
Kini pengantin baru itu sudah berada di kamar. Keduanya bersiap untuk tidur setelah menjalankan sholat berjamaah. Alya yang merasa canggung, tidur membelakangi Reno.
"Sayang, masak suaminya dikasih pan7a7 sih? Dosa loh," ucap Reno seraya memeluk sang istri dari belakang.
Alya pura-pura tidur, jantungnya berdebar tidak karuan. Apalagi setelah dipeluk oleh sang suami, darahnya berdesir. Perutnya seperti digelitiki ribuan kupu-kupu.
"Jangan pura-pura tidur! Mas tahu kamu belum tidur." Reno berbisik di belakang telinga Alya.
Kepala laki-laki itu menelusup dari belakang leher Alya. Dia mulai menelusuri leher jenjang sang istri, sehingga membuat bulu kuduk sang istri berdiri. Tak hanya sampai di situ, Reno menyesap, meninggalkan bekas di leher istrinya.
Alya menahan d3s4h4n yang akan keluar dari bibirnya dengan menggigit bagian dalam bibir bawah. Reno yang tahu sang istri menahan d3s4h4n semakin melancarkan aksinya. Laki-laki itu membalikkan tubuh sang istri hingga telentang.
Reno terus mencumbu Alya agar rileks saat melakukan malam pertama. Awalnya wanita yang telah sah menjadi istri Reno itu bisa menahan d3s4h4nnya. Namun, akhirnya des4h4n itu lolos juga setelah sang suami mencium serta memainkan dua gundukan kenyal itu sekaligus.
Kamar itu akhirnya hanya diisi dengan suara des4h4n dan er4ng4an dari dua insan yang baru saja menyandang suami istri. Bertukar saliva dan berbagi peluh kenikmatan. Keduanya melebur menjadi satu menuju nirwana menembus cakrawala.
Kegiatan itu ditutup dengan er4ng4n panjang dari dua insan yang sedang memadu kasih. Menikmati duren yang masih tertutup rapat sehingga Reno harus bekerja keras untuk membelahnya.
"I love you ... terima kasih, Sayang." Reno membisikkan kata cinta seraya mencium kening Alya cukup lama, setelah itu baru mencabut senjatanya dari inti tubuh sang istri.
Keduanya tertidur lelap setelah berwudhu dan minum segelas air putih. Tidur dua insan itu tampak tenang dan damai dengan saling berpelukan dalam satu selimut.
Reno terbangun saat suara adzan berkumandang. Laki-laki itu pun membangunkan sang istri lalu bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Setelah itu bergantian dengan Alya.
Usai menjalankan sholat subuh berjamaah, Alya mencium punggung tangan sang suami dengan takzim. Reno mencium kening sang istri sedikit lama untuk menyalurkan rasa sayangnya.
"Sayang, masih sakit?" tanya Reno dengan pandangan mata ke arah inti tubuh sang istri.
__ADS_1
"Apa?" Alya pun mengikuti arah pandangan sang suami, lalu berteriak.
"Jangan lagi! Masih sakit tahu. Mas sih enak," ucap Alya begitu sadar arah pembicaraan sang suami.
"Iya, pagi ini tidak. Tapi nanti siang atau malam lagi, ya?" sahut Reno sambil memainkan alisnya.
Satu tahun kemudian ....
Alya tampak kesusahan berjalan karena perutnya membuncit. Usia kehamilannya baru menginjak tujuh bulan, tetapi perutnya seperti orang hamil sembilan bulan. Hal ini dikarenakan dia mengandung anak kembar.
Memiliki gen kembar dari orang tuanya, tidak heran jika Alya juga bisa hami kembar walau dia bukan anak kembar. Walaupun hamil besar, wanita itu tetap beraktivitas seperti biasanya. Mencoba menciptakan makanan baru yang dapat menarik minat pengunjung kafe.
"Mbak, biar saya saja yang kerjakan. Mbak Alya tinggal nyuruh kami," ucap Murni yang biasa membantu di dapur.
"Kalau orang lain yang kerjakan rasanya jadi lain, Ni. Makanya ini aku buat stok banyak, untuk persediaan selama aku melahirkan nanti," sahut Alya dengan senyum manisnya.
"Biasa saja tuh! Kalau kita sudah terbiasa gerak sedari awal kehamilan, perut besar tidak menjadi halangan untuk beraktivitas. Sudah terbiasa, jadi nyaman aja," jawab Alya sembari berjalan menuju meja kompor membawa adonan yang tadi dibentuknya.
Alya meletakkan talam besar itu di atas perutnya, lalu membuka tutup panci dan mulai memindahkan adonan tadi ke dalam panci kukusan. Setelah semua isi masuk ke panci, Alya menutup panci tersebut.
"Yang, Sayang ... Kamu kenapa masih keluyuran di dapur sih? Ayo sini temani Mas ngopi sambil mendengarkan musik!" tegur Reno pada sang istri.
Begitulah Reno, laki-laki menjadi super protektif begitu tahu istrinya hamil. Dia masih trauma pada kejadian istri pertamanya dulu yang meninggal karena terjatuh saat hamil besar. Suami dari pemilik kafe itu benar-benar takut terjadi apa-apa pada Alya.
Alya akhirnya memilih mengalah, dia mengikuti Reno agar tidak terjadi keributan. Alya dan Reno selalu bisa mengerti keadaan pasangan. Sebisa mungkin mereka saling mengalah agar terhindar dari keributan.
Hari ini kebetulan Reno ke kantor hanya untuk menyerahkan hasil laporan pengintaiannya tadi malam. Siang ini waktu dia untuk istirahat setelah ngopi bareng tadi.
__ADS_1
Sore harinya, Alya tiba-tiba merasakan kontraksi dan nyeri rahim. Badannya terasa lemas. Alya memanggil Reno yang kebetulan sedang menerima telepon dari teman satu timnya.
Reno yang mendengar teriakan sang istri langsung mendekat. Betapa terkejutnya dia melihat wajah pucat wanita yang dinikahi setahun yang lalu. Laki-laki itu langsung dibawa ke rumah sakit.
Begitu sampai di rumah sakit Alya langsung mendapat pertolongan dokter jaga UGD. Tak lama kemudian dokter yang menangani kandungan Alya pun datang.
"Keluarga Ibu Alya?"
Reno langsung mendekat begitu nama istrinya disebut.
"Saya suaminya, Dok. Bagaimana keadaan anak dan istri saya?"
"Kami membutuhkan persetujuan bapak untuk melakukan operasi cesar. Kandungan istri bapak mengalami abruptio plasenta, yaitu putusnya plasenta sebelum waktunya. Hal ini mengakibatkan janin kekurangan oksigen dan nutrisi."
"Demi kebaikan ibu dan bayi, sebaiknya segera dilakukan operasi pengangkatan janin. Usia kehamilan Ibu Alya sudah bisa untuk melahirkan walaupun belum cukup umur. Itu lebih baik dari pada kita membiarkan janin tersebut di dalam rahim." Dokter itu menjelaskan keadaan istri Reno.
"Lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya, Dok. Tolong, Dok!"
Operasi pun segera dilakukan, takut jika janin di dalam rahim Alya kehabisan oksigen. Operasi berjalan lancar dan sang ibu dinyatakan sehat. Kabar menyedihkannya adalah ternyata hanya satu janin yang bisa diselamatkan.
Janin berjenis kelamin laki-laki itu memiliki wajah yang sangat mirip. Kebersamaan mereka harus berpisah sampai di sini. Janin yang meninggal memiliki bobot lebih berat dari pada janin yang selamat.
Bayi dengan bobot 2000 gram itu segera dibersihkan dan diletakkan di inkubator. Sedangkan janin yang sudah meninggal itu memiliki bobot 2300 gram dan langsung dibersihkan sebelum dikebumikan. Malam itu juga Reno mengantarkan anaknya ke peristirahatan terakhir.
Betapa sedihnya Reno harus kehilangan salah satu jagoannya, tetapi dia harus ikhlas. Alya tidak kalah bersedih, air matanya tidak berhenti mengalir saat dokter mengatakan bahwa janinnya telah meninggal satu.
"Sudah, Sayang. Jangan menangis lagi, kasihan anak kita kalau kamu terus seperti ini."
__ADS_1