Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 12 Pendekatan


__ADS_3

Malam ini, masih terasa asing bagi Hanum untuk ikut berbaur bersama keluarga Aditama dimana mereka nampak begitu harmonis bersama bocah kecil yang ada diantara mereka. Sehingga Hanum memilih berdiri saja di tempatnya.


Abygiel yang mengekor di belakang tadi tak lagi menyapa Hanum Ia melewati gadis itu tanpa permisi. Karena Ia merasa kesal Hanum sudah lancang memakai baju tidur kesayangan istrinya Zahra.


Dalam diamnya Hanum ternyata mengundang perhatian Milko yang jadi penasaran dengan sosok Hanum.


"Oma Buyut, Tante itu siapa? Kok dia gak makan bareng kita sih?" Tunjuk Milko pada Hanum.


Hanum tersenyum saat bocah lima tahun itu memperlihatkan kepedulian terhadap dirinya.


Bocah itu jadi mengingatkan Hanum dengan adiknya yang dihasilkan dari pernikahan Ayah Farhan dan Mama Lusy. Pernikahan yang sebenarnya tak pernah Hanum inginkan. Tapi apa mau di kata kala Ayah Farhan tetap nekat melakukannya.


Oma Ismi yang melihat Hanum agak singkuh langsung mengajaknya untuk bergabung. Oma tak ingin seluruh isi keluarga membeda-bedakan ART di rumah itu.


Sering kali Oma juga meminta Bi Odah untuk makan bersama akan tetapi Bi Odah memilih menolaknya.


"Hanum, Kenapa berdiri saja di situ? Ayo duduk disini! Kita makan sama-sama!" Ajak Oma Ismi. Sembari menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.

__ADS_1


Hanum tersenyum lagi sembari menatap kearah Abygiel dan Mama Carla yang hanyak cuek bebek kearahnya, sehingga Ia masih segan dengan ajakan Oma Ismi. Namun Milko yang punya kepribadian begitu baik mengejutkan semua anggota keluarga. Ia malah menghampiri Hanum lalu meminta gadis itu duduk di samping Oma Ismi. Tepatnya di depan Abygiel.


"Ayo Tante, jangan malu-malu. Tante cantik siapa? Kok Milko baru lihat sih? Pacarnya Papa ya?"


Ucapan Milko membuat seluruh keluarga terpelongo. Termasuk Abygiel yang langsung tersendat oleh makanannya yang sedang di kunyahnya. Ia tak percaya anak sekecil itu berani berbicara demikian.


Uhuk! Uhuk!


Usai meneguk air putih di depannya, Abygiel langsung menegur ucapan Milko yang menurutnya tak pantas untuk di ucapkan anak seusia Milko.


Milko tertunduk takut, lalu menceritakan apa yang pernah di alaminya, "Maaf, Papa. Teman-teman Milko pada bilang kalau Milko pacaran sama Sisil karna kami sering main berduaan di sekolah. Emang bener ya Pa, kalau cowok deket sama cewek itu artinya pacaran?"


"Apa!" Abygiel membelalakan bola matanya, "Itu tidak benar! Coba kasih tau Papa, Kalau kita dekat dengan seribu perempuan apa iya semuanya di pacarin?" Tanya Abygiel dengan tegas.


"Gak tahu, Papa. Emang pacaran itu apa sih? Milko gak ngerti?" Timpal bocah itu dengan polosnya.


Perbincangan Ayah dan anak itu membuat Hanum jadi tak bisa menahan tawa. Sungguh tak ada yang lebih lucu dari penuturan Milko pada Abygiel.

__ADS_1


"Kenapa ketawa? Ada yang lucu!" Sentak Abygiel yang langsung di tujukan pada Hanum.


"Aduh, maaf Mas. Aku bukan ngetawain Mas kok tapi aku gemes sama ni anak!"


"Dia punya nama, Milko panggilannya!" Ketus Abygiel lagi.


Hanum pun mengangguk lalu mengulurkan tangan pada bocah lima tahunan itu.


"Oh iya, Milko kenalan dulu deh sama Tante, Panggil aja aku Tante Hanum?"


"Iya, Tante. Aku Milko."


"Milko, makan apa tu? Sayur ya? Mau Tante suapin gak?" Tanya Hanum lagi saat melihat makanan Milko masih utuh.


"Iya, Tante. Milko mau!"


Hanum pun berpindah dari posisinya agar lebih dekat dengan Milko. Entah ada mahgnet apa setelah sekian lama semua orang yang baru datang ke rumah itu susah meluluhkan hati Milko namun tiba-tiba mudah saja di lakukan oleh Hanum yang notabennya baru beberapa menit bertemu Milko.

__ADS_1


__ADS_2