Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 35 Hadiah Istimewa


__ADS_3

Selesai dari wahana mancing, mereka pun berpindah tempat ke wahana kuda-kudaan.


Milko senang dengan wahana yang satu itu karena sangat asyik tentunya.


"Ayo Papa, Tante, kita main kuda-kudaan. Papa sama Tante ikutan ya!"


"Boleh, Mas?" Tanya Hanum pada Abygiel.


Pria itu mengangguk dan mulai memesan tempat untuk tiga orang. Wahana ini sangat aman untuk Milko karena memakai helm pelindung kepala juga tali yang di ikatkan pada bagian pinggang.


Mereka sangat menikmati keseruan hari ini hingga mencoba banyak wahana permainan. Disana juga ada wahana bagi siapa yang ingin memanah akan mendapat hadiah boneka beruang jumbo.


"Papa, Papa, ayo main itu. Kalau dapet nanti bonekanya bisa buat Tante Hanum!" Ajak Milko lagi.


Abygiel melirih kearah Perempuan yang hanya bisa nyengir oadanya. Ia sendiri tidak tahu kalau Milko rupanya sangat perhatian padanya.


"Ya udah, tapi yang main Milko ya, kan anak-anak juga bisa!"


"Papa sama Tante juga dong. Masak Milko sendirian sih?"

__ADS_1


"Oke, Oke, ayo kita main." Abygiel terpaksa harus setuju karena tak ingin mengacaukan mood Milko hari ini.


Beberapa kali mencoba Milko selalu gagal. Ia jadi merasa kecewa karena tak bisa mendapatkan hadiah boneka itu khusus untuk Hanum.


Hanum yang melihat reaksi Milko jadi tidak tega. Ia pun menghampiri Milko untuk menghibur.


"Kok sedih sih?"


"Maaf, Tante. Milko gagal dapetin boneka itu buat Tante!"


"Gak Papa, Sayang. Kan ini cuma permainan."


"Tapi aku maunya Tante nanti bisa bobok sama boneka itu!" Tunjuk Milko dengan perasaan semakin kesal dan sedih sedang Abygiel yang sudah mencoba beberapa kali juga harus gagal.


Hanum pun mendekati penjaga wahana untuk memakai atribut yang sudah di sediakan tapi saat berhadapan dengan papan yang akan di jadikan landasan Hanum jadi gugup dan tak bisa menarik anak panahnya dengan kuat.


"Ayo Papa bantuin Tante Hanum. Biar kita bisa mendapatkan boneka itu!" Pinta Milko yang kembali sangat ceria.


Mau tak mau, Abygiel yang sebenarnya paling malas mengurusi hal ini jadi harus turun tangan. Penjaga permainan tidak akan membantu karena ini adalah challenge.

__ADS_1


Hanum sangat terkejut saat Abygiel tiba-tiba memeluknya dari belakang untuk menarik anak panah itu dengan sempurna. Wajah Abygiel yang begitu dekat membuat Hanum gemetaran di buatnya.


"Fokuskan tatapanmu," bisik Abygiel tanpa mau menatap Hanum. Gadis kecil itu mengangguk dan mulai bersiap.


Satu, dua, Tiga.


Tepat pada hitungan terakhir keduanya melepaskan anak panah itu yang teelihat melesat sangat cepat dan langsung mengenai sasaran utamanya.


"Wah, keren...!" Ucap penjaga gawang itu tak percaya. Sudah ribuan orang yang mencoba permainan itu mulai dari dewasa dan anak-anak, namun belum ada satu pun yang mampu menaklukannya.


"Yeiy, hore. Papa sama Tante hebat!" Teriak Milko kegirangan.


"Terima kasih, Milko. Ini semua berkat kamu." Hanum jadi teeharu karena Ia akan menjadikan boneka itu sebagai teman tidur.


Penjaga wahana pun bergegas memberikan hadiah utamanya seharga satu juta rupiah itu pada Hanum yang langsung di sambut olehnya.


"Wah, kalian ini memang pasangan suami istri yang sangat kompak ya. Bahkan putra kalian sebahagia itu melihatnya?"


Abygiel dan Hanum jadi serba salah mendengar ucapan penjaga wahana. Hal itu jadi terdengar sangat aneh di telinga.

__ADS_1


"I- Iya Pak. Makasih banyak hadiahnya," tukas Abygiel kemudian. Karena mereka harus bergilir lagi dengan orang-orang ingin mencoba permainan itu.


Waktu berjalan sangat cepat, mereka pun memutuskan mampir dulu kerumah makan sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah.


__ADS_2