Penantian Cinta Alya

Penantian Cinta Alya
Bab 38


__ADS_3

Reno meyakinkan Alya bahwa dia dan mendiang Anisah tidak memiliki hubungan apa-apa selain teman. Apapun akan laki-laki itu lakukan agar bisa mendapatkan kembali kepercayaan sang mantan. Sekarang dia ingin memperjuangkan cintanya demi kebahagiaan anaknya juga dirinya sendiri.


Sementara itu, Bryan masih setia menunggu ibu dari anaknya itu sadar dan terbangun dari koma. Pekerjaan yang menggunung tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berada di sisi Regina. Ayah Starla itu bahkan rela membayar satu ruangan sebelah untuk anak dan dirinya istirahat.


Tak ingin ketinggalan kabar sang mantan, Bryan melakukan pekerjaannya di rumah sakit. Semua pertemuan diwakilkan pada asisten dan sekretarisnya. Dia tidak ingin menyesal untuk kedua kali, cukup sekali kesalahan fatal yang dilakukan.


Kini Bryan ingin memperbaiki kesalahannya dengan berjanji pada diri sendiri akan menikahi Regina lagi begitu tersadar dari koma. Oleh karena itu, dia tidak pernah beranjak dari sisi wanita itu. Laki-laki itu takut saat dia meninggalkan Regina, wanita itu, walau hanya sebentar.


Starla gadis cilik itu tidak mau berpisah dari sang ibu. Selama ini dia selalu ikut kemanapun ibunya pergi, walau selalu dalam gendongan sang pengasuh. Bisa melihat dan berada di dekat sang ibu, membuat bocah itu merasa tenang.


"Bangun Regina! Bangunlah, apa kamu tega melihat aku dan Starla seperti ini? Aku tahu aku salah, tapi bukan seperti ini hukuman yang aku inginkan!"


Bryan kembali menangis bila hanya berdua dengan Regina. Rasa menyesal telah menjatuhkan talak pada wanita yang telah bersama dengannya selama sepuluh tahun terakhir ini. Rasa cemburunya menutup akal sehat sehingga tetap menjatuhkan talak walau tanpa bukti yang kuat, hanya berdasarkan dugaan saja.


Malam ini, Alya kembali melakukan shalat istikharah. Gadis itu ingin memastikan hatinya tidak salah memilih. Berbagai pertimbangan telah dipikirkan masak-masak agar tidak ada penyesalan di akhir nanti.


Anak pasangan Raka dan Shofie itu juga menghubungi orang tuanya terkait ajakan menikah Reno. Dia ceritakan semua tanpa ada yang tersisa. Gadis itu meminta pendapat orang tua agar tidak salah langkah.


"Semua kami kembalikan padamu, Nduk. Kamu yang akan menjalani nanti, bukan kami. Jika sekiranya kamu rasa berat jangan dilanjutkan, tetapi kalau kamu sudah yakin dengan keputusan kamu jalani semua dengan hati ikhlas. Insyaallah akan dipermudah oleh Allah," ucap Shofie pada anak sulungnya.


"Kami hanya memberi restu dan mendoakan kebaikan untukmu. Semua itu tetap kamu yang akan menjalani bahtera itu," tambah Raka menimpali ucapan sang istri.

__ADS_1


Berat sebenarnya Alya mengambil keputusan ini. Keputusan ini yang akan menentukan kehidupannya di masa mendatang. Apapun yang sudah diputuskannya tidak bisa diubah.


Pernikahan adalah perjanjian seumur hidup dengan pasangan. Baik buruknya pasangan yang kita pilih harus kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak. Namun, semua itu tidak lepas dari campur tangan Allah, karena jodoh kita sudah ditetapkan oleh-Nya.


Tak jauh berbeda dengan Alya, Reno pun diselimuti kebimbangan. Sungguh dia takut ajakannya menikah ditolak oleh gadis itu. Jika sampai ditolak nanti, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi putri kecilnya.


Anaknya sudah candu pada Alya. Sudah beberapa kali dia mencoba mengenalkan sang anak kesayangan dengan beberapa teman kerja maupun teman sekolah. Hasilnya tetap sama, Mentari menolak kehadiran mereka.


Hanya Alya yang bisa membuat sang anak tersenyum lepas. Gadis itu bahkan bisa membuat kesehatan Mentari berangsur membaik. Kini bayi kecil yang sempat koma itu sudah kembali ceria walaupun masih terpasang infus di tangannya.


Sebenarnya apa yang dirasakan oleh seorang anak itu tergantung pada orang tuanya. Begitu juga dengan Mentari, dia seperti itu karena sang ayah yang tidak bisa berpaling dari Alya. Setiap hari nama gadis itu selalu disebut dalam do'a ayah Mentari.


Tidak hanya pada waktu sholat lima waktu, di pertiga malam pun nama Alya tak pernah luput disebut. Bukan hanya do'a agar dipersatukan, tetapi lebih untuk kesehatan dan kebahagiaan gadis itu. Cintanya pada gadis itu memang sudah begitu mendalam dan menyatu dengan darah.


Kini, do'a yang diminta oleh Reno adalah jodoh yang terbaik untuknya sesuai ketentuan Sang Pemilik hidup. Dia tidak berharap banyak lamarannya akan diterima begitu saja oleh sang pujaan hati, mengingat begitu banyak luka yang dia torehkan pada gadis itu. Walau sebenarnya luka itu bukan atas keinginan dia.


"Ren, kalau Nak Alya tidak menerima lamaran kamu, bagaimana dengan Mentari?" tanya Mama Listyawati cemas.


Wanita paruh baya itu sangat berharap lamaran anaknya diterima dan mereka bisa hidup bahagia bersama. Melihat betapa sayangnya Alya pada sang cucu, besar kemungkinan hidup mereka bisa bahagia nanti. Namun, jika gadis itu menolak lamaran Reno tidak bisa dibayangkan bagaimana kondisi Mentari nanti tanpa bertemu Alya.


"Mama do'akan saja, semoga Allah merestui kami sehingga kami disatukan dalam ikatan suci pernikahan," jawab Reno lugas.

__ADS_1


Sungguh dia tidak ingin melihat ibu dan anaknya kecewa, tetapi semua itu sudah menjadi rencana Allah untuk hidupnya. Jika dia dan Alya berjodoh pasti akan ada jalan untuk bersatu. Akan tetapi, jika tidak berjodoh akan selalu ada alasan untuk menjauh dan berpisah


Hari ini waktu yang dijanjikan oleh Reno untuk mendapatkan jawaban dari Alya. Sejak pagi hati ayah Mentari itu diliputi kecemasan. Laki-laki itu merasa was-was lamarannya akan ditolak oleh gadis pujaan hatinya.


Untung saja hari ini dia tidak ada tugas di lapangan. Reno sedang mempelajari kasus yang ditanganinya beberapa bulan lalu. Laki-laki itu tidak bisa fokus mengumpulkan data terkait, hanya melamun jika ruangannya sepi.


Sore hari, jam lima sore laki-laki itu pulang kerja singgah ke rumah sakit untuk melihat keadaan sang anak. Reno hanya mampir sebentar di rumah sakit, setelah itu dia bergegas pulang untuk persiapan bertemu dengan sang pujaan hati.


Setelah Maghrib, duda satu anak itu mulai menempuh perjalanan menuju kafe 'Rasha'. Lebih cepat dari waktu yang dijanjikan oleh Alya sebenarnya, tetapi karena tidak bisa tenang Reno memilih menemui pujaan hatinya lebih cepat.


Tak butuh waktu lama untuk sampai dia kafe 'Rasha', karena mereka berada masih di dalam kota.


"Semoga jawaban Alya tidak mengecewakan dan membawa kebaikan bersama," gumam Reno.


Tak jauh berbeda dengan Reno, Alya pun diliputi kecemasan. Gadis cantik itu takut salah mengambil keputusan sehingga akan mendapatkan kemudharatan. Dalam hatinya selalu memanjatkan do'a agar keputusannya adalah yang terbaik untuk semua.


*


*


*

__ADS_1


Janga lupa mampir ya!



__ADS_2