
Alena dan Akbi beranjak dari tempat tidur dan menunaikan ibadah shalat magrib berjamaah. Setelah sekian lama akhirnya mereka berdua menunaikan ibadah shalat berjamaah lagi.
Hati menjadi semakin tenang dan tentram saat bisa beribadah bersama dia yang paling di cintai.
Setelah shalat berjamaah Akbi pamit keluar untuk berbicara dengan pengurus villa dan Alena tentu langsung mengijinkan itu.
Sekitar hampir satu jam rupanya Akbi masih belum kembali juga membuat Alena jadi heran sendiri. Mengapa Akbi begitu lama bicara pada pengurus villa.
"Akbi kemana sih? Kok nggak balik balik kesini? kan aku bosen kalau di tinggal sendiri di kamar. Apa aku cari aja ya akbinya? tanya Alena pada dirinya sendiri.
"Coba cari aja deh"
Saat Alena membuka pintu kamar ternyata ada sebuah kotak berukuran lumayan besar berada tepat di depan pintu.
"Kotak apa ini. Kok ada di sini?" tanya Alena sambil mengambil kotak yang ada di depan pintu kamarnya.
Alena mengambil kotak itu lalu membukanya. Dan saat di buka Alena ternyata isinya sebuah gaun malam indah berwarna merah dan ada sebuah note di bawahnya.
"Gaunnya bagus banget ini. Apa jangan jangan buat aku ya gaun ini" Alena pun mengambil gaun itu lalu dia menemukan sebuah pesan di bawah gaun itu.
"Eh ada suratnya. Manis banget sih ada suratnya segala" Alena membawa kotak itu masuk lalu membaca isi note tersebut.
...Gaun ini tak ada apa apanya jika di pakai oleh wanita lain tapi akan sangat indah jika di pakai oleh bidadari ku. Pakailah dan tunjukkan bahwa kamu lebih cantik dan bercahaya dari pada bulan di langit....
Alena tersenyum tersipu membaca isi note itu, bibirnya tersenyum lebar dengan pipi yang terlihat merona.
"Akbi tumben banget sih pake acara ngasih kado kayak gini ke aku" ucap Alena setelah membaca note dari Akbi.
Alena lalu mengenakan gaun pemberian dari Akbi. Gaun warna merah dengan lengan Sabrina dan belahan samping sangat cocok dan pas di badan Alena. Warna merahnya sangat contrast dengan kulit putih Alena. Alena pun merias diri secantik mungkin dan juga menyanggul rambutnya dan menyisakan sedikit helaian di depan. Penampilan Alena saat ini terlihat sangat cantik, elegan, dan juga sexy.
Alena tersenyum puas melihat pantulan dirinya di cermin. Dia pun berharap Akbi juga akan terpesona melihat penampilan Alena mengenakan gaun darinya itu.
Alena keluar dari kamar nya dan berjalan menuruni tangga mencari Akbi. Saat Alena sampai di lantai satu dia di buat tercengang melihat lantai satu nampak gelap dan hanya di hiasi lilin lilin yang di susun seperti sebuah jalan. Dan di tengahnya ada sebuket bunga mawar merah dan putih yang sangat indah dan juga ada note lagi di mawar itu.
Alena mengambil bunga itu lalu mencium aroma bunga mawar itu terlebih dahulu sebelum akhirnya membaca note yang ada di bunga itu.
...Cahaya lilin ini akan menuntun mu menuju hatiku. Datanglah dan lihat seberapa besar aku mencintaimu....
__ADS_1
"Astaga Akbi...... gak nyangka bisa romantis kayak gini juga. Haaaa belum apa apa aku udah mau nangis sangking senengnya" ucap Alena sambil memeluk bunga mawar itu dan di ciumnya lagi aroma bunga mawar itu sebelum berjalan mengikuti lilin lilin yang sudah tersusun itu.
Alena terus berjalan hingga tiba di pantai yang memang ada di area villa itu. Dilihat nya Alena ada sebuah meja makan romantis yang di kelilingi oleh bunga dan lilin yang sangat indah.
Alena menutup mulutnya tidak percaya dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya itu. Ini sangat indah dan romantis menurut Alena. 'Tapi tunggu dulu sepertinya ada yang salah' gumam Alena saat menyadari ada yang aneh di situ.
"Ini romantis banget dan indah banget. Tapi dimana orang yang udah nyiapin semua ini? dimana Akbi, kok kursinya masih kosong? dia kok nggak ada di sini sih? kemana Akbi?" gumam Alena bertanya tanya.
Tiba tiba Alena melihat ada lampu sorot menyala dan terlihat Akbi sedang duduk di atas kursi dan tangannya memegang sebuah gitar akustik.
Akbi mulai memetik gitar nya lalu menyanyikan sebuah lagu untuk istri tercinta nya.
......sempurna......
...Kau begitu sempurna...
...Di mataku kau begitu indah...
...Kau membuat diriku akan selalu memujamu...
...Di setiap langkah ku...
...Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cinta mu...
...Jangan lah kau tinggalkan diriku...
...Tak kan mampu menghadapi semua...
...Hanya bersamamu ku akan bisa...
...Kau adalah darahku...
...Kau adalah jantungku...
...Kau adalah hidupku, lengkapi diriku...
...Oh sayang ku kau begitu...
__ADS_1
...Sempurna, sempurna...
...Kau genggam tanganku...
...Saat diriku lemah dan terjatuh...
...Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesalku...
...Janganlah kau tinggalkan diriku...
...Tak kan mampu menghadapi semua...
...Hanya bersamamu ku akan bisa...
...Kau adalah darahku...
...kau adalah jantungku...
...kau adalah hidupku lengkapi diriku...
...Oh sayang ku kau begitu...
...Sempurna, sempurna...
...Kau adalah darahku...
...Kau adalah jantungku...
...Kau adalah hidupku lengkapi diriku...
...Oh sayang ku kau begitu...
...Sayang ku kau begitu...
...Sempurna, sempurna...
Akbi melantunkan lagu sempurna dengan sangat merdu dan menghayati. Akbi juga terus menunjukkan senyumnya saat menyanyikan lagu itu pun istrinya, pujaan hatinya.
__ADS_1
Sedangkan Alena masih terus berdiri di tempatnya tadi sambil memeluk bunga mawar di tangannya dan menangis haru melihat betapa romantisnya suaminya.