Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 45 Selesai


__ADS_3

Sedang fokus mengamati Hanum menyapu, Abygiel mendapat kabar dari keluarganya kalau mereka akan loading ke bandara jam setengah delapan pagi ini. Itu artinya Abygiel harus menjemput mereka ke bandara.


"Num, ayo selesaikan pekerjaanmu, Papa, Mama, Oma dan Sasya sudah hampir sampai?"


"Wah beneran, Mas? Tunggu bentar ya!"


Dengan sabar Abygiel menungguinya sampai selesai karena Ia harus menyelesaikan pekerjannya leboh dulu. Lalu kemudian mereka melanju ke Bandara.


"Oma...!" Teriak Hanum saat Oma Ismi dan yang lainnya sudah keluar dari tempat keluarnya mereka dari gedung bandara.


"Hanum, kamu baik- baik saja kan?"


"Iya, Oma!"


"Ya udah, Sasya pulang naik taksi aja ya Ma, Pa, mau mampir dulu ke rumah temen!"


"Jangan lama-lama ya, Sya!" Pesan Mama Carla.


"Iya, Ma!"


Sepanjang perjalanan, Hanum tak mau melepaskan pelukannya pada sang Oma. Karena Ia ingin mengatakan sesuatu.


"Oma, Hanum mau bicara!"


"Soal apa sih, Num? Gak bisa apa menunggu sampai rumah?" Protes Mama Carla.

__ADS_1


"Oh gak papa kok Car, mungkin ini sangat penting!"


"Iya, Ma. Mama Ismi benar. Apa salahnya kalau hanya mendengar saja," sahut Papa Aditama.


"Besok Hanum mau pulang ke kampung aja!"


"Apa! Semua terkejut mendengar hal itu!"


"Kamu serius, Num?" Tanya Oma Ismi, "Apa Abygiel menyiksamu?" Tanyanya lagi dengan tatapn sengit kearah cucunya.


"Enggak kok, Oma. Bukan itu. Tapi Hanum sudah kangen sama Ayah. Hanum ingin tahu kondisinya saat ini!"


Oma Ismi hanya menghela nafasnya dengan kasar. Sebenarnya Ia keberatan dengan hal itu tapi apa mau di kata jika itu sudah menjadi keputusan Hanum.


Malamnya Abygiel yang mendengar Hanum akan pulang merasa gelisah. Entah kenapa Ia berat jika harus melepaskan Hanum. Tapi karena tak ingin terus-terusan kepikiran, Abygiel pun menghampiri Hanum yang masih berkemas di kamarnya.


"Eh, Mas Aby. Iya Mas Hanum mau cari kerja serabutan aja di kampung."


"Num...!" Abygiel mendekat. Ia menatap Hanum begitu lekat membuat Hanum menjadi salah tingkah.


"Kenapa, Mas?"


"Apa kamu mau jadi Ibu sambung, Milko?"


Pertanyaan mengejutkan itu membuat nafas Hanum serasa akan lepas.

__ADS_1


"Jika iya, aku akan ikut pulang besok dan meminta restu pada orang tuamu!" Ucap Abygiel dengan serius.


"T- tapi, Mas. Hanum ini hanya gadis kampung. Hidup orang tua Hanum juga menyedihkan, jadi_!"


Ssst!


Abygiel menghentikan ocehan Hanum karena hanya satu jawaban yang ingin iya dengar, "Iya atau tidak?"


"Kamu serius, Mas?" Hanum masih sulit untuk mempercayainya.


Abygiel mengangguk dengan menatap tajam kearah bola mata Hanum. Tak lama Hanum pun tersenyum lalu menganggukkan kepala. Jujur Ia tak butuh cinta karena Ia butuh sosok pelindung seperti Abygiel.


"Beneran, Num?" Ganti Abygiel yang tak percaya.


"Iya, Mas."


*****


Tanpa berlama-lama Abygiel langsung menceritakan keinginannya itu pada Oma dan kedua orang tuanya. Awalnya Mama Carla menolak tapi setelah mendapat keyakinan dari Papa dan Oma akhirnya Mama Carla pun setuju.


Keesokan harinya mereka sekeluarga langsung meluncur ke rumah Hanum di kampung. Disana Ayah Farhan rupanya sudah bisa sedikit-sedikit berjalan. Beruntung banyak tetangga yang membantu hingga terapi Ayah Farhan berjalan dengan lancar.


Disana Abygiel menyampaikan keinginannya untuk memperistrikan Hanum. Walaupun Ia sadar kalau usia mereka terpaut cukup jauh tapi Abygiel yakin keluarga Hanum tak akan mempermasalahkan hal itu.


"Jika Hanum, mau? Kami tak akan keberatan By," ujar Ayah Farhan.

__ADS_1


SELESAI


AKAN ADA SEASON KE DUANYA TAPI TIDAK SAYA UP DISINI YA, BABAY!!!


__ADS_2