Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
18. Menemui Monika


__ADS_3

Akbi jadi gelagapan mendengar pertanyaan Alena yang tepat benar adanya, tapi sebisa mungkin dia bersikap biasa saja agar Alena tidak terlalu curiga.


"Tentu saja tidak sayang, aku akan setia sama kamu" kata Akbi lalu memeluk tubuh Alena dengan erat. Sungguh dia takut kalau sampai Alena tau sebenarnya.


******


Setelah kedua nya selesai ganti baju dan sarapan pagi kini keduanya telah berada di mobil masing masing, Akbi menuju kantor nya, dan Alena menuju butiknya.


Sesampainya di kantor Akbi masih terus kepikiran dengan pertanyaan Alena tadi, dia kuatir kalau Alena mengetahui kebohongan nya maka Alena akan meninggalkannya.


"Aahhhh,,,,,,,,, otakku rasanya mau pecah, aku harus bisa membujuk Monika agar kita bisa berpisah baik baik" Akbi mencoba mencari cara agar Monika mau berpisah darinya.


Seharian ini Akbi bekerja dengan tidak konsentrasi, pikirannya terus tertuju pada Alena. pekerjaan nya pun jadi terbengkalai karena Akbi tidak bisa konsentrasi.


Akbi sudah tidak bisa menunggu terlalu lama lagi akhirnya dia menelfon Monika dan mengajaknya bertemu sekarang juga. Mereka pun akhirnya sepakat bertemu di sebuah restoran dan memesan private room seperti biasa, karena selama ini mereka menjalin hubungan dengan sembunyi sembunyi.


Setelah memesan reservasi Akbi segera meraih kunci mobil dan segera keluar dari kantor, para karyawan yang melihat Akbi lewat semuanya kompak berhenti sejenak dan memberi hormat pada bos mereka itu.


Akbi keluar dari kantor nya dan menaiki mobilnya menuju restoran tempat dia dan Monika akan bertemu. Akbi sudah membuat keputusan untuk membujuk Monika agar mau mengakhiri hubungan mereka, karena menurutnya ini lebih baik baik dari pada nanti Alena sampai tau dan pergi meninggalkan nya. Membayangkan saja yang rasanya tidak sanggup apa lagi kalau benar itu yang akan terjadi nanti.


Lagi pula Monika adalah seorang model terkenal, dia juga cantik dan sexy, pasti dia bisa dengan mudah kan mendapatkan pengganti nya pikir Akbi.


Sambil menyetir Akbi juga mulai merangkai kata kata yang akan dia katakan nanti, tidak mungkin kan Akbi langsung bilang to the poin bisa bisa Monika kalap lagi seperti dulu.


Mobil yang di kendarai Akbi sampai di sebuah restoran berbintang di kota itu,. Akbi dengan langkah gagah keluar dari mobil dan masuk ke restoran.


Setelah masuk dia segera menuju ke tempat reservasi yang dia pesan di salah satu private room restoran tersebut.

__ADS_1


Saat Akbi masuk ke dalam ruangan yang dia pesan, ternyata di sana Monika terlebih dulu ada di dalam dan sedang meminum minuman pesanannya.


Merasa pintu terbuka, Monika langsung mengadakan wajahnya sambil tersenyum, dia yakin kalau yang datang pasti Akbi, dan benar saja yang datang memang Akbi.


"kau sudah lama sampai sini nya?" tanya Akbi berbasa basi.


"Aku baru sebentar sampai nya tidak menunggu lama kok" kata Monika dengan senyum merekah.


Karena baru kali ini setelah Akbi menikah diaengajak Monika makan bersama di restoran, biasa selalu saja Monika yang mengajaknya pergi, dan itupun harus dengan ancaman baru Akbi mau menuruti keinginan nya, jadi saat tadi Akbi menghubungi nya untuk bertemu di restoran ini Monika segera datang ke tempat mereka biasa makan.


Tak berapa lama setelah Akbi duduk datang seorang pelayan mengantarkan buku menu untuk Akbi dan Monika


"Saya pesan salat satu sama, kamu pesen apa sayang?" tanya Monika pada Akbi.


"Terserah kamu aja" jawab Akbi singkat.


"Baik nona saya permisi dulu" kata pelayan itu lalu permisi keluar dengan sopan.


Setelah perginya pelayanan itu Monika langsung mengajak Akbi bicara, karna di lihatnya dari tadi Akbi hanya diam dan terlihat tidak tenang.


"Aku seneng deh setelah sekian lama kamu ngajak aku makan di luar lagi, biasanya kalau nggak aku yang ngajakin ketemu atau makan bareng kamu nggak pernah ngajak duluan, jadi sekarang aku seneng banget kamu jadi kayak dulu lagi" Monika berucap sambil terus tersenyum.


Monika senang sekali dia merasa kalau akhirnya Akbi kembali seperti Akbi yang dulu, Akbi yang sangat mencintai nya.


"Nanti ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu" kata Akbi menatap Monika dengan tatapan sulit di artikan.


"Kamu mau bicara apa? Ngomong aja sekarang ngapain nunggu nanti?" Tanya Monika penasaran, dia mulai menerka nerka apa yang akan Akbi katakan.

__ADS_1


"kita bicara nanti saja setelah makan" jawab Akbi, dia masih mencoba merangkai kata yang tepat dalam hati nya agar Monika bisa mengerti.


"Kamu tuh bikin aku penasaran aja tau nggak" kata Monika semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Akbi nanti.


Dia merasa kalau apa yang akan di katakan Akbi pasti hal yang serius, melihat dari raut wajah Akbi dan cara bicaranya.


Tak lama kemudian makan pesan mereka pun datang, Monika sebagai seorang model terkenal memang selalu menjaga berat badan nya, dia selalu makan salad atau makanan yang rendah kalori dan lemak, karna dia ingin selalu tampil cantik dan langsing.


Akbi dan Monika makan dengan sibuk dengan pikirannya masing masing Monika berfikir apa yang akan di katakan Akbi sedangkan Akbi berfikir cara mengakhiri hubungan gelap di antara mereka berdua.


Setelah makan, Akbi berdehem sebelum memulai pembicaraan nya dengan Monika.


"Monika ada hal penting yang harus aku bicara dengan mu soal hubungan kita" kata Akbi memulai pembicaraan nya.


Monika langsung memasang wajah serius saat Akbi mengatakan ingin membicarakan hubungan mereka, dan dia tak sabar menunggu Akbi bicara hingga Monika langsung memotong kata kata Akbi.


"Apa kamu sudah dapat cara untuk berpisah dengan wanita itu?" tanya Monika pada Akbi.


"Sebenarnya aku ingin mengakhiri hubungan kita berdua Monika, hubungan di antara kita itu salah tidak seharusnya hubungan ini masih di pertahankan Monika." kata Akbi membuat Monika bagai di samber gledek di siang bolong.


"Akbi apa yang kamu katakan? aku sudah bilang kan kalau aku tidak ingin mengakhiri hubungan di antara kita. Kamu juga sudah janji kan akan ninggalin Alena dan milih aku. Tapi kenapa sekarang kamu malah mau mengakhiri hubungan kita. Ohhh aku tau pasti wanita ja**ng itu kan yang udah ngehasut kamu biar kamu ninggalin aku?" tanya Monika dengan marah bagaimana mungkin dia akan terima kalau Akbi tiba tiba mau mengakhiri hubungan mereka. Tidak akan Monika tidak akan pernah bisa menerima itu.


Mendengar Monika memanggil Alena dengan sebutan wanita ja**ng, Akbi jadi ikut tersulut emosi, dia tidak terima istrinya yang begitu baik dan sempurna di katakan ja**ng oleh Monika. Bahkan kalau di bandingkan istrinya Alena jauh lebih baik dari pada Monika.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2