
Tak terasa sudah lebih dari dua bulan usia pernikahan Akbi dan Alena. Selama itu juga hubungan antara Akbi dan Alena menjadi semakin membaik dan dekat, meski setiap malam Akbi selalu pulang telat tapi Alena sama sekali tidak mempermasalahkan itu karena dia yakin Akbi hanya sibuk bekerja dan tidak punya fikiran buruk tentang Akbi.
Apalagi sikap Akbi yang selama ini dirasa Alena berubah jauh lebih baik dan manis padanya ketimbang pas awal mereka menikah, jadi Alena sama sekali tidak curiga kalau Akbi masih menjalin hubungan dengan kekasihnya Monika.
Karena sikap Akbi itu juga pelan pelan, sedikit demi sedikit Alena mulai jatuh cinta dengan Akbi. Dia pun berharap Akbi juga memiliki perasaan yang sama pada nya, dia berharap pernikahan yang di awali dengan perjodohan ini dapat menjadi pernikahan yang bahagia, penuh cinta dan langgeng sampai maut memisahkan mereka.
Kini Akbi dan Alena juga sudah pindah ke apartemen Akbi, mereka sepakat pindah ke apartemen dengan alasan ingin hidup mandiri.
Meski awalnya Nyonya Sarah alias ibu mertuanya tidak setuju mereka pindah karena dia sudah menganggap Alena sebagai putri nya sendiri jadi tidak rela berpisah dengan nya tapi pada akhirnya dia pun tidak bisa menolak saat suaminya juga setuju dengan keinginan Akbi dan Alena yang ingin tinggal sendiri di apartemen.
Seperti hari hari biasa, pagi ini Alena bangun lebih pagi dari Akbi. Setelah membersihkan diri dan beribadah sholat subuh, Alena keluar dari kamar lalu menuju dapur untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.
Setelah selesai membuat sarapan dia kembali ke kamar dan langsung menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi Akbi, lalu dia menyiapkan pula baju kerja Akbi lengkap dengan dasi dan Kaos kaki.
Tak lupa Alena membuka tirai agar sinar matahari bisa masuk kekamar mereka.
Alena mendekati ranjang tidur untuk membangunkan Akbi.
"Sayang ayo bangun, ini sudah jam siang, ayo bangun nanti kesiangan ke kantor nya" kata Alena lembut dengan mengusap wajah Akbi lembut.
Akbi yang merasakan ada yang mengusap wajahnya pun terbangun. Dia tersenyum melihat istrinya yang cantik saat pertama kali membuka matanya.
Bukannya bangun, dia malah menarik tangan Alena sampai dia terjerembab dan masuk ke pelukan suaminya.
"Akbi ih,,,,,,,, bukannya bangun malah meluk meluk, bangun dulu gih udah siang nanti kesiangan lho ke kantornya, kamu itu sebagai pemimpin harus nya ngasih contoh yang ba mmm" belum sempat Alena melanjutkan kata katanya, bibirnya sudah di lu**t oleh bibir Akbi.
__ADS_1
Rupanya dari tadi Akbi sudah gemas dengan bibir mungil dan manis milik Alena itu yang sejak tadi tak berhenti bicara itu.
Alena yang awalnya terkejut mendapat Serang mendadak dari Akbi lama lama ikut terbuai dan membalas ci***n Akbi. Dan ciuman yang tadi nya lembut kini menjadi ciuman panas.
Dengan nafas memburu Akbi melepaskan ciumannya.
"kita lanjut ke kamar mandi saja" bisik Akbi dengan suara yang serak dan nafas yang memburu.
Wajah Alena langsung merah merona mendengar apa yang Akbi ucapan, memang mereka sudah menikah dan sering melakukan hubungan suami istri tapi Alena masih saja merasa malu saat Akbi menggoda nya.
Tanpa menunggu Jawaban dari Alena, Akbi segera bangkit dan m nggendong Alena menuju kamar mandi, dan terjadilah 'mandi bersama' ala mereka.
Setelah lebih dari satu jam mereka berada di kamar mandi, akhirnya mereka berdua keluar dari kamar mandi, Alena bahkan mencerbikkan bibirnya kearna sebal, tadi Akbi bilang hanya sebentar tapi kenyataannya lebih dari satu jam mereka baru selesai.
"Itu bibir nya bisa biasa aja nggak, kayak minta di cium aja" kata Akbi dan tanpa permisi mencium sekilas bibir Alena.
"Akbi ih,,,,, nyebelin banget deh katanya tadi cuma sebentar tapi malah lama, kan kita jadi telat kerjanya" kata Alena dengan sebal.
"Abisnya kamu tuh sexy dan meng*******kan sayang, bikin aku nggak bisa berhenti" kata Akbi sambil berbisik lalu menggigit pelan kuping Alena.
Alena menggeliat geli karna ulah Akbi tadi.
"Lagian juga ya sayang aku ini bosnya jadi nggak akan ada yang berani protes kalau aku dateng telat atau bahkan nggak masuk sama sekali" lanjut Akbi.
"Tapi kamu itu sebagai bos harus nya bisa ngasih contoh yang baik buat karyawan kamu, nanti kalau kamu nggak kompeten dalam kerja, maka karyawan kamu juga akan ikut nggak kompeten juga mereka akan merasa kalau mereka bisa leha leha juga kerjanya sayang" kata Alena panjang lebar menjelaskan pada Akbi.
__ADS_1
"Iya iya sayang lain kali aku usahain nggak telat lagi kerja, tapi itu kalau kamu nggak nggodain aku pagi pagi" kata Akbi dengan masih menggoda istrinya.
"Ih siapa juga yang nggodain kamu, aku kan nggak pernah nggodain kamu" balas Alena cemberut.
"kamu nggak usah ngapa ngapain deket deket sama kamu aja aku udah ngerasa kegoda sayang" kata Akbi dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Itu sih kamu aja berarti yang ngeselin, awas aja kalau kamu genit genit sama perempuan lain apalagi selingkuhin aku" kata Alena.
"Emang kenapa kalau aku selingkuh dari kamu" kata Akbi tiba tiba dia jadi tegang.
Alena dapat melihat perubahan raut wajah Akbi menjadi tegang dan lebih serius.
"kalau kamu sampai selingkuh dari aku, aku pastiin kalau aku nggak akan maafin kamu aku akan pergi dari hidup kamu Akbi" jawab Alena dengan serius.
Dia memang tidak bisa menerima sebuah perselingkuhan. Mungkin dulu awal pernikahan dia masih bisa menerima kalau Akbi memiliki kekasih karna diakuinya pernikahan mereka terlalu cepat dan mereka tidak di beritahukan kalau mereka akan di jodohkan sebenarnya.
Tapi kalau sekarang Akbi masih menduakan dirinya dan masih memiliki hubungan dengan kekasih nya dulu maka Alena tidak akan bisa menerima itu lagi. Dia juga masih punya harga diri dan tidak akan terus menerus mengemis cinta pada suaminya.
Akbi yang mendengar jawaban dari Alena semakin pucat pasi dia tidak bisa dan tidak mau kehilangan Alena, karna dia sadar kalau dia sudah jatuh cinta dengan Alena.
Sifat Alena yang lembut, baik dan kadang manja itu membuat Akbi luluh oleh pesona Alena.
Alena juga istri sempurna bagi Akbi, meski dia bekerja tapi Alena tidak pernah meninggalkan kewajiban nya sebagai seorang istri. Alena juga selalu pulang sebelum Akbi pulang dari kantor jadi setiap Akbi pulang dia bisa melihat wajah cantik istri yang menyambut kepulangan dengan senyum manisnya.
"Apa kamu memiliki hubungan dengan wanita lain di belakang ku? Atau jangan-jangan kamu masih memiliki hubungan dengan Monika?" tanya Alena saat Akbi tidak menjawab ucapannya tadi.
__ADS_1
Akbi jadi gelagapan mendengar pertanyaan Alena yang tepat benar adanya, tapi sebisa mungkin dia bersikap biasa saja agar Alena tidak semakin curiga.
"Tentu saja tidak sayang, aku akan setia sama kamu" kata Akbi lalu memeluk tubuh Alena dengan erat. Sungguh dia takut kalau sampai Alena tau sebenarnya.