang Fitri memilih duduk di bibir kasur Ferrer.
__ADS_1
"gue lebih enak tinggal di kampung ketimbang di sini, kalau di kampung gue bisa melihat pemandangan yang asri dan indah sedang kan di sini, pernafasan gue bakal secepat nya tercemar kayak nya dengan polusi yang ada di sekitar sini..."tambah Ferrer dan Fitri juga berpikir sama seperti Ferrer, ia lebih merindukan kampung halaman nya yang berada di bawah kaki gunung di Sumatra.