Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 33 Wahana


__ADS_3

Hanum bergegas membersihkan dirinya dengan cepat. Mana mungkin dia menolak saat akan di ajak jalan-jalan. Sudah cukup lama berada di rumah itu tapi Hanum belum pernah melihat dunia luar.


Tak lupa Hanum memakai salah satu pakaian terbaik yang di belikan majikannnya kemaren. Ia juga merapikan rambut barunya lebih dulu.


"Num, mau kemana?" Tanya Oma Ismi yang sudah ada di belakangnya.


"Eh, Oma. Mau ikut Mas Aby sama Milko jalan-jalan Oma."


"Benarkah?" Oma Ismi berbinar mendengarnya. Sungguh itu sama seperti harapannya selama ini. Berharap Hanum bisa dekat dengan seluruh anggota keluarga terutama Aby dan Milko.


"Iya, Oma. Mas Aby bilang aku yang akan mengurus Milko nanti!"


"Baiklah, Oma senang mendengarnya. Biar kamu gak bosen di rumah aja. Eh, tapi tunggu sebentar...!"


Oma Ismi pun keluar dari kamar Hanum dan kembali lagi dengan membawa sesuatu di tangannya.


"Hanum, kamu pakai ini dulu ya?"


"Apa ini Oma?" Hanum mengamati kotak hitam yang kini sudah beralih ke tangannya.


"Ini bedak baru milik Oma yang di belikan Abygiel beberapa waktu lalu. Karena Oma merasa udah tua mau memakai ini. Maka Oma mau kamu yang menggunakan!"

__ADS_1


"Oh... Iya Oma."


"Ya udah, cepat Hanum pakai sekarang biar kelihatan cantik!"


"Iya, Oma."


Hanum bergegas duduk di depan cermin dan mulai berdandan. Jujur saja Hanum sebenarnya tak pernah melakukan hal itu karena Ia selalu apa adanya. Maka dari itu Oma mendampingi Hanum yang ingin mempercantik wajahnya.


Dua puluh menit kemudian, Abygiel dan Milko sudah selesai bersiap dan saat ini mereka sedang menunggu di depan teras.


"Hanum mana sih, kok lama banget dari tadi," kesal Abygiel yang mulai jengah menunggunya.


Abygiel yang melihat wajah lucu putranya itu mengembangkan senyum. Ia paham dengan penuturan bocah itu tapi Ia paling tidak suka jika harus di suruh menunggu terlalu lama.


"Ayo kita pergi!" Ajak Hanum yang muncul secara tiba-tiba dari balik pintu bersama dengan Oma Ismi yang ingin menghantar keberangkatan mereka.


Kedua laki-laki yang masih saling senyum itu pun menoleh dan melihat Hanum sudah cantik dengan hiasan tipis-tipis tapi jelas ada perbedaan yang dapat mereka lihat disana sepeeti penampilan biasanya.


"Wah, Tante Hanum cantik banget!" Seru Milko yang langsung berlari dan memeluk kaki Hanum.


"Makasih Milko, Kamu manis deh!"

__ADS_1


Abygiel hanya menggigit bibir melihat kedekatan keduannya dan penampilan Hanum yang memang terlihat fresh dimatanya.


"Ayo pergi, sebelum matahari makin tinggi!"


Abygiel pun menyalami Oma Ismi di ikuti Hanum dan juga Milko.


"Tolong jaga Hanum baik-baik ya, By. Oma percayakan Hanum sama kamu!" Pesan Oma Ismi.


"Iya, Oma. Abygiel ngerti!"


Mereka segera masuk kemobil dan meninggalkan pelataran rumah itu hingga akhirnya menepi di sebuah wahana permainan.


"Nah, Milko. Lihat permainan disana bagus-baguskan? Milko mau main apa?"


Melihat ada anak-anak yang memancing ikan dari mainan yang terbuat dari maghnet dan paku. Milko sepertinya tertarik untuk mencoba.


"Itu, Papa. Milko mau main itu!"


"Ya udah, ayo kita kesana."


Keduanya pun tak bisa berjalan sendiri karena salah satu tangan keduanya di tarik oleh Milko menuju ketempat itu.

__ADS_1


__ADS_2