Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
10. RESEPSI


__ADS_3

Kini hari telah berganti dan ini adalah saat dimana Alena dan Akbi akan melangsungkan resepsi pernikahan mereka.


Akbi dan Alena masuk dengan bergandengan tangan menuju ball room hotel tempat dilaksanakan nya pesta resepsi pernikahan keduanya.


Alena tampil cantik dengan balutan gaun sederhana namun terlihat anggun dan elegan dengan rambut di sanggul dan tiara di atas kepalanya.


Dengan tubuhnya yang mungil dia terlihat seperti seorang peri yang cantik.


Sedangkan Akbi memakai jas dan toxedo yang senada dengan gaun yang di pakai oleh Alena, dia tampil gagah dengan aura ketampanan yang semakin terpancar.


Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi, yang satu tampan dan gagah dan yang satunya lagi terlihat cantik, manis dan elegan, penampilan mereka saling melengkapi satu sama lain.


Saat mereka sedang sibuk menyalami tamu tiba tiba datang tamu yang tak di harapkan kedatangan nya, siapa lagi kalau bukan Monika kekasih Akbi.


Dari jauh Nyonya Sarah melihat Monika berjalan menuju pelaminan dimana Akbi dan Alena sedang mengalami para tamu.


"Pah lihat deh disana, ngapain coba dia pake acara dateng ke acara ini, awas aja pah kalau nanti dia buat onar, mamah akan beri perhitungan sama dia" Kata nyonya Sarah sambil menatap kesal ke arah Monika.


"Dah Mamah tenang aja dia juga pasti nggak akan berani ngelakuin itu, dan kalau dia sampai berani buat onar di sini papa juga nggak akan tinggal diam" Kata Tuan Hendrawan menenangkan istrinya.


Kini Monika sudah sampai di pelaminan dan bersiap memberikan salam untuk Akbi dan Alena.


Akbi melotot saat melihat Monika ada di depan nya, sedangkan Alena yang tidak tau siapa tamu itu nampak biasa saja sampai akhirnya Monika bicara.


"Selamat ya Akbi atas pernikahan kamu" Kata Monika sambil menjabat tangan Akbi.


"Jangan lupa janji mu padaku" lanjutnya dengan berbisik di telinga Akbi.


Akbi hanya diam karena dia masih kaget dengan keberanian Monika datang kemari


"Selamat ya atas pernikahan nya" kini dia menjabat tangan Alena, lalu dia mendekatkan bibirnya ke telinga Alena.

__ADS_1


"Untuk saat ini kamu bisa tersenyum karena sudah merebut kekasihku tapi sebentar lagi kamu pasti akan menangis karena Akbi akan tetap memilihku dari pada kamu"


Kini mata Alena dan Monika saling menatap tajam.


"Kamu tenang saja itu semua tidak akan terjadi, karena aku tidak akan membiarkan hama perusak ada di kebunku" Kata Alena dengan tenang, meski sebenarnya dia agak takut kalau apa yang di katakan Monika benar akan terjadi mengingat suaminya masih mencintainya.


"Ok kita lihat saja nanti"


Alena jadi tau kalau wanita yang tadi adalah kekasih Akbi, setelah mengucapkan itu Monika segera turun dia pun menyunggingkan senyum sinis ke arah Alena. dia yakin Alena pasti akan merasa takut mendengar kata kata nya tadi.


'Dia pikir dia sudah menang karena sudah menjadi istrinya Akbi, aku pastikan Akbi akan segera menceraikan mu' Kata Monika dalam hati lalu dia segera pergi dari sana dia sudah cukup puas setelah mengatakan itu pada Alena.


"Kekasihmu cantik, tapi kelihatannya dia bukan orang yang baik" kata Alena dengan berbisik.


"Tau apa kamu soal dia, memang kamu pikir kamu sudah jadi orang yang baik" jawab Akbi juga berbisik sambil menatap tajam mata Alena.


"Aku memang bukan orang baik tapi setidaknya aku tidak akan mau menjalin hubungan dengan pria yang sudah menikah" Kata Alena dengan balas menatap mata Akbi.


"Kamu tidak sadar kalau kamu yang sebenarnya orang ketiga di antara kami" Akbi masih menatap Alena.


Mereka masih saling menatap sampai ada seseorang datang dan berdehem untuk menyadarkan mereka, karena dia sudah cukup lama melihat mereka saling menatap.


"Eehmmm" Dehem orang itu


Alena dan Akbi pun langsung menoleh ke arah suara tadi.


"Maaf sudah mengganggu kalian, saya hanya ingin mengucapkan selamat pada tuan Akbi dan nona Alena" Kata pria itu menjabat tangan Akbi lalu menjabat tangan Alena.


"Tidak apa apa Tuan Reihan harusnya kami yang minta maaf bukan maksud kami mengabaikan anda" Kata Alena merasa tidak enak pada Reihan.


Reihan adalah pelanggan setia di butiknya, bahkan terkadang mereka makan siang bersama sambil berdiskusi jika Reihan memesan jas khusus.

__ADS_1


"Tidak papa nona Alena, hanya saja saya merasa terkejut saat mendapat undangan resepsi pernikahan anda nona, karna saya tidak pernah mendengar anda akan menikah sebelumnya" Kata Reihan.


Dia memang kecewa saat tau wanita yang selama ini di sukanya sudah menikah, tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan resa kecewanya dia juga berharap kalau Alena bisa bahagia dengan pernikahannya ini.


Karna kalau sampai Akbi menyakiti Alena maka dia tidak akan segan untuk merebut Alena dari suaminya.


"Mungkin karena saya tidak suka mengumbar privasi saya jadi anda mungkin itu alasan anda tidak tau kalau saya sudah menikah tuan" kata Alena berkilah tidak mungkin kan dia bercerita yang sebenarnya pada pelanggan nya itu.


"Ya mungkin memang begitu, anda sangat profesional saat bekerja dan tidak suka mengumbar privasi anda"


"Anda sangat beruntung karena bisa menikahi wanita se sempurna nona Alena, jaga dia baik baik karena kalau tidak akan ada banyak pria yang akan mengambil nya darimu" kata Reihan menepuk bahu Akbi.


Setelah itu dia turun tapi dia masih terus mengamati Alena dari tempat duduknya, dalam hatinya dia terus memuji kecantikan Alena dengan gaun pengantin itu.


Sedangkan di pelaminan Akbi penasaran dengan pria yang tadi datang dan berbincang dengan istrinya


"Yang tadi itu siapa" tanya Akbi sedikit ketus, ntah mengapa dia merasa tidak suka Alena terlihat akrab dengan pria tadi.


"Tadi itu pelanggan setia di butik ku, dia juga sering memesan jas khusus" jawab Alena.


"Benarkah, tapi kalian terlihat sangat akrab tadi saat berbicara" kata Akbi.


"Itu karena kamu sudah saling kenal dan lumayan sering bertemu, karna setiap dia datang dia selalu ingin aku sendiri yang membantu nya memilih jas, dia bilang selera ku bagus jadi dia selalu ingin aku yang membantu nya" jawab Alena.


"Kamu yakin dia tidak ada rasa padamu, kalian kan sering bertemu dan berinteraksi" Kata Akbi masih belum puas dengan jawaban Alena.


"Hey aku ini orang yang profesional saat bekerja, jadi aku rasa dia tidak punya perasaan lebih padaku, tapi,,,,,, tunggu dulu jangan bilang sekarang kamu lagi cemburu sama tuan Reihan?" Tanya Alena dengan tersenyum mengejek.


"K,,,,kamu jangan ngarang ya siapa juga yang cemburu, nih kamu dengar ya mau kamu beneran punya hubungan khusus sama dia pun aku juga nggak akan perduli malah itu bagus" Kata Akbi pada Alena.


"Padahal aku sih seneng seneng aja kalau kamu cemburu, itu tandanya kamu udah mulai cinta ke aku" Alena berucap sambil tersenyum pada Akbi.

__ADS_1


"Jangan mimpi ya kamu, itu tidak akan terjadi" Kata Akbi penuh keyakinan.


"Kita lihat aja nanti" Balas Alena.


__ADS_2