
Meski sedikit kesal, Hanum terpaksa melakukan tugas yang di berikan oleh Abygiel. Tapi Hanum tetap waspada. Ia takut kalau tiba-tiba saja Abygiel berniat masuk dan ingin melakukan hal yang buruk padanya.
Aduh, kok jantung aku terus berdetak gak karuan kayak gini sih? Wah, udah gak beres ni pasti...
Hanum membantin dalam hati sampai bak air yang Ia isi itu penuh, kemudian Hanum mencampurnya dengan air panas.
Tugas yang ringan menurut Hanum. Ia pun keluar dari ruangan sembab itu untuk menghadap pada Abygiel.
"Mas, airnya sudah siap?"
"Sudah? Yakin gak kepanasan?"
"Iya Mas, aman. Kalau masih kepanasan tinggal tambah air dingin lah kok repot amat jadinya!" Sahut Hanum lagi sambil berlalu meninggalkan Abygiel yang tercengang dengan keberaniannya.
Hanum pun berlanjut untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda lalu mengepel lantai yang sudah di sapu bersih olehnya.
Belum juga selesai mengepel, tiba-tiba saja bel rumah kembali berbunyi. Lagi-lagi Hanum harus menunda pekerjaannya karena Ia harus membukakan pintu.
"Cari siapa, Mbak?" Tanya Hanum pada perempuan modis nan seksi yang memakai dress tanpa lengan di depannya itu. Ia juga membawa sebuah rantang berukuran besar yang mungkin sengaja di bawanya.
"Cari Abygiel," jawab perempuan itu ketus.
Tanpa sopan santun sedikit pun. Ia melewati Hanum begitu saja.
"Ya ampun, sombong banget sih? Main masuk-masuk aja gak ngucapin salam lagi?" Dumel Hanum seorang diri. Heran saja sama kelakuan orang kaya yang ngakunya berpindidikan tapi tidak punya adab sama sekali.
Setibanya Lolita di ruang tengah tempat Hanum mengepel, tiba-tiba Hanum di kagetkan oleh suara teriakan.
Sreeeeet Buk!
__ADS_1
"Aduh, pinggangku!" Pekik Lolita. Ia baru saja terpeleset karena melewati sisa air yang meluber dari dalam ember dan belum sempat Hanum lap.
"Waduh, kenapa tu?"
Hanum dan juga Mama Carla yang mendengar buru-buru menghampiri. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi di tempat itu.
"Tante, sakit ni!" Rengek Lolita. Ia mengulurkan tangan pada Mama Carla sambil menunjuk bagian bawah yang basah dan mungkin juga menegang.
Mama Carla khawatir melihat hal itu hingga Ia pun langsung membantu calon mantu pilihannya itu untuk bangun, "Ya ampun, Lolita. Kok kamu bisa kepeleset sih?"
"Gak tahu, Tante. Siapa sih yang ngepel gak becus amat kerjanya. Sengaja kalik mau bikin orang celaka?" Tuduh Lolita pada pelakunya.
"Ya, sa- saya Mbak yang ngepel. Tapikan emang belum selesai. Lagian ngapain Mbak gak lewat sana malah lewat sini sih yang jelas-jelas belum aku pel?" Timpal Hanum dengan berani. Karena rasa-rasanya Ia tak melakukan kesalahan yang di sengaja.
"Wah, pakek ngeles lagi. Kamu aja yang kerjanya gak becus!"Tuding Lolita lagi.
"Eh, Abygiel. Kamu wangi banget sih. Aromanya sampai menusuk-nusuk kehidung aku lo!"
Seperti biasa, Abygiel geli tiap kali Lolita selalu menunjukkan gaya centilnya. Pemuda itu tak menghiraukan Lolita dan berlalu ke meja makan.
"Ya udah, kamu ganti baju gih. Pakai aja baju Almarhumah Zahra!" Tawar Mama Carla kemudian.
"Apa? Baju mantan istri Abygiel maksudnya?"
"La iya emang baju siapa lagi?"
"Jangan-jangan, aku gak mau Tante takut pakai baju orang yang udah meninggal. Gimana kalau punya Sasya aja?" Ujar Lolita lagi. Berharap tawarannya bisa di kabulkan.
"Eh enak aja, gak mau ah Mbak. Bajuku limited edition semua, import dari luar negeri dan satu-satunya yang punya cuma aku doang," elak Sasya yang baru saja ikut bergabung. Karena akan kuliah hari ini.
__ADS_1
"Ya ampun, Sya. Tega amat sih. Nanti aku ganti deh. Bajuku juga keluaran terbaru semua kalik," tukas Lolita, yang agak tersinggung akan tanggapan calon iparnya itu.
Lolita sempat tak percaya jika Sasya begitu pelit hingga masalah baju saja Sasya keberatan.
"Maaf ya Mbak, bukan apa-apa. Lagian kata orang. Famali minjemin baju ke orang lain. Nanti pacarku di rebut lagi sama Mbak Lolita!"
Lolita yang tak terima langsung mengelak, "Lah, kok gitu sih Sya. Kan Mbak sukanya sama Kakak kamu!"
"Aduh, Mbak. Mana kita tahu masalah kedepannya. Bisa jadikan Mbak gak berjodoh sama Kakakku?"
"Is keterlaluan kamu, Sya."
"Udah-udah kok jadi ribut sih, Ya udah pinjem baju Tante aja, deh. Tapi nanti ganti sama yang baru ya!" Timpal Mama Carla yang menengahi perdebatan keduanya.
Tak punya pilihan lain, Lolita pun akhirnya menyetujui keputusan final yang di berikan calon ibu mertuanya itu
Sebelum ikut pergi, Lolita kembali menggapai rantang yang sempat di bawanya tadi. Beruntung rantangnya tidak ikut terguling karena kalau gak habislah semuanya.
"Ni, Tante. Kiriman dari Mama!"
"Oh iya makasih ya, ya udah Num. Kamu bawa ke dalam sana rantang ini terus kamu hidangin dulu di meja biar kita makan sama-sama!" Titah Mama Carla.
"Iya, Bu."
Hanum bergegas mengambil alih rantang itu dan membawanya kemeja makan dimana Abygiel tengah berada saat ini.
"Mas, mau ini?" Tawar Hanum pada makanan yang di bawa Lolita tadi.
"Makan saja sendiri, ngapain pakek nawarin ke orang lain," jawab Abygiel.
__ADS_1