
Masih setengah perjalanan, Jecky menghentikan mobilnya tepat di sebuah mabel yang mengurus segala keperluannya. Ia ingin Hanum terlihat menarik karena bagaimana pun juga Ia adalah seorang public figur yang harus menjaga nama baiknya.
Berbeda dengan Hanum yang celingukkan seperti orang bodoh, Ia takut Jacky sedang menipunya dan hendak punya maksud yang lain, "Loh, Mas. Katanya mau ke pesta. Kok jadi berhenti disini sih?"
"Udah, kamu gak usah takut, Num. Ayo masuk ke dalam. Disana banyak orang kok!"
Jecky turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Hanum. Ia ingin memperlakukan gadis kecil itu seperti ratu agar bisa nyaman ada di dekatnya.
Hanum mengulas senyum, lalu mengikuti arahan Jecky yang memintanya berjalan lebih dulu.
Sejujurnya Hanum sangat senang atas perlakuan Jecky yang so sweet. Tapi Ia sadar diri kalau hal ini Ia terima karena Jecky sedang membutuhkan dirinya.
Sesampainya didalam, Hanum bertemu banyak orang yang begitu ramah padanya. Bahkan mereka tak segan-segan menegur sapa meski Hanum baru di tempat itu.
"Chik, tolong urus penampilannya ya!" Titah Jecky pada pengurus wadrope dan penampilan Hanum malam ini.
"Siap, Jeck. Serahkan sama aku...," jawab perempuan setengah jadi itu.
Hanum agar risih sebenarnya, tapi Ia tak berkutik saat perempuan setengah jadi itu menuntunnya ke arah banyak gaun yang berjejeran di atas satu deret gantungan besi.
Perempuan setengah jadi bernama Chika itu memasangkan beberapa baju untuk memilih pakaian mana yang menurutnya cocok melekat di tubuh Hanum.
__ADS_1
Setelah mendapatkan yang pas, Ia beralih membawa Hanum duduk di depan cermin lalu melakukan tugasnya dengan segera.
"Nama kamu siapa, Neng?" Tanya Chika. Perempuan yang jelas tak memiliki buah dada itu.
"Hanum, Om. Eh... Mbak maksudnya!" Hanum jadi merasa bersalah karena bingung harus memanggil apa.
"Aduh, yang bener dong say, masa eike di panggil Om, panggil aja princes Chika," protesnya agak kesal tapi itu hanya gurauiannya saja karena ingin menggoda Hanum.
"Hehehe... Maaf Princes Chika. Hanum gak tahu soalnya."
"Iya gak papa. Tapi kok bisa sih kamu kenal sama Aktor viral itu. Secara, diakan tak mudah untuk di dekati. Hanya orang-orang beruntung saja yang bisa mendekatinya?" Tanya Chika dengan suara lirih agar Jecky tidak mendengarnya.
"Aduh, Hanum juga gak tahu, Princes Chika. Yang pasti Mas Jecky itu idola Hanum. Setiap malam Hanum gak pernah mau ketinggalan buat nonton senetron terbarunya!"
"Iya, Princes Chika."
****
"Sudah selesai?" Tanya Jecky, saat Ia datang dan melihat Hanum jauh lebih cantik dan mempesona dari sebelumnya.
"Udah Jeck, tapi aku sengaja buat bedak dan lipstik tipis-tipis aja sesuai dengan usianya!"
__ADS_1
"Gak masalah, Chik. Justru aku senang yang curly seperti itu," jawab Jecky, tanpa melepas tatapan pada Hanum. Dengan lekuk jenjang kaki yang bagus di bungkus high heels dan gaun indah sebatas lutut, membuat Hanum makin kelihatan ideal.
"Ayo, Tuan putri!"
Jecky menggenggam tangan Hanum keluar dari sana untuk menuju ketempat pestanya berada.
****
Di sebuah hotel bintang lima, nampak tamu mulai berdatangan kesana. Pesta besar yang di dalamnya banyak di hadiri para aktor dan artis ternama.
Jecky yang baru saja turun dari mobil dan membukakan pintu lagi untuk Hanum, langsung di serbu oleh puluhan kamera.
Disini, Jecky adalah tamu spesial. Karena kehadirannyalah yang di nantikan semua orang sejak tadi. Ada sebagian dari mereka ingin mendekat hanya untuk sekedar berfoto dan Ia terpaksa meninggalkan Hanum lebih dulu demi menyenangkan para fansnya.
"Wah, gini ya jadi artor terkenal. Dimana pum di kerubunin orang," dumel Hanum seorang diri.
Pada saat diam seperti itu, tiba-tiba saja beberapa wartawan menghampirinya.
"Mbak, pacarnya Mas Jecky ya?"
"Udah berapa lama pacaran?"
__ADS_1
"Iya Mbak, boleh tahu namanya siapa?"
Pertanyaan beruntung dari mereka semua membuat Hanum bingung. Bahkan Ia tak tahu harus memberikan jawaban apa pada para wartawan itu.