Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
31. Pertengkaran


__ADS_3

Akbi duduk termenung di kursi kebesaran nya di kantor. Arah matanya terus menatap pada sebuah amplop dengan label pengadilan agama di meja kerjanya.


Rupanya sehari setelah ke pulangannya dari rumah sakit Alena sudah mendatangi pengadilan agama untuk mendaftarkan gugatan cerai nya. Dia benar benar tidak mau menundanya lagi jadi segera setelah dia sembuh Alena segera mengurus perceraiannya dengan Akbi.


Akbi sendiri merasa bersalah dan menyesal kenapa dia bisa melakukan ini. Bagaimana bisa dia menyakiti perempuan yang sangat di cintainya itu. Dan dengan bod*hnya dia berfikir kalau Alena tidak akan tau tentang hubungan nya dengan Monika.


Meski dirinya tidak sengaja masih menjalin hubungan dengan Monika tapi kenyataannya memang dirinya sudah menduakan cinta Alena. Tapi jika berpisah dia tidak sanggup, Akbi bertekad bahwa dirinya akan berusaha meyakinkan Alena agar mau memaafkan kesalahannya dan mau kembali lagi padanya seperti dulu.


Dan untuk masalah Monika Akbi sudah tidak mau berurusan lagi dengan dia. Akbi tidak perduli mau Monika akan mengancamnya lagi atau tidak dirinya tidak mau perduli lagi. Karena benar memang apa kata Alena, semua kekacauan ini terjadi karena dirinya sendiri yang tidak bisa tegas dengan keputusan nya sendiri.


********


Di sisi lain........


Monika sedang mengamuk di apartemennya, dia menghancurkan semua barang barang yang ada di apartemennya.


Sudah lebih dari seminggu Akbi tidak bisa di hubungi sama sekali. Bahkan terkesan menghindar, setiap Monika berusaha menemui Akbi, Akbi selalu tidak ada ntah itu di kantor ataupun di apartemen.


Hari ini untuk ke sekian kalinya Monika datang ke kantor Akbi. dan seperti yang sudah sudah sekertaris Akbi selalu mengatakan kalau Akbi sedang ada meeting di luar, dia tidak ada di kantor.


Tapi Monika yang sudah sangat marah karena tidak bisa bertemu Akbi selama lebih dari seminggu ini langsung menerobos masuk ke ruang Akbi meski di halangi sekertaris Akbi.

__ADS_1


"Akbi ternyata benar kamu ada di sini?" teriak Monika begitu membuka pintu.


Akbi menatap Monika dengan kesal karena kedatangan nya malah membuat dia makin pusing.


"Maaf pak saya sudah berusaha menghalang-halangi Bu Monika masuk tapi Bu Monika memaksa masuk tadi pak" ucap sang sekertaris dengan tertunduk, dia takut di salahkan bosnya lalu di pecat karena melakukan kesalahan.


"Hmmm kamu keluar saja" jawab Akbi dengan menatap tajam pada Sandra sang sekertaris.


Sandra jadi makin takut dan langsung keluar ruangan begitu di suruh Akbi.


Kini di ruang kerja Akbi hanya ada Monika dan dirinya. Monika berjalan mendekati Akbi yang masih duduk di kursi kebesaran nya.Dan begitu sampai di depan meja kerja Akbi Monika langsung mencecar Akbi dengan pertanyaan.


"Karena kamu sendiri yang kesini dan kamu juga yang bertanya kenapa? maka akan aku jawab 'karena aku ingin kita putus' kamu paham itu" jawab Akbi lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Monika hingga kini dia berdiri di depan nya.


"Kamu bercanda kan Akbi, kamu ini apa apaan huh kenapa tiba tiba kamu bilang mau putus, bukannya kamu bilang nggak akan ninggalin aku huh kenapa kamu malah ingin mengakhiri hubungan kita ini" ucap Monika marah dia bicara sambil menunjuk nunjuk Akbi dengan telunjuknya.


"Aku nggak bercanda Monik, aku memang ingin kita putus, harus nya kita memang sudah dari dulu nggak ada hubungan lagi. Hubungan kita itu hanya akan membawa bencana untuk diri kita sendiri, kamu tau nggak Alena sudah tahu semua nya dan sekarang dia bersikeras ingin berpisah dari aku. Dan aku tidak mau kehilangan Alena kamu tau itu!" ucap Akbi memberi perhatian pada Monika.


"Bukannya bagus Akbi kalau dia mau pisah sama kamu! Kenapa sekarang kamu malah kelihatan nggak seneng dan kalau kamu cerai sama dia, bukannya kita bisa kayak dulu lagi. Kita nggak usah sembunyi sembunyi lagi kayak sekarang. Kita juga bisa secepatnya menikah seperti impian kita dulu. Kamu harusnya seneng dong!" ucap Monika kesal dan marah melihat Akbi tidak ingin berpisah dengan Alena.


"Aku nggak mau pisah sama istri ku karena aku sudah jatuh cinta sama Alena istriku. Aku tidak ingin bercerai dengan Alena karena aku sadar bahwa hanya dia yang aku cintai dan mencintai aku dengan tulus. Kamu paham itu! Jadi apapun yang terjadi aku nggak akan mau berpisah dengan Alena karena aku sangat mencintai nya"

__ADS_1


Plak......


Monika menampar pipi Akbi dangan sangat keras. Dia sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi saat mendengar dari mulut Akbi kalau dia mencintai wanita yang selalu dianggapnya mur*ahan itu.


(Nggak nyadar ya siapa yang mur*ahan sebenarnya 😒😒)


"Cukup Akbi berhenti bicara. Aku nggak mau denger lagi kamu bicara. Jangan sekali kali kamu bilang kalau kamu cinta sama perempuan mur*ahan itu atau...." belum selesai Monika berbicara Akbi sudah terlebih dulu memotong perkataan Monika.


"Atau apa huh? atau apa? kamu mau mengancam aku dengan bunuh diri lagi? mau sampai kapan Monik kamu mau menekan aku dengan ancaman yang sama terus huh?" tanya Akbi dengan berapi api. Dia sudah muak terus di ancaman dengan ancaman yang sama terus. Benar kata Alena kalau dirinya terlalu mudah di bod*ohi Monika. Harusnya dirinya bisa lebih tegas dari awal pada Monika.


"Akbi.... kamu...... kamu bagaimana bisa bicara seperti itu sama aku, aku ngelakuin ini semua karena aku cinta sama kamu. Aku ini orang yang paling tepat dan pantes untuk menjadi pendamping kamu bukannya perempuan mur*ahan itu!" ucap Monika tak kalah keras dari Akbi.


"Cukup Monik! aku sudah sering mengingatkan kamu agar jangan pernah memanggil Alena dengan sebutan itu. Dia itu perempuan terbaik yang pernah aku kenal. Dia bukan perempuan nggak mur*ahan seperti yang selama ini kamu bilang!" ucap Akbi semakin marah pada Monika.


"Lagi lagi kamu mbentak aku demi dia, apasih lebihnya dia dibandingkan aku Bi, dia itu nggak ada apa apanya kalau di bandingkan dengan aku!"


"Kamu salah Monik, Alena jelas lebih segalanya dalam bidang apapun di bandingkan dengan kamu!"


"Akbi kamu......" Monika sudah kehabisan akal. Dia menggunakan cara terakhir nya yaitu ancaman bunuh dirinya.


"Akbi kalau kamu nggak mau ninggalin perempuan itu dan kembali padaku maka aku akan memotong pergelangan tangan ku di hadapanmu saat ini juga" ancaman Monika mengeluarkan pisau dari dalam tasnya. Rupanya dia sudah menyiapkan ini semua untuk mengancam Akbi jika dirinya terdesak.

__ADS_1


__ADS_2