Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 39 Pamit


__ADS_3

"Duh, iya ya. Tapi kenapa Mas Aby baru bilang sekarang. Hanum kan gak ngerti Mas!"


"Emangnya kamu siapa. Hingga aku repot-repot harus melarangmu menerima tawaran Jecky!"


Abygiel pun melengos dan kembali ke kamar sedang Hanum jadi delima. Ia takut orang tuanya beranggapan buruk atau sesuatu yang membuat Hanum jadi tertekan nanti karena keluarganya mengira Hanum sudah jadi artis ibu kota.


Semalaman Hanum jadi tak bisa tidur karena terus kepikiran soal kata-kata Abygiel tadi. Tapi Ia tak bisa lagi berbuat apa-apa saat wajahnya terpampang dimana-mana.


"Ah, Mas Aby. Kenapa baru bilang sih? Tapi kalau Hanum jadi pacar Mas Jecky atau jadi artis beneran sih gak masalah, lah kalau cuma pura-pura doang gimana ya?"


Wakti bergerak begitu cepat, hari sudah pagi. Bola mata Hanum jadi sipit seperti panda. Ia sangat mengantuk gara-gara tidak bisa tidur hingga menyapu pun beberapa kali terlelap.


"Nyapu yang bener dong, sudah bosan jadi pembantu," rutuk Abygiel, kesal. Saat melintasi ruangan dimana Hanum sedang membersihkan lantainya.


"Aduh, maaf Mas. Hanum ngantuk banget soalnya."


"Makannya tidur tepat waktu dong. Jangan terus kepikiran sama aktor idolamu itu!"

__ADS_1


"Dih, kenapa jadi marah-mara sih?" Dumel Hanum, heran.


Abygiel pun berlalu ke meja makan. Disana sudah ada Milko dan kedua orang tuanya.


"Pagi, Sayang!"


"Pagi Papa, hari ini Papa jemput Milko lagikan?"


"Iya dong. Kan Opa lagi sibuk sekarang!"


"Iya, Opa, Oma, Tante Sasya dan Oma buyut akan keluar negeri hari ini. Mungkin cukup lama. Milko jangan nakal ya di rumah," imbuh Papa Aditama.


"Maaf ya Sayang, ada acara di rumah Om Frans masak iya kita gak kesana. Sedang Papa harus ngurus kantor dan Milko juga sekolah, jadi Papa sama Milko gak bisa ikut!" Ucap Oma Carla memberi pengertian.


Tak lama Bi Odah pun datang menghadap mereka. Sepertinya ada sesuatu yang amat penting.


"Maaf Tuan, Nyonya, dan Oma. Barusan Bi Odah dapet telpon dari keluarga di kampung kalau ternyata Dinda sakit jadi boleh gak kalau saya izin dulu seminggu sama suami buat pulang!"

__ADS_1


Abygiel mengunyah roti tawarnya yang sudah masuk ke mulut dengan lambat. Ia jadi bingung mau melepaskan semuanya jika mereka semua berpamitan ingin pergi. Itu artinya tidak akan ada yang menjaga Milko disaat Ia seedang bekerja.


"Ya udah gak papa, Bi. Kan di rumah ada Hanum yang bisa jagain Milko, coba panggil dulu anaknya!" Titah Mama Carla.


Belum juga pergi, Hanum sudah muncul dari arah ruang keluarga. Seperti biasa Ia harus menyuapi Milko saat sedang di meja makan.


"Nah itu diam, Neng Hanum!"


"Kenapa Bi?" Tanya Hanum bingung sambil mengamati seluruh keluarga yang menatap kearahnya.


"Tolong kamu jagain Milko dan urus rumah dengan baik ya, Num. Kami semua akan pergi kecuali Milko dan Abygiel. Toh tugasmu ke Oma sementara di lepaskan karena Oma akan ikut kami ke luar negeri. Bi Odah juga harus pulang kampung untuk sementara waktu karena anaknya yang di urus orang tua Bi Odah sedang sakit!" Tukas Mama Carla panjang lebar.


"Oh, iya Bu. Hanum akan urus semuanya nanti!"


"Baguslah, kamu bisa masakkan?"


"Bisa Bu, tapi gak seenak masakan Bi Odah sih?"

__ADS_1


"Gak masalah, yang penting Milko dan Abygiel gak kelaparan saat pulang kerumah nanti."


Hanum mengangguk patuh dan segera menyuapi Milko.


__ADS_2