Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 34 Kalah


__ADS_3

Setelah menyewa alat yang di gunakan, mereka pun mulai bermain bersama. Jika di lihat secara sepintas. Ketiganya seperti keluarga kecil yang sangat bahagia.


"Ayo, Papa, Tante, kita balapan ya. Siapa yang paling banyak dapet ikan dia yang menang."


"Oke siapa takut, tapi hadiahnya apa Milko?" Tanya Hanum dengan lembutnya.


"Kalau Milko menang, Papa sama Tante harus cium Milko begitu sebaliknya, selukan?"


Abygiel dan Hanum mengernyitkan dahi. Mereka jadi merasa aneh mendengar syarat dari bocah imut itu yang rasanya sangat tidak masuk akal itu. Bagaimana jika yang menang Abygiel atau Hanum. Mana mungkin mereka saling cipika-cipiki.


"Ya udah, ayo kita mulai!" Seru Milko yang hari itu nampak sangat bahagia. Akhirnya mereka tidak ingin menyakiti atau merusak mood Milko dengan menolak syarat dari bocah itu.


"Oke, baiklah. Ayo kita mulai!" Tukas Abygiel kemudian.


"Ayo kita pancing! Yang menang pasti Tante Hanum," sahut Hanum pula.


Mereka mulai berada mendapat ikan paling banyak. Jelas mereka harus serius atau Milko akan marah dan kecewa nanti.

__ADS_1


"Wah, asyik ya. Coba aja Mama masih hidup pasti tambah seru," ucap Milko lagi yang jadi teringat dengan Zahra meski Ia tak pernah melihat secara langsung. Tapi Ia sudah pernah melihat fotonya yang di perlihatkan oleh Oma Carla.


"Wah, Papa kalah ni. Kok Milko udah banyak sih!"


"Nah, siap-siap ya. Pada cium Milko," ucapnya yang kembali sumringah.


"Wah, gak mau ah, ogah. Milko kan bau achem," tukas Abygiel lagi.


Melihat keakraban keduanya yang saling adu mulut namun menunjukkan kasih sayang yang begitu besar, Hanum jadi tersentuh melihatnya. Ia juga pernah mengalami hal itu saat main pasar-pasaran dengan Ayah Farhan ketika dia masih kecil.


Ayah Farhan seperti Abygiel yang sangat penyayang dan perhatian dengan anak.


"Tante, Tante kenapa Tante? Kok ngelamun sih?" Sergah Milko yang saat itu masih terus memancing hingga mendapat banyak ikan mainan seimbang dengan Abygiel.


"Oh... Aduh iya Tante kalah ya!" Hanum mengalihkan pemikirannya dengan melanjutkan memancing ikan. Ia tak mau sampai kalah dari Abygiel salah-salah Ia di suruh mencium pria aneh itu.


Ting!

__ADS_1


Durasi waktu habis karena harus berganti dengan yang lain mereka pun segera menghitung hasil tangkapan mereka.


"Punya Papa berapa?"


"Tiga belas."


"Punya Tante?"


"Hehehe... Cuma tujuh, Milko. Punya Milko banyak banget ya. Pasti Milko ni yang menang."


Milko pun menghitung miliknya srndiri hingga ada sekitar dua puluh satu biji.


"Asyik, Milko menang ni. Ayo cium Milko Pa, Tante!"


Bocah itu memasang pipinya yang imut agar keduanya bisa mencium secara bersamaan. Tentu saja Abygiel dan Hanum singkuh akal hal itu namun lagi-lagi mereka tak bisa menolaknya.


"Ayo cium, Papa, Tante!" Desak Milko lagi tidak sabar.

__ADS_1


Meski malu dan gugup keduanya pun mencium Milko hingga tatapan Abygiel dan Hanum akhirnya bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


"Wah, belasa kayak punya Mama sama Papa deh," oceh Milko lagi usai keduanya melepaskan ciuman.


__ADS_2