Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 42 Menujukkan Sifat Asli


__ADS_3

"Mas Aby?"


Hanum agak kaget waktu menyadari ternyata Abygiel sudah berdiri di belakangnya sedang menggendong Milko.


"Kalau mau pergi, pergi saja. Toh aku ini bukan suamimu kan? Ngapain meminta izin?" Celoteh Abygiel kemudian.


Hanum mengangguk paham. Ia juga malas jika harus berdebat terus dengan Abygiel yang selalu saja tidak mau kalah dengannya.


"Ya udah ayo kita pulang. Aku sudah selesai, Mas?"


Abygiel tak menimpali dan kembali berjalan lebih dulu hingga Ia berhenti di sebuah toko.


"Mie Pak satu kardus!"


"Iya Pak?"


Penjual itu segera mengeluarkan merek mie yang di pesan Abygiel tadi. Usai membayar ketiganya segera memutuskan untuk pulang.


*****


Malam harinya, Hanum sudah dandan dengan cantik. Pasalnya Ia sedang menunggu kedatangan Jecky karena berjanji akan menjemputnya.


Tingnung!


Tingnung!


Tidak butuh waktu lama, bel rumah sudah berbunyi. Hanum segera berlari untuk membukakan pintu dan ternyata benar itu adalah Jecky.


"Abygielnya ada?"


"Ada kok Mas, tapi katanya pergi saja kalau mau pergi."


"Ya udah, ayo kita berangkat sekarang aja, Num!" Ajak Jecky kemudian.


"Iya, Mas."

__ADS_1


Abyiel yang mengamati keduanya dari atas balkon hanya bisa menghela nafas dengan panjang. Sungguh Ia sangat sakit melihat pemandangan itu.


Abygiel sendiri tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Tapi melihat Hanum bersama Jecky, Ia sangat tidak menyukainya.


"Pa, liatin apa sih?" Tanya Milko. Usai bocah itu belajar seorang diri.


"Eh, Milko. Maaf ya Papa gak temenin Milko dulu tadi. Papa cuma cari angin aja kok. O ya Milko ngantuk gak? Kita cari makan malam yuk di luar!" Ajak Abygiel dengan lembutnya.


"Wah, beneran Pa. Mau, mau, tapi apa kita berdua saja Pa?"


"Tidak, kita akan ajak Tante Lolita!"


"Tante Lolita? Gak mau ah Pa, Milko gak suka sama Tante Loli."


"Gak papa, kan cuma makam malem doang. Papa janji cuma sekali ini aja!"


Milko berpikir keras untuk menyetujui tawaran Abygiel hingga akhirnya Ia pun menggangguk.


****


"By, mimpi apa aku ya? Kok tumben kamu gak cuek sama aku?" Tanya Lolita saat mereka duduk bersama di sebuah ruangan khusus VVIP di lantai dua.


"Gak ada apa-apa kok. Emangnya kenapa kalau aku ajak kamu makan? Tapi ingat ya ajakan aku ini bukan maksud apa-apa." Abygiel perlu mengingatkan.


"Iya, iya, kamu itu selalu saja menolakku. Bahkan aku tidak tahu dimana letak kesalahanku ini," dumel Lolita, agak kesal.


Abygiel yang sudah memesan beberapa menu makanan untuk Milko pun mengedarkan pandangnnya keseluruh penjuru ruangan.


Disana Ia melihat kalau ternyata Hanum dan juga Jecky ada di ruangan itu. Di kelilingi oleh tiga pasang pria dan wanita yang kemungkinan adalah teman dari Jecky.


"Num, kamu itu sangat cantik. Beruntung sekali Jecky menyukaimu!" Ucap salah seorang perempuan yang mesra-mesraan dengan pacar mereka. Bahkan ada yang duduk di pangkuan Kekasihnya.


Abygiel pikir restoran itu bermoral. Tapi ternyata Ia salah. Ruangan yang berada di lantai atas rupanya hanya untuk pasangan yang tidak waras. Karena tak ingin Milko melihat sesuatu yang tidak pantas dan mendapati Hanum yang di colek-colek oleh Jecky. Abygiel yang tidak mau ketahuan pun memutuskan untuk pindah saja ke bawah.


"Kurasa tempat ini kurang nyaman, Lol. Ayo kita ke lantai bawah saja."

__ADS_1


"Loh, emangnya kenapa By, bukankah ruangan ini sangat enak. Lebih bagus dari lantai bawah?"


Abygiel tak mau menimpali, Ia segera menggendong Milko lebih dulu tapi kakinya terhenti saat mendengar Hanum merasa risih di tempat itu.


"Mas Jecky, jangan pegang-pegang Hanum!"


"Ya ampun, Num. Biasa aja dong. Seharusnya kamu tu beruntung di jadikan pacar sama artis kayak Jecky," sindir salah seorang diantara mereka yang saling berciuman disana tanpa malu sedikit pun.


Lagi-lagi Abygiel memikirkan Milko dan tak ingin berurusan dengan Hanum yang sudah masuk ke dalam jeratan Jecky.


Setibanya di lantai bawah, Milko dan Lolita sudah mendapatkan menu kesukaan mereka dan langsung melahapnya. Sedang Abygiel sangat gelisah dengan kondisi Hanum.


"Lol, titip Milko ya. Ada barangku yang ketinggalan di lantai atas!"


"Oh iya, Bi. Jangan lama-lama ya!"


Abygiel bergegas naik kelantai atas. Disana Ia melihat Jecky mulai kurang ajar ingin mencium lengan Hanum.


"Mas Jecky, menjauhlah. Hanum mau pulang saja!"


"Apa sih, Num? Norak banget sih kamu? Gitu aja, takut. Ayo ikut aku!"


Jecky menarik lengan Hanum menuju kesebuah ruangan, disana Hanum di lemparkannya secara kasar.


"Mas Jecky...!"


Hanum memeluk tubuhnya. Malam ini perlakuaan Jecky membuatnya sangat ketakutan.


"Jangan jual mahal deh, Num. Kamu bikin malu aku tauk. Sudah untung aku mau jadiin kamu pacar. Gara-gara kebaikkan aku namamu jadi terkenal dimana-mana!"


"Aku gak tahu itu, Mas. Dan aku juga gak perduli."


"Sial, berani sekali kamu berbicara begitu!"


Jecky merapatkan tubuh Hanum ke dinding dan ingin melecehkan gadis kecil itu.

__ADS_1


"Jangan, Mas! Jangan...! Hanum bukan perempuan seperti itu!"


__ADS_2