
Pagi-pagi sekali Abygiel sudah berteriak-teriak memanggil Hanum. Entah kenapa hari ini Ia pengen banget mengerjai gadis kecil itu untuk memuaskan hatinya.
"Hanum...! Hanum...!" Teriaknya dari lantai atas.
Hanum yang ada di lantai bawah sedang menyapu jadi meninggalkan pekerjaannya dan berlari menghampiri Abygiel.
"Ada apa, Mas?"
"Kan sudah ku bilang. Sapu kamarku dulu. Ayo cepat ambil sapu kamu dan bersihkan!" Perintahnya sambil berkaca pinggang.
"Ih, iya, iya Mas. Tunggu sebentar."
Bukan maksud Hanum melakukan itu tapi tiap masuk ke kamar Abygiel Ia merasa was-was takut jika tiba-tiba Abygiel menyergapnya.
Hanum terpaksa turun lagi ke bawah untuk mengambil sapu dan serokkan sampah lalu naik lagi untuk mengikuti Abygiel masuk ke kamarnya.
Hanum terbelalak karena harus kembali di suguhi oleh puluhan tisu yang berserakkan di lantai.
"Ya ampun, Mas. Abis ngapain sih? Tisunya banyak banget?"
"Aduh, kamu buta ya? Apa kamu gak lihat kalau aku sedang pilek sekarang?" timpal Abygiel dengan culas.
"Ya harusnya masukin ke dalam kotak sampah dong, Mas, masak begini?" protes Hanum lagi.
__ADS_1
"Lah, terus apa gunanya ada pembantu kalau rumah bersih terus. Keenakkan kamu dong cuma nyapu lantainnya doang yang emang gak perlu di sapu!"
Kalah berdebat dengan Abygiel, Hanum terpaksa segera membersihkan lantai itu dan membiarkan Abygiel duduk di sofa sambil menonton pekerjaannya.
Is, dasar Bos aneh. Ngapain juga dia ngawasin aku. Awas aja ya kalau dia mau macem-macem...
Hanum harus siap siaga jika tiba-tiba Abygiel akan mendekati dan berniat untuk melakukan perbuatan tidak senonoh padanya.
"Ngapain lihat-lihat cepat bersihkan sekarang!"
"Oya, iya, Mas. Bawel banget sih ini lagi di sapu sama Hanum."
Belum juga membuang sampah, Abygiel kembali memerintah lagi, "Cepat isi bak mandi dengan air hangat sana aku tidak bisa mandi air dingin sekarang!"
"Dasar pria stress, dia pikir aku apa. Main nyuruh-nyuruh seenaknya kan yang bayar aku Oma Ismi kan bukan dia!"
Setelah mencampur air dingin dengan air hangat air itu hingga terasa hangat, Hanum pun buru-buru keluar takut jika tiba-tiba Abygiel ikutan masuk dan memperkosanya.
Baru juga membuka pintu. Wajah Hanum malah membentur dada bidang Abygiel yang saat ini hanya memakai handuk saja. Jelas bibir Hanum menciumnya dan itu membuat kedua manusia itu terkejut cukup lama. Bisa di bilang jantung keduanya hampir copot karena ini.
Ya ampun, apa yang ku lakukan sekarang?...
Batin Hanum.
__ADS_1
Apa? Kenapa jantungku berdetak sangat cepat saat Hanum menyentuhku...
Batin Abygiel.
Hanum yang langsung menyadari hal itu cepat-cepat menarik diri. Ia tidak mau hal itu menjadi bumerang untuknya.
"Aduh, Mas. Kalau mau masuk bilang dong. Jadi gak tabrakan kayak gini?"
"Emang apa hak kamu ngatur-ngatur aku. Terserah aku lah mau masuk sekarang kek, nanti kek atau besok lusa. Ini kan kamar mandi aku," balas Abygiel.
Hanum mencebikkan bibir lalu berlalu untuk mengambil sapu akan tetapi Abygiel kembali menahannya.
"Oh iya mandi sana, kamu harus ikut aku dan Milko jalan-jalan. Karena gak mungkinkah aku ngurusin Milko sendiri bila mau buang air kecil dan sebagainya!"
"Apa? Pergi? Sekarang, Mas?"
"Gak, bulan depan. Nunggu tahun baruan!"
"Dih masih lama dong, Mas. Perasaan baru kemaren tahun baru!"
"O ya, sekarang bulan juli. Itung yang bener dong."
"Iya, iya, tapi aku beresin dulu nyapunya."
__ADS_1
Hanum pun melenggang keluar tanpa mau mendengarkan Abygiel lagi.