Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
15. Merasa Bersalah


__ADS_3

Hari pun kini telah beranjak sore. Sesuai permintaan Monika, seharian ini Akbi berada di rumah sakit untuk menemani Monika.


Kini Akbi tengah membatu Monika untuk bersiap siap pulang karena Dokter telah mengijinkannya pulang. Sebenarnya Monika tidak harus di rawat inap karna luka di tangan Monika pun hanya tergores sedikit dan tidak berbahaya.


Tapi monika bersikeras meminta untuk di rawat inap saja satu malam. Untuk apa lagi kalau bukan untuk mencari perhatian Akbi.


"Udah nggak ada barang yang ketinggalan kan?" Tanya Akbi ke Monika.


"Udah semua kok kayak, nggak ada yang ketinggalan" Jawab Monika.


"Akbi, aku makasih banget ya kamu udah mau nemenin aku di sini seharian ini dan sekarang mau nganterin aku pulang juga" Kata Monika dengan senyum sumringah.


"Iya aku juga nggak akan ninggalin kamu dalam kondisi seperti ini sendiri Mon" Jawab Akbi.


"Ya udah kita pulang sekarang kalau semuanya udah beres" Ajak Akbi.


"Iya ayo, aku udah nggak betah lama lama di sini, pengen cepat pulang" Sahut Monika.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir satu jam, akhirnya mereka sampai di apartemen Monika.


Sebenarnya jarak antara rumah sakit dan apartemen tidak terlalu jauh tapi karena macet perjalanan yang harus nya hanya 20 menit jadi memakan waktu hampir satu jam.


Akbi turun duluan dari mobil lalu membukakan pintu untuk Monika, lalu Monika turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Akbi. Dia pun terus memeluk lengan Akbi hingga sampai ke dalam unit apartemen Monika.


Saat Akbi masuk ke dalam unit apartemen Monika, dia terkejut melihat ceceran noda darah yang cukup banyak di lantai, dia jadi merasa sangat bersalah dengan Monika, karena secara tidak langsung dia yang membuat Monika bertindak nekat seperti ini.


"Maaf ya Akbi apartemen aku berantakan, karena yang biasanya ngebersihin apartemen aku lagi cuti, tapi nanti aku bakal minta sama petugas apartemen buat ngebersihin semua ini" Kata Monika dengan pura pura merasa tidak enak, padahal semua ini masuk juga dari rencana nya dan teman temannya.

__ADS_1


"Nggak papa kok, malahan aku yang seharusnya minta maaf di sini. Karena kalau bukan karena aku kamu pun nggak bakalan ngelakuin hal seperti ini, sekali lagi aku minta maaf ya" Kata Akbi dengan penuh penyesalan, lalu memeluk tubuh monika.


Dia tak bisa membayangkan bila terjadi sesuatu pada Monika kemarin pasti dia akan merasa bersalah seumur hidupnya.


'Akhirnya rencana ku berhasil, Akbi bener bener merasa bersalah karena telah mengabaikan aku selama ini' Gumam Monika dalam hati sambil membalas pelukan Akbi.


"Iya aku udah bilang kan kalau aku bakal maafin kamu asal kamu nggak akan ngabai'in aku lagi, kamu juga nggak akan ninggalin aku" Kata Monika dalam pelukan Akbi.


"Iya" Jawab Akbi singkat.


'maafkan aku Alena, aku nggak punya pilihan lain selain ini' Gumamnya dalam hati.


Dari tadi dia selalu memikirkan Alena, bagaimana kecewanya Alena kalau tau Akbi masih berhubungan dengan Monika, Alena pasti akan marah dan yang paling membuat nya takut Alena akan meninggalkan dia, sedangkan Akbi merasa kalau dia sudah mulai menyukai Alena atau bahkan sudah jatuh cinta.


Akbi melerai pelukannya dan menuntun Monika berjalan ke kamar nya, dia memesankan makanan untuk Monika dan menyuapinya makan, setelah selesai menyuapi Monika makan Akbi pun pamit pulang.


Sontak kata kata Akbi barusan langsung membuat Monika menjadi kesal dan marah, tapi sebisa mungkin dia menahan amarahnya, dia mau membuat Akbi merasa kasal, dia harus bermain cantik untuk bisa mendapatkan Akbi seutuhnya lagi.


"Sebenarnya aku ingin kamu di sini aja nemenin aku, tapi karena aku udah janji bakal nunggu kamu sampai bisa ceraiin perempuan itu jadi aku ijinin kamu pulang, tapi aku mau setiap kamu pulang kantor kalau aku nggak ada pemotretan kamu harus mampir ke sini dulu" Kata Monika dengan menatap Akbi.


"Iya besok pulang dari kantor aku akan mampir ke sini dulu" Jawab Akbi cepat, dia tidak ingin berlama lama di sini lagi karena Alena pasti sedang menunggunya sekarang.


Apalagi seharian ini Akbi tidak memberikan kabar sama sekali pada Alena. Pikirannya terlalu kalut sampai dia lupa memberi kabar pada Alena.


Setelah Monika mengijinkan Akbi pulang, Akbi langsung segera menuju mobilnya, dia menyetir dengan cukup cepat, dia harus segera pulang ke hotel dan segera menemui Alena.


Dalam mobil Akbi terus memikirkan Alena, apa Alena nanti akan marah karena seharian di tinggal di hotel dan Akbi sama sekali tidak menelfon nya atau mengirimi pesan WA ke Alena.

__ADS_1


********


Sementara di sisi lain Alena nampak sedih dan cemas. Dia sedih karena Akbi seharian pergi dan tidak memperdulikan dia yang sendirian di hotel, tapi dia juga khawatir karena Akbi tidak menghubungi nya seharian ini, di telfon juga tidak bisa dia khawatir terjadi sesuatu pada Akbi.


Alena masih mondar-mandir di kamar hotelnya, ini sudah malam tapi Akbi belum kembali juga, dia terus mencoba menghubungi Akbi tapi malah suara operator yang dari tadi di dengar Alena. Rupa nya tadi Monika mematikan handphone Akbi secara diam dia agar Alena tidak dapat menghubungi Akbi.


Pukul delapan malam Akbi kembali sampai di hotel, dia segera menuju ke kamar inapnya.


Saat membuka pintu dia melihat Alena yang langsung menghampirinya. Tadi saat Alena berjalan mondar mandir dia mendengar suara pintu di buka dia yakin itu pasti Akbi, dia pun langsung menghampiri Akbi.


"Alena" Kata Akbi terkejut melihat Alena ada di depan pintu.


"Kamu sudah pulang, masuklah dulu" Kata Alena lalu dia mencium punggung tangan Akbi.


"Aku akan siapkan air hangat untuk kau mandi" Meski kesal pada Akbi tapi Alena tetap harus melayani suaminya, nanti setelah dia mandi baru akan bertanya kemana saja dia seharian ini pikir Alena.


Saat Alena ingin ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Akbi. Akbi malah menahan tubuh Alena dengan memeluknya dari belakang.


"Aku tau kau pasti kesal padaku karena seharian aku pergi meninggalkan mu di hotel sendirian, aku minta maaf ya" Kata Akbi dengan memeluk Alena dari belakang wajahnya pun di letakkan di cekuk leher Alena.


"Tentu saja aku kesal Akbi seharian kamu pergi nggak ada kabar ini juga hari terakhir kita menginap di sini besok udah harus cek out terus kerja lagi tapi kamu malah pergi ninggalin aku sendiri di kamar ini. Aku juga khawatir sama kamu karna nggak bisa di hubungi seharian ini" Jawab Alena lirih.


"Maafin aku ya,,, hari ini ada hal penting yang harus aku urus dan aku juga nggak sadar kalau ponsel aku mati" Akbi menjeda kata katanya dulu lalu melanjutkan lagi.


"Kalau kamu masih mau di sini kita perpanjangan ada booking kamar nya, begitu juga kerjanya kita perpanjangan cuti kita" Lanjut Akbi


"Kita nggak bisa seenaknya ninggalin kerjaan kita gitu aja Bi, aku yakin kamu nggak kerja empat hari aja pasti kerjaan kamu udah numpuk apa lagi kalau di tambah" Kata Alena, dia yakin pasti pekerjaan Akbi nanti jadi semakin menumpuk kalau terlalu lama di tinggal.

__ADS_1


"Kalau begitu kita manfaatkan malam terakhir kita di sini" Setelah mengatakan itu Akbi langsung menggendong Alena masuk ke kamar mandi untuk mandi plus plus tentunya.


__ADS_2