Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
11. Ulah Mama


__ADS_3

Setelah serangkaian acara resepsi selesai kini Akbi dan Alena sedang berjalan menuju kamar hotel yang telah di pesan oleh Nyonya Sarah tak tanggung tanggung dia memesan kamar sweet room yang di hias dengan rangkaian kelopak kelopak bunga mawar dan juga lilin lilin yang indah.


Saat Akbi dan Alena masuk mereka tercengang melihat dekorasi kamar mereka, mereka jadi langsung salah tingkah saat memasuki kamar.


"Akbi"


"Alena"


Ucap mereka bersama'an.


"Kamu aja dulu mau ngomong apa" Kata Akbi pada Alena.


"Emmm a..aku akan membersihkan make up ku dulu, sebaiknya kamu mandi saja dulu" kata Alena sedikit gugup.


Ntah mengapa dia jadi gugup padahal selama seminggu ini mereka pun selalu tidur di kamar yang sama, tapi melihat kamar yang di dekorasi secantik ini membuat dia merasa gugup.


"Hhmm iya aku akan mandi terlebih dahulu" Jawab Akbi, lalu dia berjalan menuju kamarnya mandi untuk membersihkan diri karna memang dia merasa tubuhnya sudah sangat lengket dari tadi.


Sementara Akbi sedang mandi di kamar mandi, Alena menuju meja rias untuk membersihkan make up di wajah nya dan mencopot Tiara di kepalanya.


Setelah 15 menit kemudian, Akbi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, dia melihat Alena yang sedang berusaha membuka resleting gaun pengantin nya tapi tidak bisa, akhirnya Akbi mendekati Alena dan menawarkan bantuan.


"Akan ku bantu" Kata Akbi yang berdiri di belakang Alena.


Alena yang terkejut mendengar suara Akbi langsung menoleh ke arah Akbi.


"B.. boleh kalau kamu tidak keberatan" katanya sambil kembali memunggungi Akbi.


Akbi yang mendengar jawabah Alena langsung menurunkan resleting gaun Alena secara perlahan, di lihatnya punggung putih mulus Alena, Akbi sampai harus menelan ludah nya susahh payah saat melihat pemandangan indah itu.


"Akbi, sudah apa belum?" Tanya Alena membuat Akbi tersadar dari lamunannya.


"Ii...iya sudah, cepat lah barsihkan dirimu" Jawab Akbi gugup.


"Terimakasih Bi"


Setelah mengucapkan itu Alena langsung masuk ke kamar mandi.


Tak lama setelah Alena masuk ke kamar mandi terdengar suara pintu diketuk dari luar dan saat Akbi membuka pintu itu ternyata yang datang ada seorang room boy yang berdiri di depan pintu kamar hotel.


"Maaf tuan ini ada lilin aromaterapi yang di pesan Nyonya Sarah beru sampai kami akan menatanya di dalam tuan" Kata room boy itu.

__ADS_1


"Ya silahkan" Kata Akbi mempersilahkan.


Setelah mendapatkan ijin room boy itu meletakkan lilin itu di meja kamar, lilin itu hanya satu tapi ukurannya cukup lumayan besar lalu dia menyalkan apinya, setelah pekerjaan nya selesai dia pun pamit pergi.


20 menit kemudian Alena keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, dia berjalan keluar dari kamar mandi dengan langkah perlahan dengan tangan yang memegang handuk kecil untuk mengusap rambutnya.


Akbi yang melihat Alena sejak keluar dari kamar mandi tiba tiba merasa tubuhnya terbakar, Alena terlihat sangat cantik alami tanpa make up sedikit pun dan rambut basah nya itu membuat dia semakin terlihat s*xy.


Akbi merasa tubuhnya bergetar karena menahan ga ir ah nya. Tapi dia berusaha untuk mengalihkan perhatian nya agar tidak tertuju pada Alena karna dia sudah berjanji pada Monika untuk tidak menyentuh Alena.


Tapi kenapa saat ini rasanya tubuhnya memiliki pemikiran sendiri dia merasa li bi ho nya naik dengan drastis kali ini.


'Apa yang terjadi padaku, bukan kah aku sudah pernah melihat Alena seperti ini sebelumnya, tapi mengapa sekarang aku seperti tidak bisa menahan diri ku,' guman Akbi dalam hati.


Tiba tiba dia teringat dengan lilin yang dibawa oleh room boy tadi.


'Apa jangan jangan lilin tadi mengandung zat semacam obat pe ra ng sa ng ya? astaga mama kenapa dia sampai berbuat sejauh ini, aku harus segera mendinginkan tubuhku,' guman Akbi dalam hati lagi.


Tapi sebelum Akbi melangkah menuju kamar mandi tiba tiba pikiran nakal nya datang.


'Kenapa aku harus ke kamar mandi, bukankah Alena itu istriku jadi tidak masalah kan kalau kami melakukan nya, lagipula sebentar lagi dia juga akan merasakan yang sama seperti yang aku rasakan'.


Alena terkejut dengan apa yang di lakukan Akbi padanya setelah seminggu mereka menikah baru kali ini Akbi memeluknya.


"Akbi,,,,, apa yang kamu lakukan" tanya Alena dia bingung kenapa tiba tiba Akbi memeluknya dari belakang.


"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya memelukmu, bukan kah kamu istri ku? apa aku tidak boleh memeluk istriku sendiri "


"B...bukan begitu , t..tapi "


Belum selesai Alena bicara Akbi langsung membalikkan tubuh Alena dan langsung men ci um nya, ini adalah ci um an pertama untuk Alena, dia terkejut dan bingung harus bagaimana dan untuk akbi sendiri meski ini bukan yang pertama untuk nya tapi dia merasa rasanya sangat memabukkan saat benda k* ny*l tak bertulang itu menyentuh bahkan menyesap b* b*r nya lembut , dan sangat manis.


Diapun semakin memperdalam lu*at*nnya dengan meraih tengkuk Alena, setelah cukup lama akhirnya Alena memukul d*d* Akbi karena kehabisan oksigen.


Ini adalah ci**an pertama nya jadi dia masih terlihat kaku dan belum tau cara mengatur nafasnya


"B*b*rmu sangat manis, apa tadi c**man pertama mu? tanya Akbi berbisik di telinga Alena dengan suara seraknya dan di jawab anggukan kepala oleh Alena.


Alena merasa geli saat merasakan nafas Akbi serasa menggelitik di telinganya wajahnya jadi berubah memerah apa lagi dia pun sudah menghisap aroma lilin tadi.


"Alena wajahmu memerah, apa kamu mau aku mendinginkan tubuh mu kata Akbi berbisik lalu men**lat kuping Alena.

__ADS_1


Alena semakin merasa gelenjar aneh di tubuhnya karena tindakan nakal Akbi barusan walau dia belum pernah melakukan nya tapi sebagai wanita dewasa dia tentu tau apa yang di maksud Akbi barusan.


"Tapi Bi...kamu tidak mencintai ku, kata Alena dengan nafas yang mulai berat.


"Tapi aku suamimu, kamu bilang akan menjalani pernikahan ini dengan sungguh sungguh, jadi ini juga kewajiban mu istriku"


Setelah mengucapkan itu Akbi langsung menggendong Alena dan meletakkan kan nya di ranjang penuh bunga itu dengan lembut.


Dia mulai menc****i Alena sebelum memulai penyatuan, b*b*r nya terus men***mi bi*bir Alena dan kemudian turun ke leher Alena dia memberikan beberapa ******* pada leher alena tangan nya tidak mau tinggal diam menjalar kesana kemari.


"Alena apa ini yang pertama untuk mu? tanya Akbi dengan suara seraknya.


Alena mengangguk malu.


"Kalau begitu aku akan pelan pelan kamu tahan sedikit ya, " setelah mengucapkan itu.


Dia menghentakkan miliknya ke rumah baru nya yang masih terkunci, dengan sekali hentakan.


Jleb,,,,


"Aww"


"Aahhhh"


.


.


.


.


.


.


.🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Adegan selanjutnya di skip y kak, nanti nggak bisa lulus review


Happy reading,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2