
"Oh gitu ya, Pa. O ya, Oma Buyut kemana Pa? Kok Oma Buyut gak pulang-pulang sih, padahal dari tadi siang lo Milko tungguin?"
Abygiel mengerjap beberapa kali, pasalnya Ia tidak tahu hal itu sedang dia sendiri saja baru pulang dari kantor lebih awal karena hari ini moodnya benar-benar sedang berantakan. Gara-gara Lolita datang dan memaksanya ingin berkencan.
Jelas saja semua itu gara-gara Mama Carla yang terus saja memaksa menjodohkan Abygiel dan Lolita. Seorang perempuan berstatus masih gadis memang empat tahun usianya di bawah Abygiel. Tapi Abygiel tidak ada ketertarikan sedikit pun pada gadis seksi itu. Karena gadis itu terlalu agresif dan terus saja menggoda Abygiel tanpa malu sedikit pun.
"Loh, bukannya ada di rumah sama Milko ya? Atau pergi sama Oma Carla?"
"Gak tahu, Pa. Milko gak lihat!"
Selang beberapa waktu Mama Carla dan Papa Aditama pun datang. Mereka baru saja menghadiri sebuah acara pernikahan anak sahabat mereka.
"Sore, Milko. Kamu lagi ngapain, Sayang? Oma bawa hadiah istimewa ni buat Milko!"
Oma Carla menyerahkan sebuah Jam tangan mewah sebagai hadiah ulang tahun cucunya itu. Mereka tahu Abygiel tidak akan mau keluarganya mengadakan acara itu untuk memanjakan Milko. Karena Ia ingin Milko tumbuh menjadi anak yang apa adanya.
Selain itu, Perayaan ulang tahun Milko hanya akan mengingatkannya dengan Zahra. Ibunda Milko yang membuatnya tidak pernah punya keinginan untuk menikah lagi.
"Wah, bagus Oma. Milko mau pakek!"
Oma Carla pun membantu keinginan cucunya itu lalu membiarkan Milko masuk ke dalam kamar.
"Ma, Oma mana?" Tanya Abygiel yang tak melihat perempuan tua itu bersama mereka.
__ADS_1
"Oma? Kok nanya Mama sih? Kenapa gak nanya sama Bi Odah?"
Mama Carla pun bergegas memanggil Bi Odah yang masih mengemasi kamar Milko karena berantakan oleh mainan Milko. Pembantu di rumah itu ada dua sebenarnya tapi Bi Yati sedang ambil cuti karena Ibunya sedang sakit.
"Bi, Bi Odah...!" Teriak Mama Carla.
"Aduh, Nyonya dah pulang rupanya! Den Milko main sendiri dulu ya, Bibi keluar sebentar!"
"Iya, Bi."
Bi Odah pun segera keluar dengan cepat atau Tuannya itu akan marah padanya.
"Bi Odah...!"
"Kamu lihat Oma gak?"
"Oma...? Enggak tu Nya? Saya dari tadi abis bersih-bersih langsung main sama Den Milko!"
"Wah, jangan-jangan kabur lagi tu si tua bangka!" Rutuk Mama Carla. Ia pun segera pergi ke kamar sang Ibu mertua tapi sepertinya sang Ibu memang tidak ada.
Terpaksa Mama Carla turun lagi dan segera meminta semua orang untuk berpencar mencari Ibu mertuanya itu. Mengingat hari hampir petang. Di khawatikan Oma keluar dan tiba-tiba saja terserang pikun.
"Ayo kita cari. Sepertinya Mama keluar tanpa izin dari kita!" Ajak Mama Carla pada seluruh anggota keluarganya.
__ADS_1
"Aduh, gimana sih Ma? Kan udah ku bilang. Kita rekrut pembantu lagi aja buat ngurus Oma, tapi Mama gak mau pening menyeleksi pembantu terbaik!" Gerutu Abygiel.
"Ya mau gimana lagi, By. Jaman sekarang cari pembantu asal-asalan sih banyak. Tapi nyari yang becus kerja dan dapat di percaya itu yang susah!" Timpal Mama Carla.
Abygiel pun tak terlalu menggubris jawaban Mama Carla. Ia harus segera keluar untuk mencari perempuan tua itu atau beliau akan hilang.
Baru saja pada mau keluar rumah untuk masuk ke dalam mobil mereka di kejutkan oleh suara Nenek Ismi yang baru datang dengan Hanum.
Rupanya cukup di infus satu botol saja, Oma Ismi sudah boleh pulang dan pada akhirnya Hanum tak menolak saat diajak ikut ke rumah Oma Ismi.
"Kalian mau kemana? Aku sudah pulang!" Ucap Oma Ismi pada anak, menantu dan cucunya itu.
"Nah ini dia, akhirnya pulang juga. Emangnya Mama kemana aja sih? Bukannya udah tua diem aja di rumah malah pergi-pergi gak jelas. Kalau lupa ingatan tiba-tiba. Aku lagi yang di semprot sama Mas Aditama?" Cecar Mama Carla.
"Ya jalan-jalan lah, emangnya kemana? Kamu pikir aku gak bosan di rumah terus? Sudah tua juga butuh hiburankan?" Balas Oma Ismi dengan tatapan tak bersahabat.
Abygiel orang yang yang sangat sayang pada Oma Ismi pun langsung mengambil alih dari pegangan Hanum yang hanya menyimak perdebatan kecil-kecilan diantara keluarga itu.
"Seharusnya kalau Oma mau pergi. Bilang dulu sama Abygiel biar nanti Abygiel antar!"
"Gak perlu, By. Kamukan sibuk kerja. Masak iya mau jalan saja Oma harus gangguin kesibukan kamu!"
"Ya gak papa dong, Oma. Akukan cucu Oma," jawab Abygiel lagi sembari menoleh kearah Hanum.
__ADS_1
"Dia siapa, Oma? Jangan-jangan dia lagi yang bikin Oma lupa pulang!" Tuduh Abygiel. Asal. Sembari menatap tak suka pada perempuan itu.