Penantian Cinta Alya

Penantian Cinta Alya
Bab 11


__ADS_3

"Syukurlah kalau Mas Reno sudah mengingatnya. Sayang sekali, waktu tidak bisa diputar kembali,semua sudah terlambat. Kita sudah memiliki pasangan masing-masing," sahut Alya dengan air mata menggenang di pelupuk mata. Gadis itu menahan tangis dan sesak di dada.


"Maaf. Aku terlambat mengingat semuanya dan menyakiti kamu. Maaf atas semua kesakitan yang kamu rasakan," ucap Reno dengan sendu, hatinya serasa disayat sembilu karena harus melepaskan wanita yang dicintainya.


Reno pun pamit setelah mengucap permintaan maafnya tanpa mau mendengar apakah Alya memaafkan atau tidak. Dia cukup tahu diri, tidak mudah untuk mendapatkan maaf. Walaupun bisa, luka itu tetap membekas di hati Alya.


Beberapa hari kemudian,


"Dik, tahu nggak kenapa garuda di dadaku?" tanya Rendra tiba-tiba.


"Mana ku tahu? Setahuku garuda yang di dada kamu itu hanya gambar sablon di kaos," jawab Alya setelah berpikir beberapa saat.


"Salah! Yang bener itu, kalau di hatiku itu kamu," ucap Rendra sambil tersenyum tak lupa memainkan kedua alisnya.


Alya langsung memukul lengan Rendra dengan wajah merona karena mendengar gombalan dari sang pacar.


Saat ini keduanya sedang menikmati makan malam di angkringan dekat kantor Rendra. Mereka sengaja ingin menikmati makanan serba panggang yang murah meriah. Walaupun sama-sama dari keluarga berada, tetapi lidah mereka sudah biasa makan makanan yang merakyat.


Rendra yang anak seorang pengusaha sukses di kota Solo, sejak kecil sudah terbiasa hidup sederhana. Begitu juga dengan Alya, bahkan Alya sejak kecil sudah terbiasa membantu orang tuanya mengelola kafe. Sama-sama dididik keras di keluarga, membuat mereka tidak sombong.


"Dik, besok jadi ya!"


"Ngapain?"

__ADS_1


"Sowan papa sama mama. Aku mau kenalin kamu sama mereka," jawab Rendra yakin.


"Kalau mereka tidak suka sama aku, bagaimana?"


"Jangan berandai-andai! Kita jalani dulu, siapa tahu mereka suka sama kamu. Segala sesuatu kalau tidak dicoba, kita tidak akan pernah tahu," jelas Rendra.


"Enak saja, semua mau dicoba! Emang aku makanan," celetuk Alya memutar bola matanya jengah, dia tampak kesal dengan ucapan sang pacar.


Akhirnya, Rendra membawa Alya ke rumah orang tuanya. Dia ingin memperkenalkan gadis itu pada keluarga besarnya. Kebetulan di rumah itu saat ini sedang ada acara arisan keluarga.


Setelah dibujuk dan dirayu, akhirnya Alya mau dikenalkan pada keluarga Rendra. Mereka berangkat pagi itu juga ke Solo agar tidak ketinggalan acara keluarga tersebut.


Membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan untuk sampai di kediaman Adi Nugraha. Keduanya disambut hangat oleh keluarga besar yang saat itu sedang berkumpul di pendopo rumah Adi Nugraha.


Para gadis keluarga itu, sangat antusias berkenalan dengan Alya. Hal ini dikarenakan, baru kali ini Rendra membawa pulang seorang wanita dan diperkenalkan pada mereka. Gadis itu menjadi rebutan sanak saudara Rendra.


"Belum apa-apa sudah posesif, huuu!" teriak salah seorang kerabat Rendra saat melihat bagaimana perlakuannya pada sang kekasih.


"Iri bilang, Bos!"


Di acara itu, ada seorang gadis berparas ayu juga datang bersama orang tuanya. Mereka adalah sahabat dekat orang tua Rendra. Rendra pun diperkenalkan pada mereka, tetapi tanpa sepengetahuan Alya.


Untuk sementara kerabat Rendra mengajak Alya ngobrol agar mereka berpisah dan sedikit berjauhan tempat duduknya. Setelah agak lama ngobrol dengan keluarga sahabat dekat sang ayah, Rendra pun mencari keberadaan Alya.

__ADS_1


Rendra yang baru saja jadian dengan Alya tidak mau pisah dengannya. Oleh karena itu, begitu terpisah sebentar dia merasa kehilangan. Laki-laki berperawakan gagah itu mencari keberadaan sang pacar karena sudah merindukan. Padahal mereka saat ini berada di rumahnya, berarti tidak berjauhan seperti saat di Jogja.


Sore hari selesai acara, Rendra dan Alya kembali ke Jogja. Orang tua Rendra tersenyum melepaskan kepergian mereka. Wajah kedua orang tua itu tampak kecewa dengan sang anak yang tiba-tiba membawa pulang seorang perempuan. Namun hal itu bisa dipendamnya.


Setiap hari Rendra mengantar dan menjemput Alya kerja. Laki-laki itu selalu menyempatkan waktunya untuk sang pacar. Tidak peduli badan yang lelah ataupun pekerjaan yang harus segera ditangani, dia selalu meluangkan sedikit waktu untuk pacarnya.


Sore ini, Alya pulang lebih cepat sehingga Rendra yang kebetulan berada di luar meminta maaf tidak bisa menjemput karena masih ada urusan. Dengan patuh gadis itu pulang dengan taksi online pesanan mas pacar.


Setelah urusannya selesai, Rendra langsung pulang untuk membersihkan diri. Malam ini dia akan mengutarakan maksud hatinya. Laki-laki muda itu sudah tidak sabar lagi menghalalkan sang pujaan hati.


Rendra yang sudah berdandan rapi dan wangi pun keluar dari kamarnya. Dia memilih baju berwarna hitam untuk acara makan malam mereka. Namun, rencana itu harus gagal karena dia tiba-tiba diminta pulang oleh orang tuanya.


Tanpa merasa curiga, Rendra pun langsung membatalkan janjinya pada sang pacar. Dia langsung bergegas menuju ke alamat dimana sang ibu kirimkan.


Beberapa hari telah berlalu, Rendra pun menjadi lupa jika dia ingin melamar sang pujaan. Hal ini dikarenakan, tugasnya yang semakin banyak sehingga intensitasnya terhadap kafe dan pikiran bercabang


Saat akan mengambil baju dinas, tiba-tiba ada yang terjatuh dari almari. Rendra pun melihat benda apa yang terjatuh. Ternyata kotak perhiasan yang berisikan cincin yang dibelinya untuk melamar sang kekasih hati.


Rendra pun memilih waktu yang tepat untuk melamar Alya. Dia lalu mendapat ide mengajak sang pacar ke sebuah tempat wisata. Di sanalah dia akan melamar sang kekasih, dia sangat yakin lamarannya tidak akan ditolak.


Waktu itu pun tiba, dengan mengendarai mobil, mereka pergi ke sebuah tempat wisata di daerah Gunung Kidul. Rendra sudah mempersiapkan semuanya dengan matang sehingga rasa percaya dirinya semakin bertambah.


Sesampainya di tempat wisata itu, Rendra mengajak ke lokasi dimana dia akan melamar. Di sebuah perbukitan yang tidak jauh dari pantai, teman-teman polisinya telah membereskan tempat itu sesuai keinginan Rendra.

__ADS_1


Sebuah kejutan yang membuat Alya sulit untuk menolak lamaran dari pacarnya. Akhirnya, Rendra berhasil menyematkan cincin di jari manis sang pacar. Polisi muda itu melakukan semua ini tanpa sepengetahuan orang tuanya, karena dadakan takut lupa lagi.


Sementara itu, tanpa sepengetahuan Rendra, orang tuanya sudah memilihkan jodoh untuknya. Gadis yang tempo hari datang bersama kedua orang tuanya adalah gadis pilihan sang ibu. Orang tua Rendra sudah menyiapkan acara pertunangan untuknya dan gadis itu.


__ADS_2