Pembantu Idaman Mas Duda

Pembantu Idaman Mas Duda
Bab 18 Bingung


__ADS_3

"Iya juga sih."


Hanum memutuskan memilih sendal datar tanpa high heels, karena dia tidak bisa menggunakannya. Toh Hanum juga merasa tak pantas dengan itu. Ia sadar kalau dirinya hanyalah seorang pembantu.


"Kalau gitu Hanum pergi ya Oma!"


Hanum segera meraih maf berwarna kuning yang berisi beberapa berkas penting dari tempat yang di maksud lalu menyalami Oma Ismi.


Beruntungnya Oma Ismi membantu Hanum untuk mencegat taksi yang mereka tunggu di tepi jalanan sehingga Hanum tinggal naik ke mobil itu dan pergi.


Untuk pertama kalinya, Hanum di buat takjub melihat-lihat puluhan gedung tinggi pencakar langit, ada juga yang berbentuk bundar dan segitiga bahkan masih banyak lagi keunikan lainnya.


"Wah, ternyata ini lah kota Jakarta sesungguhnya. Akhirnya aku bisa melihat keindahan kota ini secara langsung. Tidak seperti dulu yang hanya menonton di televisi saja!"


Setelah menikmati pesona kota termacet di Ibu kota metropolitan itu, Hanum kembali melihat kertas berisikan alamat yang di berikan Oma Ismi tadi.


"Masih jauh gak Pak, kantornya!"


"Masih sekitar lima belas menitan lagi, Neng."


"Oh, Oke!"


Tak lagi banyak bertanya, Mobil yang membawa Hanum itu pun akhirnya tiba juga di halaman sebuah kantor yang sangat besar dan megah.


"Wah, tinggi banget ya? Bener Mang ini kantornya?"


"Iya Neng, PT. Mariel Aditama ya disini karena cuma satu-satunya di Jakarta?"


"Oh oke, kalau begitu makasih ya Mang!" Hanum pun turun dan membayar ongkos yang tertulis di dalam argo.

__ADS_1


"Sama-sama, Neng."


Setelah taksi itu pergi, Hanum jadi bingung kemana Ia harus bertanya. Pasalnya banyak orang yang hilir mudik keluar masuk dari kantor itu.


"Aduh, nanya ke siapa ya? Gak ada yang kenal lagi?"


"Cari siapa, Neng?" Tanya salah seorang security yang menaruh curiga kearahnya.


"Tahu, Mas Abygiel gak ya Pak?"


"Oh Pak Aby, ada perlu apa? Sudah ada janji sebelumnya?" Tanya Security itu sembari memantik tatapan ke arah penampilan Hanum yang terlihat apa adanya. Rambutnya hanya di ikat asal tanpa di sisir, juga wajah yang tanpa make up sedikit pun.


"Gak ada sih, Pak.Tapi_."


"Kalau ada perlu pribadi, gak bisa. Pak Aby sangat sibuk orangnya!" Ucap Security itu lagi.


"Pulang aja, Neng dan buat janji dulu baru setelah itu kamu balik lagi kesini!" Saran Security itu.


"Oh gitu ya Pak!"


Hanum sebenarnya makin bingung harus bagaimana. Jujur Ia sama sekali tidak paham dengan situasi asing itu.


Tak lama, Abygiel yang sejak tadi sudah tidak sabar akhirnya keluar kantor. Sebab Ia hanya punya waktu beberapa menit lagi untuk menerima berkas itu.


"Pak, ada yang cari saya gak tadi?" Tanya Abygiel pada Security tadi.


"Oh iya Pak, itu anaknya baru aja pergi!"


Abygiel tertuju pada Hanum yang mulai semakin menjauh. Abygiel sempat ragu untuk memanggil tapi akhirnya Ia mengejar perempuan itu.

__ADS_1


"Eh, tunggu dulu!" Teriak Abygiel pada Hanum.


"Hey, kamu!" Teriak Abygiel lagi saat hampir dekat hingga Hanum yang merasa ada suara orang memanggil langsung menghentikan langkahnya.


"Kok kayak ada yang manggil sih? Siapa ya?"


"Iya, aku memanggilmu. Kau tuli ya?" Dengkus Abygiel lagi sambil berkaca pinggang. Kesal saja rasanya susah payah memanggil tapi Malah tidak di respon.


Hanum akhirnya berbalik dan seketika tersenyum lebar. Jadi benar rupanya jika Ia sedang tidak salah alamat.


"Hanum, kamu...?"


"Oh ya ampun, Syukurlah Mas. Ternyata yang manggil itu kamu. Ini berkasnya. Aku bingung mau masuk kesana tadi. Karena Pak Securitynya bilang harus ada janji dulu bila mau ketemu sama Mas Aby?"


"Bodoh banget sih? Emang kamu gak bilang kalau tujuan kamu kesini mau mengantar berkas penting yang ketinggalan di rumah!"


Hanum menggeleng, "Enggak, Mas. Habisnya Pak Security ngomong mulu sih, jadi Hanum gak ada waktu buat ngejelasin!"


"Ngeles saja kamu!" Abygiel menyambut berkas itu dengan kasar.


"Ikut aku sekarang!" Ucapnya lagi.


"Mau ngapain, Mas?"


"Gak usah bawel, ikut saja apa susahnya sih?"


Hanum hanya mengerucutkan bibir lalu mengikuti kemana langkah Abygiel membawanya.


"Loh, jadi Pak Abygiel kenal to sama gadis itu tadi?" Tanya Pak Security pada diri sendiri saat Ia melihat Abygiel membawa Hanum ikut masuk ke dalam kantor.

__ADS_1


__ADS_2