Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 43 Kemarahan Abygiel


__ADS_3

"Ya ampun, Num. Biasa aja dong. Masak gitu aja gak mau sih di sentuh," desak Jecky lagi yang ingin memaksa untuk mencium Hanum.


Namun Hanum tetap memberontak dan terus berusaha untuk membebaskan diri dari jeratan Jecky. Sayangnya Kedua tangan Hanum terpaku oleh kedua tangan Jecky hingga Ia kesulitan membebaskan diri mengingat tenaga Jecky yang seorang pria tentu lebih kuat dari dirinya.


"Lepas, Mas, Lepas...!" Teriak Hanum ketakutan.


Abygiel yang baru saja sampai di lantai atas langsung memeriksa keberadaan Hanum dan Jecky tadi.


"Dimana Jecky?" Sergah Abygiel pada teman-teman sahabatnya itu.


"Mau ngapain ya nyariin Jecky, kalau mau foto nanti aja orangnya lagi senang-senang soalnya," timpal salah seorang perempuan dengan sengit.


"Bersenang-senang?" Abygiel makin emosi mendengar hal itu. Ia yakin Jecky hendak berbuat sesuatu pada pembantunya itu.


"Kemana Jecky membawa gadis itu cepat katakan padaku!" Sentak Abygiel lagi dengan mata melotot.


"Dih, maksa banget Bung. Mau cari gara-gara sama kita!" Tantang salah seorang teman pria Jecky yang langsung mencekal kerah baju Abygiel namun Ia langsung menepisnya dengan kasar.


"Jangan ikut campur, atau kalian akan menyesal!" Abygiel membalasnya dengan mendorong pria itu menjauh dari dirinya.


Abygiel pun mencari kesekitaran ruang karoke yang terpatri tak jauh dari tempat itu. Benar saja Ia melihat Hanum terjepit di dinding dalam kungkungan Jecky yang terus memaksanya untuk melakukan perbuatan tidak senonoh.


Abygiel yang naik pitam melihat itu seketika emosi dan berteriak dengan keras, "Sialan! Jecky! Mau mati Kau?"

__ADS_1


Abygiel menarik bahu Jecky lalu melayangkan kepalan sebanyak tiga kali ke wajah Jecky hingga pria itu lemas dan tersungkur ke lantai.


"Dasar Badjing*n! Jadi ini alasanmu ingin menyewa Hanum!" Tuding Abygiel dengan tatapan garang namun Jecky yang sudah babak belur masih saja menertawakannya.


"Hah, ya ampun By, aku ini sahabatmu. Ngapain kamu ngebela pembantu rendahan seperti dia? Toh gak ada guna juga kan buat kamu!"


"Apa katamu?"


Abygiel ingin menghajarnya lagi akan tetapi Hanum mencegah Abygiel.


"Jangan, Mas. Biarkan saja. Aku gak papa kok!"


Melihat Hanum yang sudah kacau dan menyedihkan, Abgiel segera melepaskan jaketnya lalu merangkul Hanum turun ke lantai bawah.


Lolita dan Milko yang melihat ada Hanum sedikit terkejut. Pasalnya mereka tidak tahu ada Hanum di tempat itu.


"Eh, t- tapi By_!"


"Milko, ayo kita pulang!" Ajak Abygiel pada putranya.


Saat tiba di pelataran parkir, Hanum yang menunduk saja sejak tadi di kejutkan oleh suara seseorang yang tiba-tiba saja memanggilnya.


"Hanum kan...?" Tanya gadis bersama teman prianya itu.

__ADS_1


Hanum yang terperanjat langsung mendongak. Seketika bola matanya berbinar melihat kalau itu adalah sahabatnya dari kampung.


"Devi...!" Hanum langsung berlari dan memeluk Devi, "Aku kangen tauk, kenapa kalian ninggalin aku waktu itu?" Marah Hanum.


"Tidak, Num. Kami tak sengaja. Justru bagus kamu tidak jadi ikut. Jadi kamu gak perlu jadi seperti aku dan teman-teman yang lain!"


"Maksudmu?" Hanum mengamati penampilan Devi yang terlihat berpakaian seperti kurang bahan dan hal itu bisa Hanum tebak sendiri seperti apa pekerjaan Devi saat ini.


"Kami ditipu oleh orang yang membawa kami, Num. Mereka menjual kami pada seorang mucikari dan bekerja sebagai wanita penghibur. Jika kami menolak maka kami akan di denda!" Ungkap Devi kemudian.


"AszaufiruLLahaladzim, kenapa bisa begitu?"


"Rahasiain ini dari Bapak sama Ibuku ya, Num. Agar mereka gak perlu tahu pekerjaan aku disini!"


"Ya Allah, Dev. Lalu aku_?"


Devi menatap Abygiel dengan tersenyum. Ia yakin Abygiel adalah pria yang baik.


Devi pun memberikan ponsel bututnya yang selalu sengaja Devi bawa kemana pun Ia pergi, "Ini ponselmu. Orang tuamu pasti merindukanmu, Hanum!"


"Makasih, Dev." Hanum kembali memeluk Devi. Sahabatnya itu memang kesayangan Hanum. Itu sebabnya Hanum sangat sayang pada Devi melebih saudara sendiri.


"Aku pergi, Num. Jaga dirimu baik-baik!"

__ADS_1


"Kamu juga, Dev!"


Hanum sangat sedih melepaskan Devi. Tapi apa daya. Hanum tak bisa berbuat apa-apa untuk menahan kepergian Devi.


__ADS_2