
Alya sudah berniat bangun lebih cepat dari hari sebelumnya karena hari ini dia akan ikut mendampingi sang bos menemui klien. Gadis itu suda mempelajari lagi kasus yang akan dibahas nanti. Dia benar-benar mempersiapkan dirinya secara maksimal.
Terlalu fokus dengan berkas yang akan dibahas nanti, Alya menjadi lupa waktu sehingga dia kembali kesiangan tetapi tidak sesiang kemarin. Dia tidak lagi melakukan pelanggaran lalu lintas, hanya saja penampilannya sangat berantakan.
Sesampainya di kantor, Alya langsung masuk ke ruangannya. Jangan tanyakan kondisinya yang berantakan akibat mengebut di jalanan.
Alya merapihkan penampilannya sebelum memulai pekerjaan. Melihat hal itu, teman lama yang tidak suka padanya pun kembali mencibir dia. Walau begitu dia tetap cuek dan tidak mengambil hati.
Tepat jam sembilan pagi, Pak Andi mengajak Alya menemui klien. Mereka pergi ke kantor klien yang kebetulan seorang pengusaha furniture.
Setelah sampai di tempat tujuan, Alya diminta oleh pemilik firma untuk presentasi. Menjabarkan undang-undang yang membahas masalah klien serta langkah apa yang diambil agar tidak melawan hukum. Alya melakukan presentasi dengan lancar sehingga membuat klien itu terpukau dengan kecerdasannya.
"Saya akan meminta saudara Alya yang akan mendampingi saya saat sidang nanti. Bagaimana Pak Andi, boleh, 'kan?"
"Kalau saya terserah yang bersangkutan saja, yang pasti pihak kami tetap akan mendampingi Bapak saat sidang nanti," jawab Pak Andi menjelaskan.
"Bagaimana Alya? Kamu pegang kasus ini?" tanya Pak Andi kemudian, pada Alya.
"Saya masih baru, Pak. Apa saya mampu melakukan pembelaan? Ini kasus besar, lawan Pak Basuki juga bukan main-main," jawab Alya merendah.
"Jangan terlalu merendah! Coba saja dulu! Kalau tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu sebesar apa kemampuan kita, 'kan?"
Akhirnya, Alya pun menerima pekerjaan itu. Ini berarti dia akan kembali tampil di meja hijau seperti beberapa bulan sebelumnya.
__ADS_1
Reno pulang kerja tampak lesu karena kepalanya kembali berdenyut sepanjang hari ini. Bayang-bayang dia mengejar seorang gadis pun selalu melintas sehingga menambah sakit kepalanya.
Aluna menyambut kedatangan Reno dengan ceria seperti biasa. Dia merasa heran melihat sang suami yang tampak pucat dan lesu. Padahal tadi pagi sudah tampak lebih sehat.
Aluna bertanya ada apa pada Reno, Reno hanya menjawab singkat, "lelah!". Hal ini membuat Aluna curiga terjadi sesuatu pada sang suami dan suaminya itu menutupi sesuatu darinya.
Wanita yang sedang hamil empat bulan itupun menjadi uring-uringan sendiri. Reno selama ini jika sakit hanya diam mengurung diri di kamar tidak mau diganggu, tidur dan tidak melakukan kegiatan lain.
Aluna merasa curiga jika ada yang ditutupi oleh Reno darinya. Setelah Reno bangun, Aluna bertanya pada Reno sekali lagi, tetapi bukan jawaban yang seperti dia inginkan.
Reno yang tidak mau jujur, membuat Aluna murka dan mengamuk. Melihat itu Reno hanya diam saja karena kepalanya masih sangat sakit. Reno yang sudah tahu sifat temperamen yang dimiliki oleh sang istri hanya bisa mengalah dari pada membuat keributan.
"Awas saja kalau kamu sampai macam-macam, Mas! Aku akan melakukan apapun agar kamu tidak ninggalin aku!" ancam Aluna, lalu masuk ke kamar dan membanting pintu.
Aluna kadang bersikap sangat halus layaknya gadis Solo pada umumnya, tetapi sikap temperamennya kadang keluar dan mendominasi. Wanita itu jauh berbeda antara sebelum menikah dengan sekarang. Wanita itu tidak suka diatur, tetapi suka mengatur Reno.
Di dalam kamar, Aluna berencana mengikuti Reno kemanapun, dia ingin tahu apa yang dilakukan sang suami di luar sana. Wanita itu sangat penasaran dengan aktivitas suaminya di luar rumah.
Malam harinya, Reno mengigau berulang kali menyebut nama Alya. Kini, Aluna tahu jika Alya adalah kekasih yang ditinggalkan Reno sebelum kejadian yang menimpa Reno. Beruntung Reno amnesia sehingga dia bisa memiliki Reno sepenuhnya, setelah sekian lama mencintai Reno.
Aluna adalah teman Reno semasa SMP. Dia sudah menaruh hati sejak berteman dengan Reno di kelas delapan. Dia selalu mencari informasi tentang Reno, tetapi tidak tahu harus mencari kemana. Sampai akhirnya dia menemukan Reno tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan sekarat.
Aluna sangat bersyukur saat dokter mengatakan jika Reno mengalami amnesia retrogade karena keseluruhan memory episodiknya terhapus. Aluna yang ingin memiliki Reno pun mengarang cerita agar bisa terus bersama dan memiliki Reno seutuhnya. Setelah mendapatkan Reno, dia melakukan segala cara agar Reno tetap menjadi miliknya.
__ADS_1
Pagi hari, setelah Reno berangkat kerja dan urusan rumah sudah beres, Aluna ingin menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan ke mall. Sekedar mencuci mata dan membuang rasa jenuh tanpa bermaksud untuk belanja.
Saat berbelanja di mall, Aluna tertarik untuk membeli sebuah dress yang menarik perhatiannya. Dia pun mengambil dan membawanya ke kasir. Ternyata banyak pembeli yang mengantri di kasir.
Alya kebetulan juga ke mall yang sama untuk membeli kemeja untuk kerja. Sudah lama dia tidak memanjakan diri dengan baju baru. Oleh karena itu, dia mengambil beberapa potong untuk pasangan blazernya.
Saat akan melakukan pembayaran, Alya dan Aluna tidak sengaja bertemu. Keduanya sama-sama belanja dan berebut nomor antrian pembayaran di kasir. Mereka tidak ada yang mau mengalah dan mengklaim jika telah mengantri duluan.
"Dasar tidak tahu malu, sudah datang belakangan ingin membayar duluan! Mentang-mentang pakai blazer, sudah merasa sok kaya dan cantik!" sindir Aluna pada Alya.
Alya hanya diam tidak menanggapi ocehan Aluna yang menarik perhatian para pengunjung mall itu. Namun, dia tidak mau mengalah untuk melakukan pembayaran. Dia tetap antri menunggu pembayaran berikutnya.
"Heh, kalau ada yang ngomong itu dijawab!" bentak Aluna kesal karena sejak tadi Alya hanya diam sampai dia yang mendapat giliran terlebih dahulu tanpa Aluna sadari.
Alya meninggalkan tempat itu begitu saja bersama temannya. Dia merasa malu karena omongan Aluna yang tidak pantas terucap oleh orang yang berpendidikan seperti Aluna.
"Dia siapa sih, Al?" tanya teman Alya di firma, Tanti.
"Istrinya mantan!" jawab Alya singkat. Lebih baik jujur sekarang.
"Wow, jadi yang bikin kamu kehilangan semangat hidup karena ditinggal menikah? Hadeehh, ditinggal rabi ceritane," ledek Tanti tertawa cekikikan.
"Sabar! Laki-laki yang lebih baik dari dia itu banyak. Kek si polisi yang sering antar atau jemput kamu itu contohnya," imbuh Tanti masih terkekeh karena bisa meledek Alya.
__ADS_1
"Ngaco kamu! Mana mungkin dia mau sama aku," sahut Alya sambil geleng kepala.