Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 44 Harus


__ADS_3

Setibanya di rumah, Abygiel langsung meminta Milko untuk pergi ke kamarnya karena Ia ingin berbicara serius pada Hanum.


"Apa Jecky sempat menyentuhmu tadi?"


"Tidak, Mas. Alhamdulilah Mas udah nyelametin aku tepat waktu!"


"Baiklah, kamu masih sangat syok. Kalau begitu istirahatlah!"


"Makasih Mas!"


Hanum pun masuk ke kamarnya dan mematut penampilan di cermin. Ia sama sekali tidak menyangka jika Jecky aktor idolanya itu ternyata tak sebaik pemikiran Hanum. Sekarang Ia sangat berantakan gara-gara ulah Jecky.


Merasa lapar, Hanum yang sudah sedikit menenangkan dirinya bergegas ke dapur. Ia ingin memasak sesuatu karena di restoran tadi Ia tak fokus makan gara-gara di suguhi pemandangan menjijikkan.


Rupanya Abygiel belun tidur dan melihat kesibukan Hanum. Ia pun bergegas menghampiri dengan berdalih ingin minum air dari kulkas.


"Masak apa?" Tanya Abygiel pada Hanum."


"Masak mie instans, Mas. Hanum lapar soalnya!" Jawab gadis itu seraya tersenyum.


"Kalau begitu buatin aku sekalian ya, aku juga belum sempat makan soalnya!"


"Iya, Mas!"

__ADS_1


Hanum pun menambahkan air yang di rebusnya dan melihat Abygiel menungguinya di meja makan.


Disana, Abygiel memilih menyibukkan diri di depan laptop. Hanum yang melihat hal itu tak menyangka sama sekali. Pria yang di kiranya duda mesum itu teryata tak seperti ekspetasinya.


Justru Abygiel berperan sebagai penyelamat yang sudah membuatnya terbebas dari kebejatan Jecky.


"Mas, ini mienya!"


"Makasih," jawab Abygiel dengan nada datar saja.


"Milko udah tidur, Mas?"


"Udah."


Hanum menyeruput mie itu pelan-pelan tapi Abygiel sangat terkejut saat Ia langsung melahapnya.


"Ya ampun, Hanum. Ini panas sekali!" Pekik Abygiel yang langsung memuntahkan mie itu ke lantai.


"Yeah, lagian Mas ini ada-ada aja. Udah tahu masih panas ngapain langsung di lahap!"


"Aku sedang sibuk soalnya. Proposal ini harus selesai besok!"


Tak ingin Abygiel terganggu Hanum pun berimisiatif membantunya, "Ya udah aku tiupin ya, Mas!"

__ADS_1


"Bolehlah, sudah sikat gigi tapikan?"


"Iya, Mas!"


Hanum pun meniup mie itu lebih dulu lalu menyuapkannya kemulut Abygiel yang menerima makanan itu dari tangan Hanum secara bergiliran.


Sesaat Abygiel tersenyum melihat kesibukan Hanum yang dengan telaten menyuapinya dan hal itu mengingatkan Abygiel pada sosok Zahra.


"Makasih ya, Num!"


"Sama-sama, Mas."


Beberapa bulan kemudian, Hanum sedang sibuk menyapu halaman. Tapi Abygiel berat meninggalkan Hanum takut jika Ia tak mengajak gadis itu lau Jekcky datang lagi. Tapi mana mungkin Abygiel terus-terusan membawanya ke kantor mengingat Ia harus bekerja.


"Num, apa kamu akan ikut lagi?"


"Iya, Mas. Hanum juga udah nyediakan bekal kok buat kita. Tapi tunggu aku selesaikan ini dulu ya!"


Abygiel mengangguk. Jujur meninggalkan Hanum sendiri di rumah akan menjadi beban pikiran untuknya. Itu yang membuat Abygiel sengaja mengajak Hanum ke kantor setiap hari dengan alasan membersihkan ruangannya secara pribadi dan tak ingin ada orang lain yang bisa masuk ke dalam sana.


"Papa, Tante, ayo berangkat, Milko udah siang ni!" Teriak Milko yang sudah menenteng tas sekolahnya keluar dari rumah.


"Oh, iya, iya, tunggu ya. Tante buang sampah dulu!"

__ADS_1


Karena harus ikut ke kantor setiap hari terpaksa Hanum bangun lebih awal untuk membersihkan seluruh isi rumah. Hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama dengan Abygiel jika Hanum ingin aman dan nyaman. Bukan tak mungkin Jecky datang lagi dan memaksanya untuk melakukan hal menjijikkan seperti waktu itu.


__ADS_2