Penantian Cinta Alya

Penantian Cinta Alya
Bonchap 2


__ADS_3

Regina akhirnya terbangun setelah tidur panjang selama satu bulan lebih. Wajahnya kini tampak tirus, badan kurus hanya kulit membaut tulang. Hanya bola matanya saja yang tampak membesar karena penyakit yang menggerogoti.


Bryan merasa bahagia karena sang mantan istri sudah tersadar. Walaupun suaranya sangat lirih, wanita itu masih bisa diajak komunikasi. Tidak seperti sebelumnya, matanya selalu terpejam, hanya air mata yang berbicara.


"Aku ingin kita menikah lagi secepatnya," ucap Bryan seraya menggenggam tangan sang istri.


Regina menjawab ajakan mantan suaminya itu hanya dengan gelengan kepala. Dia tidak mungkin menikah lagi karena hanya akan membebani pasangannya nanti. Kini, wanita janda Bryan itu hanya menunggu waktu dipanggil Tuhan.


"Kenapa?" tanya Bryan ketika melihat gelengan kepala mantan istrinya.


"Masih banyak wanita di luar sana yang lebih sehat, yang bisa melayani jiwa dan ragamu. Buka hatimu, beri kesempatan pada mereka para wanita di luar sana untuk merebut hati kamu," bisik Regina dengan suara terbata.


"Aku hanya mau kamu, Regina. Bukan yang lain," tekan Bryan dengan suara lirih.


"Aku tinggal menunggu waktu. Umurku sudah tidak lama lagi. Jodoh kita hanya sampai tahun lalu saat kita bercerai," jawab Regina dengan bibir tersenyum.


"Aku minta maaf, jika selama menjadi istrimu tidak bisa patuh dan membangkang. Aku berdo'a, semoga kamu mendapatkan istri yang jauh lebih baik dariku. Seorang istri yang patuh dan hormat terhadap suami," lanjut Regina dengan terbata dan lemah.


Bryan meletakkan jari telunjuknya di bibir sang mantan. Meminta pada wanita itu untuk diam saja. Regina belum pulih benar sehingga belum bisa terlalu banyak bicara.


"Ssttt! Kamu jangan terlalu banyak berbicara dulu," kata Bryan dengan lembut. "Tidurlah, aku akan menjagamu!"


Cinta Bryan pada Regina semakin besar saat tahu kebenarannya. Ada rasa penyesalan yang mendalam karena telah menyakiti orang yang berjuang bersamanya dan tidak bersalah sedikit pun. Semua itu dikarenakan mata hatinya dibutakan oleh rasa cemburu yang berlebihan.


"Maafkan aku, Dear," ucap Bryan setelah mata Regina terpejam.

__ADS_1


Bryan dengan sabar menjaga dan mengurus Regina. Namun, dia tidak bisa bebas mengurus sang mantan karena sudah tidak ada ikatan lagi. Oleh karena itu, akhirnya dia nekat membawa seorang ustad/kyai untuk menikahkan mereka walau Regina keberatan.


Ustad itu menjelaskan pada Regina, bahwa Bryan tidak boleh mengurusnya jika tanpa ikatan, sehingga mau tidak mau akhirnya mengiyakan. Akan tetapi, sebelum mereka menikah, Regina meminta dibimbing mengikuti keyakinan Bryan.


Dengan disaksikan oleh orang tua dan kedua kakaknya serta sang anak, Regina mengikuti keyakinan Bryan. Setelah itu, acara dilanjutkan pengucapan janji suci sehidup semati. Kini, Bryan dan Regina sudah kembali menjadi suami istri.


Senyum Bryan kembali mengembang setelah lebih setahun senyum itu menghilang. Ditambah lagi, sekarang Regina mau diajak berobat ke tempat yang lebih canggih.


Sementara itu, Alya dan Reno seperti biasa disibukkan dengan banyak urusan. Di samping profesinya sebagai polisi, Reno juga belajar mengelola kafe. Tidak hanya itu saja, pendidikan magister hukum yang diambilnya kini telah sampai pada pembuatan tesis.


Belum lagi tingkah Mentari yang menggemaskan sekaligus menguji kesabaran, membuat kepala Reno pusing tujuh keliling. Namun begitu, sakit kepalanya akan sembuh jika sudah me time bersama sang istri. Alya adalah obat segala penyakit yang menghampiri Reno.


Seperti sore ini, Reno pulang kerja dengan wajah kuyu karena banyaknya kasus yang harus ditangani. Apalagi sekarang ini sudah berpangkat Bripka, kesibukannya semakin banyak. Jadwal pun semakin padat.


"Mas," ucap Alya menyambut kepulangan sang suami dengan wajah segar dan baju yang menyegarkan mata.


Alya mengambilkan minum untuk suaminya itu, lalu meletakkan di meja. Wanita cantik itu membantu melepaskan sepatu sang suami, sebagai wujud baktinya.


Rumah tangga Reno dan Alya tampak harmonis karena keduanya saling mengalah dan mengingatkan. Jika ada masalah akan dibicarakan baik-baik agar tidak menjadi semakin larut dan besar.


"Terima kasih, Sayang," ucap Reno setelah sang istri selesai melepaskan sepatunya.


"Sini, duduk dekat Mas! Mas kangen ngobrol sama kamu," pinta Reno pada sang istri usai Alya menyimpan sepatunya.


"Ini sudah malam, Mas. Mas mandi aja dulu, aku siapkan airnya. Setelah bersih terus makan aku temani sambil ngobrol. Bagaimana?" jawab Alya dengan suara lembut.

__ADS_1


Reno pun mengangguk lalu bergegas ke kamar diikuti sang istri dari belakang. Alya sendiri memilih menyiapkan air untuk mandi sang suami saat, suaminya itu membuka baju. Setelah itu, istri Reno mengambilkan baju ganti untuk polisi berpangkat Bripka itu.


Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk mandi. Reno keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk menutupi bawah perut sampai lutut saja. Dada bidangnya dibiarkan terbuka dengan tetesan air dari kepala.


Alya tampak membuang muka karena malu, padahal usia pernikahan keduanya sudah menginjak satu setengah tahun tetapi dia masih malu melihat suaminya bertelanjang dada. Pipinya merona karena malu, sehingga Reno yang melihat itu malah menjahilinya.


Akhirnya makan malam Reno dibuka dengan memakan sang istri sampai istrinya tidak berdaya. Anak-anak yang tidur lelap membuat pasangan muda itu bebas memadu kasih tanpa gangguan sama sekali.


"I love you," ucap Reno setelah keduanya selesai memadu kasih, mendaki puncak nirwana.


"I love you too," sahut Alya dengan mata terpejam karena kelelahan setelah tenaganya habis terkuras melayani sang suami.


Tak lama kemudian, Alya sudah berlayar ke alam mimpi tanpa menunggu membersihkan badan terlebih dahulu. Reno yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan senyum mengembang. Dia merasa bangga karena masih memiliki stamina yang prima sehingga membuat sang istri selalu terkapar tak berdaya usai melayaninya.


"Kamu tahu, Sayang. Kamu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk Mas. Mas akan selalu mencintaimu dan menjaga kamu dan anak-anak kita sampai habis usia. Selamat tidur, Sayang. Semoga mimpi indah."


*


*


*


Terima kasih telah membaca dan mendukung karya receh othor gabut yang terlalu biasa iniπŸ™πŸ™πŸ™


Lop lop sekebon pisang untuk kalian 😘😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya othor yang baru Jerat Cinta Pak Dosen



__ADS_2