
"Wah, Mas. Jangan mengada-ada deh kalau soal itu. Hanum itu emang ngefans berat sama Mas Jecky. Tapi kalau soal pacaran bagi Hanum gak semudah itu, Mas. Karena Hanum mau pacaran sama laki-laki yang benar-benar tulus sama Hanum," tukas Hanum akhirnya.
Jecky yang semakin tertarik mendengar itu mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia jadi merasa semakin tertantang untuk mengenal Hanum lebih jauh.
"Ya udah deh, Num. Yang penting kamu mau bantu aku untuk ini. Aku akan membayar kamu satu juta dalam dua jam saja!"
Yang terpenting bagi Jecky sekarang adalah Ia harus ekstra sabar untuk melakukan pendekatan dengan Hanum. Karena Jecky juga tidak suka dengan sesuatu yang terburu-buru.
"Seriusan, Mas? Satu juta?"
Jika soal uang tentu saja Hanum mau, selama itu masih di jalur yang menurutnya halal.
"Eh, tapi Hanum harus ngapain, Mas? Gak ada adegan ciumankan?" Tanyanya mendesis lirih.
Abygiel dan Jecky kembali terpingkal-pingkal akan kekonyolan Hanum. Bukankah sudah lumrah kalau pacaran ada adegan kissingnya. Tapi mereka maklum sih mengingat Hanum hanya gadis kampung.
__ADS_1
"Gak masalah, tapi pegangan tangan saja bolehkan?" Tanya Jecky lagi. Karena bagaimana pun mereka harus terlihat romantis di depan umum.
"Aduh, pegangan tangan ya?" Hanum masih tak yakin untuk yang satu itu.
"Cuma gini kok, Num." Jecky sengaja mempraktekkan adegannya secara langsung. Dengan begitu Hanum akan mengerti maksud dari ucapannya.
"Oh... Gini ya, oke deh, Mas. Gak masalah...!"
Abygiel yang melihat tangan kedua orang di hadapannya itu tidak juga melepaskan pegangan mereka mulai merasa tidak nyaman. Ia pun memutuskan untuk pergi dan beristirahat.
"Iya By, istirahat aja. Kamu perlu cukup tidur supaya cepat sembuh."
Melihat Abygiel pergi, Hanum buru-buru menarik tangannya. Jujur saja Ia deg-degan jika berlama-lama pegangan tangan dengan Jecky.
Jecky yang mengerti dengan sikap Hanum yang takut pun mencoba memahami, "Ya udah, Num. Aku pulang dulu ya. Besok malam aku bakal jemput kami kesini!"
__ADS_1
"Iya, Mas. Hanum juga harus izin dulu sama Oma. Tapi kalau gak boleh Hanum mintak maaf ya, Mas. Berarti Hanum gak bisa bantu Mas Jecky!"
"Tidak papa, aku mengerti akan pekerjaanmu disini dan aku sangat menghargai itu. Kalau begitu sampai jumpa lagi ya...!"
Jecky melambaikan tangan dan Hanum membalasnya. Setelah Jecky tak terlihat lagi Hanum langsung jingkrak-jingkrak.
"Ya Allah, Hanum mimpi apa ya semalam. Kok tiba-tiba saja artis idola Hanum mau ngajakin pacaran sih? Oh ya ampun, kamu beruntung banget Hanum!"
Mama Carla yang kebetulan melihat keanehan Hanum jadi menatap jengah. Dari sejak datang kerumah itu Mama Carla sama sekali tidak suka dengan keberadaan Hanum.
"Ngapain kamu senyum-senyum sendiri? Udah gila ya?"
"Eh, Ibu. Maaf Bu. Hanum lagi seneng soalnya. Ya udah Bu, Hanum tidur dulu ya!"
Hanum pun pergi meninggalkan Mama Carla tanpa perasaan bersalah. Baginya uang yang akan di dapatnya nanti dari Jecky akan sangat bermanfaat untuk mengirim uang pada sang Ayah. Meski Hanum gak tahu kapan bisa pulang. Setidaknya Hanum sudah punya tabungan untuk itu agar saat pulang nanti Hanum sudah mempunyai pegangan yang cukup memadai.
__ADS_1
"Doain Hanum ya, Yah. Hanum akan berusaha buat ngumpulin uang yang banyak disini."