Penambang Batu

Penambang Batu
Eps. 07 Hujan


__ADS_3

"Ddrrttt...ddrrtt" Hape Tia bergetar dengan segera ia mengangkatnya.


"Ooiii Tia lagi ngapain?"


"Kayaknya Tia lagi rindu"


"Yang benar saja! hatinyakan tak berpenghuni"


Begitu telfon tersambung tiga Tia langsung disambut dengan ejekan bertubi-tubi bahkan ketika Tia belum sempat berkata apa-apa.


"Berhenti mengejekku para jomblo," Timpal Tia


"Biar jomblo yang penting banyak yang suka," balasan dari seorang perempuan yang terdengar heboh. Dia adalah Femi, sahabat yang dikenalnya sejak duduk di bangku SMP


"Biarkan aku mengisi singgasana dihatimu." Kali ini suara lelaki terdengar menggoda Tia yang tidak lain adalah Sam, sahabat yang selalu Tia do'akan agar jomblo seumur hidup.


"Femi apa kau sudah makan? pura-pura bahagia karena jomblo juga butuh energi," Tia yang tertawa lebar.


"Kalian berdua cocok tuh, sampai hari ini aku masih berharap suatu saat kalian akan berjodoh," sambung Tia


"Aamiin" Sam mengaamiinkan


"Kalaupun di dunia ini hanya ada kita bertiga, aku akan memilih menjomblo saja," jawab Femi lalu mereka tertawa bersama


"Aku ini cantik, sebenarnya banyak yang mendekatiku aku saja yang malas merespon." Seperti biasa, kata-kata pamungkas Femi keluar.


"Kau selamatkan saja Tia dari kejombloannya hahaha," sambung Femi.


"Benar juga. Mana ada pria yang mau dengan gadis aneh dan keras kepala sepertimu. Kau tidak punya pilihan lain selain denganku," ucapan Sam barusan membuat mereka larut dalam tawa.


Begitulah cara mereka saling menghibur diri sehingga masing-masing dari mereka nyaman dengan status jomblo yang disandang sudah bertahun-tahun.

__ADS_1


"Bip..bipp." Tiba-tiba terdengar bunyi klakson motor didepan kost Tia, namun dia tidak menghiraukan dan melanjutkan percakapan dengan teman-temannya.


"Biip..bipp..bipp." Suara klakson terdengar lagi kali ini disusul dengan suara pintu kamar yang diketuk. Ternyata itu adalah tetangga kost Tia yang memberitahu bahwa ada yang mencarinya.


"Guys udah dulu yah, aku kedatangan tamu," Tia.


"Siapa pria gila yang mau mengunjungimu? Femi mengejek


"Kau yakin tamunya pria? ingat! sebelum jadian, harus lolos seleksi kami dulu," Sam.


"Bawel." Tiapun langsung menutup telfonnya dan segera keluar menuju pintu pagar


"Kenapa lama sekali sih?" ucap Faiz dengan wajah kusut ketika melihat Tia membuka pintu pagar.


"Kalau aku tau kau yang datang, aku akan membuatmu menunggu sampai darahmu habis digigit nyamuk" gumam Tia dalam hati ketika melihat Faiz sibuk mengusir nyamuk.


"Aku mau mengembalikan motormu" Faizpun langsung membawa masuk motor Tia dan memarkirnya.


"Terus kau pulang naik apa?" Tia.


Tiba-tiba terdengar suara guntur sementara Leo tak kunjung mengangkat telfon Faiz.


"Sebentar lagi hujan, ini anak kemana sih" Faiz.


Gerimispun mulai turun sebagai tanda awal sebelum hujan turun dengan deras.


"Mau sampai kapan kau di parkiran?" Ucap Tia yang sudah duduk di teras yang secara tidak langsung mengajak Faiz untuk segera bergeser dari parkiran.


"Kau menyuruhku duduk kosong?" ucap Faiz ketika dia duduk di kursi teras


"Sudah syukur kau kuizinkan duduk di teras kostku" balas Tia

__ADS_1


"Kau taukan tamu adalah raja, jadi berikan aku kehangatan dong" Goda Faiz sambil mengangkat alisnya sebelah.


"What kehangatan? maksudnya dia ingin aku memeluknya?" ucap Tia dalam hati sambil berpikir keras.


"Hei gadis mesum, cepat buatkan aku kopi atau teh," kata Faiz sambil menatap wajah Tia yang memerah. Gadis itu segera menuju dapur dan menundukkan kepalanya karena malu.


Begitu Tia hilang dari pandangannya, Faiz langsung mengambil ponsel Tia dan iseng memeriksa pesan-pesan di whenapp.


"Terimakasih" tutur Faiz ketika disodorkan kopi pesanannya, dalam hatinya ia bersyukur karena Tia tidak mengetahui perbuatan isengnya.


"pria bisa nginap disinikan?" Mata Tia terbelalak mendengar ucapan Faiz.


"Hujannya awet, kayaknya aku harus nginap di sini deh" lanjut Faiz sambil tersenyum tipis begitu niat mengerjai Tia terlintas di kepalanya.


Belum sempat Tia menjawab pertanyaan Faiz, ponselnya langsung berdering


"Hallo ma," sahut Faiz.


"Lagi di rumah teman" sambungnya


"Iyaiyaa sebentar lagi aku pulang, di sini hujannya belum reda" Faizpun menutup telfonnya dan langsung terdengar suara Tia tertawa terbahak-bahak


"Dasar anak mama hahahah" -ejek Tia- "anak mama tidak boleh nginap sembarangan." Tia mengangkat jari telunjuknya dan menggerak-gerakkannya.


"Unch..unchh.. unchh anak mama" Tia terus mengejek dengan bibir tertarik lebar sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Faiz langsung menyeduh kopi berniat menutupi wajahnya yang memerah.


"Aahhh.. aahhh aaww," jerit Faiz karena kopi yang diminumnya masih panas. Sesekali dia menjulurkan lidahnya yang terbakar.


Kali ini terlihat kemenangan di wajah Tia, dia benar-benar merasa puas karena Faiz diam tak berkutik. Dia terus tertawa melihat Faiz salah tingkah dan kalah telak darinya.

__ADS_1


"aaaahhhh mamaaa" Faiz merengek dalam hati. Bajunya berkeringat padahal suhu saat itu tidak panas. Hujan seolah menjadi saksi kekalahan Faiz malam itu


~bersambung


__ADS_2