
Usai memilih pakaian yang banyak, Oma Ismi mengarahkan keduanya menepi di sebuah salon. Dimana salon itu sangat terkenal di kalangan para pejabat dan artis Ibu kota.
"Oma, Mau creambath?" Abygiel pikir Oma Ismi yang ingin perawatan. Tapi tidak, Oma Ismi hanya ingin mengantar Hanum.
"Ngacok kamu, ya kalik Oma mau crembath? Ini Oma mau Hanum potong rambut. Oma rasa rambut Hanum ini terlalu panjang dan tebal plus bergelombang. Jadi biar dia merasa fresh saat bekerja. Oma Mau dia merawat dirinya."
"Oh...!" Abygiel seakan kembali kesal mendengarnya.
Berbeda dengan Hanum yang tak ada ketertarikan sedikit pun untuk yang satu itu. Hanum terbiasa hidup sederhana dan itu sudah di terapkan oleh sang Ibu sejak dia masih kecil.
Ibu Hanum memang perempuan luar biasa dan Hanum sangat ingin bisa menjadi seperti sang Ibu yang memiliki jiwa kuat dan kesabaran yang Hanum sendiri tidak akan mampu melakukannya.
"Tidak, Oma. Kalau Hanum yang mau di beri perawatan. Mending gak usah. Gak papa Oma begini saja!"
Hanum yakin penampilannya tak mengganggu sama sekali tapi Oma Ismi yang merasa risih karena rambut Hanum kaku dan juga berbunga di bagian ujungnya.
"Sudah, jangan bandel dan ngelawan sama Oma. Ayo kita turun!"
"Yakin, Oma?" Abyigiel pastikan kalau Hanum akan tetap norak dan kampungan meski perawatan sekali pun..
"Hus, laki-laki tahu apa kamu. Cowok tahunya cewek itu cantik dan seksi fisik doang, ayo Hanum ikut Oma!"
Perempuan lansia itu segera menggandeng Hanum keluar dari mobil. Ya terpaksa mau tak mau Abygiel harus ikut. Ia ingin lihat langsung. Perubahan apa yang akan diq lihat di dalam. Siapa tahukan bisa seperti magic. Tiba-tiba saja wajah Hanum cantik jelita seperti para artis ibu kota.
Setibanya di dalam, Oma Ismi mengobrol dengan pemilik salon. Ia memberitahukan mau diapakan rambut Hanum itu nanti.
Abygiel hanya menyimak dari kejauhan. Banyak sekali para langganan yang berdatangan disana. Hanum bahkan tak percaya jika harus bertemu dengan mantan pacarnya si Natasya.
"Hei, By. Apa kabar? Masih ingat aku?" Sapa perempuan yang sudah selesai mempercantik diri itu.
"Kamu disini?" Abygiel menimpali dengan dingin.
"Iya, lagi nganterin siapa?" Natasya memeriksa sendiri dan melihat Oma Ismi sedang mengarahkan Hanum untuk duduk di depan cermin.
"Itu Oma Ismikan? Biar aku samperin!"
Abygiel yang tidak mau Oma Ismi sampai tahu ada mantan pacarnya langsung mencekal lengan Natasya.
__ADS_1
"Tidak usah, Oma sedang sibuk sekarang? Apa kamu tidak melihatnya?"
"Oh... Begitu ya. Boleh saya temani?" Natasya sebenarnya masih sangat mencintai Abygiel tapi Ia memutuskan cinta sepihak karena Lebih memilih bersama pria lain.
"Bukannya kamu sudah menikah? Dimana suamimu?" Abygiel rasa tidak ada salahnya jika Ia mempertanyakan hal itu.
"Aku sudah cerai sama Luthfi, By. Karena dia menipu aku. Jadi ya mau bagaimana lagi? Menjadi janda lebih asyik ternyata?"
"Oh, begitu ya?"
"Kamu sendiri?"
"Sama, tapi bukan bercerai. Istriku Zahra meninggal saat melahirkan putra pertama kami."
"Oh ya ampun rupanya nasib kita gak jauh beda ya, By."
Abygiel hanya tersenyum getir. Gak akan ada gunanya di sesali. Semuanya sudah terjadi dan Abygiel harus kuat menerima hal itu. Jujur saja Abygiel sangat hancur di tinggal Zahra tidak dengan Natasya.
Waktu itu hanya berjarak satu bulan paska putus dengan Natasya. Abygiel cepat sekali move on karena kehadiran Zahra membuatnya bangkit seketika dan melupakan rasa sakit harinya karena di khianati olehl Natasya.
"Terus gadis kecil itu siapa? Adek kamu si Sasya bukan sih?" Tanya Natasya lagi yang melihat Oma Ismi begitu seperhatiannya pada Hanum.
"By, aku mau ngasih tahu kamu soal sesuatu?" Sepertinya Natasya akan berbicara serius kali ini.
"Soal apa?" Abygiel tidak terlalu menanggapi karena Ia tak mau lagi mengingat masa suram itu.
"Sebenarnya aku melakukan perngkhianatan bukan karena aku suka sama si Luthfi. Tapi karena aku di jodohkan. Kalau boleh aku kasih tahu. Sebenarnya hatiku hanya untuk kamu, By."
Uhuk!
Uhuk!
Aby langsung tersendat usai mendengarnya. Ia tak percaya jika Natasya akan bilang seperti itu kepadanya. Mengingat rasa sakit yang sudah Natasya torehkan kepadanya.
"Ada-ada aja kamu, Natasya?"
"Aku serius, By. Jujur sampai sekarang perasaan aku ke kamu itu masih ada, dan aku menyesal pernah nyakitin kamu," jelas Natasya lagi.
__ADS_1
Aby menatap dalam-dalam rona mata Natasya untuk mencari kebenaran daru ucapannya. Sepertinya Natasya tidak berbohong mengatakan hal itu Tapi sayang Abygiel sudah tidak tertarik lagi.
Pemuda itu pun menghela nafasnya lalu menghembuskannya dengan kasar.
"By, aku mohon tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk menjadi perempuan yang spesial di hatimu!"
Abygiel hanya berdecak sambil melepaskan senyuman malas ke arah Natasya tapi perempuan itu tak kehabisan akal. Ia mencekal lengan besar Aby dan merengek-rengek seperti anak kecil.
"Please, By. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan ketulusanku. Aku janji sama kamu By, apa pun cobaannya aku tidak akan goyah lagi!"
"By...!" Tiba-tiba saja Oma Ismi sudah ada di depan keduanya. Oma Ismi tak percaya jika mereka akan bertemu Natasya setelah enam tahun telah berlalu. Anehnya lagi dengan tidak tahu malunya Natasya mencoba merayu Abygiel yang sedang dalam fase sulit bangkit dari keterpurukkan sejak di tinggal meninggal oleh Zahra.
Bagi Abygiel tak kan ada perempuan sesempurna Zahra yang mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Zahra juga sangat sabar menghadapinya meski Abygiel seperti ke kanak-kanakan. Itu sebabnya Abygiel sangat mencintai Zahra dan sulit untuk membuka hati pada wanita mana pun di dunia.
"Oma...!" Seru Hanum. Rupanya gadis kecil itu sudah selesai dengan rambut barunya yang indah dan wangi. Tadi pemilik salon juga mendadani wajahnya tipis-tipis sesuai usianya yang masih di bawah dua puluh tahun.
Abygiel dan Oma Ismi setengah tak menduga dengan hasil yang luar biasa itu. Ternyata Hanum jadi tambah imut sekarang.
"Wah, kamu cantik sekali Hanum. Oma gak percaya kamu sangat cocok dengan rambut barumu sekarang!"
"Terima kasih, Oma. Ini juga berkat kebaikkan Oma."
"Oya, Natasya. Aku harap kamu gak usah sibuk lagi deh buat deketin Abygiel terus nyakitin perasaannya lagi. Abygiel sebentar lagi akan menikah dengan Hanum. Wanita yang jauh lebih baik dan punya kepribadian adab yang luar biasa!" Jengah Oma Ismi.
Abygiel dan Hanum yang mendengar hal itu sampai kesulitan meneguk liur. Mereka benar-benar tak percaya. Oma Ismi sampai berkata demikian kepada Natasya.
"Seriusan, Oma. Sama gadis kecil ini?" Tanya Natasya lagi tak percaya.
"Kata siapa kecil, tubuhnya ini sama persis dengan Zahra. Hanya saja muka Hanum lebih imut ketimbang Zahra yang cantik," tegas Oma Ismi lagi.
Namun sepertinya Natasya tak percaya dan membutuhkan jawaban langsung dari Abygiel.
"Ini beneran, By. Kamu pacaran sama dia?" Tanya Natasya lagi.
Abygiel bingung ingin menjawab apa. Tapi jika dia bilang Hanum cuma pembantu sudah di pastikan Natasya akan terus mengejar dirinya.
"Iya, betul. Emang kenapa? Sebentar lagi aku dan Hanum akan menikah?" Abygiel langsung mendekati Hanum dan terpaksa merangkulnya di depan mantan kekasih Abygiel itu.
__ADS_1
Natasya sepertinya tidak terima dengan hal itu. Akan tetapi pada akhirnya dia harus pergi dengan perasaan penuh kekecewaan.