
Wanita itu mulai mengendarai mobil nya pelan meninggalkan club dan mulai menyusuri jalanan.
Saat tengah mengemudi dia bingung mau di bawa kemana orang yang duduk di sampingnya itu. Tidak mungkin kan kalau di bawa pulang, bisa di grebek warga kalau sampai dia malam malam bawa pulang laki laki di kontrakan nya .
Mau tanya dimana dia tinggal juga sepertinya tidak mungkin karena Reihan saat ini sedang tertidur setelah tadi mengoceh tidak jelas, tapi ada satu hal yang membuatnya kaget ternyata selama ini Tuan Reihan mencintai bosnya di butik Miss Alena.
Huh sungguh dia tidak menyangka kalau Reihan mencintai Miss Alena. Tadinya dia pikir Reihan hanya merasa kagum saja tidak sampai cinta eh tapi ternyata tuan Reihan yang dia lihat selama ini ganteng, gagah, humoris dan baik ini lagi patah hati karena cinta bertepuk sebelah tangan.
Orang yang di cintainya ternyata lebih memilih untuk kembali bersama suaminya lagi dari pada membuka hatinya pada pria lain.
Karena bingung harus pergi ke mana akhirnya Karin membawa Reihan untuk menginap di hotel saja dari pada di bawa ke kontrakan nya huh bisa berabe pikir Karin.
Yah perempuan yang menolong Reihan itu adalah Karin asisten Alena di butik. Sebenarnya Karin bukan hanya asisten biasa karena dia juga belajar jadi disainer juga dan itupun Alena yang mengajarkan kepada Karin bagaimana cara mendisain. Bagaimana cara mendapatkan inspirasi agar dapat membuat karya yang bagus.
Baginya Alena bukan hanya sekedar atasannya tapi juga kakak yang baik dan sangat pengertian. Meski dia bukan orang berada dan bukan lulusan kuliah tapi Alena mau menerima nya bekarja dan selalu membimbing dan membantunya kapanpun Karin butuh bantuan.
Karin merasa kalau Alena adalah sosok idola dalam hidupnya. Saat dia sedang merantau di Jakarta mencari pekerjaan dengan hanya bermodalkan ijasah SMA Karin sudah mencoba melamar pekerjaan di banyak tempat tapi tidak ada yang mau menerima Karin bekarja sampai suatu hari dia melihat ada lowongan kerja dari tetangga tempat dia kos. Katanya ada lowongan kerja di butik yang baru di buka.
Dan benar saja Karin langsung datang ke butik yang di maksud oleh tetangganya tadi dan Alhamdulillah dia diterima bekas di butik itu.
Walaupun awalnya hanya sebagai karyawan biasa tapi saat Alena melihat keuletan dan semangat Karin Alena yang saat itu tengah mencari asisten pun langsung menawarkan pada Karin pekerjaan itu dan Karin yang di tawari pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya pun tanpa di tanya dua kali langsung menyetujui tawaran dari bosnya itu yang selama ini di kenalnya sangat baik dan tidak pernah sombong. Dan begitu Akhirnya Karin menjadi asisten Alena di butik.
Karin pun tiba di sebuah hotel yang menurutnya cukup bagus meski bukan bintang lima karna di tidak mau membuang buang uang yang besar untuk tuan Reihan yang jelas bukan siapa siapa nya.
__ADS_1
"Mending aku kirim ke ibuk aja di kampung timbang aku buat bayar hotel mahal buat Tuan Reihan" ucap Karin pada dirinya sendiri.
Karin pun memesan kamar yang biasa saja karena menurunnya yang penting ada tempat buat tuan Reihan tidur saja.
Karin membawa Reihan ke kamar yang dia pesan tadi dengan susah payah.
"Huh akhirnya sampai juga ke kamar" ucap Karin setelah meletakkan Reihan di kasur.
"Aduh.... aduh pinggang aku bisa patah gara gara Tuan Reihan ini. Lagian ya, Tuan Reihan tuh ada ada aja masak jatuh cinta sama istri orang sih" ucap nya sambil merenggangkan otot nya yang rasanya seperti mau patah saja.
Karin ingin pergi tapi sebelum itu dia menatap wajah Reihan lekat lekat. Dilihatnya wajah tampan itu sedang tertidur pulas. Karin memberanikan diri untuk semakin mendekat dan memperhatikan wajah Reihan.
"Tuan itu juga ganteng banget. Yah meski kalau sama Tuan Akbi suaminya Miss Alena masih gantengan Tuan Akbi, tapi tetap saja muka Tuan itu di atas rata rata gantengnya. Harusnya kalau tuan mau. Tuan bisa dapetin perempuan lain untuk mengganti posisi Miss Alena di hati Tuan" Gumam Alena pada dirinya sendiri.
Tapi baru juga membalikkan badan tangan nya sudah di tahan oleh Reihan dan Karin langsung berhenti dan menoleh pada Reihan yang tertidur di kasur.
Karin lalu mencoba melepaskan genggaman tangan Reihan tapi bukannya terlepas tapi malah semakin erat saja Reihan menggenggam tangan Karin. Bahkan Reihan mengigau dalam tidurnya.
"Tolong jangan pergi Alena. Jangan kembali pada suamimu yang br*ngs*k itu. Aku mencintaimu Alena tolong jangan pergi" suara Reihan mengigau sambil terus menggenggam tangan Karin kuat.
Karin yang merasa kesal karena Reihan menganggapnya sebagai Alena bos nya pun semakin mencoba melepaskan tangan Reihan dan dengan susah payah akhirnya dia bisa melepaskan genggaman tangan Reihan di pergelangan tangannya.
"Saya Karin pak bukan Miss Alena. Kalau Miss Alena tuh lagi honeymoon tuh sama Tuan Akbi suaminya" setelah mengucapkan itu Karin kembali memutar tubuhnya dan berniat segera keluar.
__ADS_1
Ntah Reihan mendengar ucapan nya tadi atau tidak tapi setidaknya Karin mengungkapkan apa yang ingin dia ucapkan.
Tapi belum juga kari sampai pintu dia kembali mendengar Reihan mengigau lagi.
"Tolong jangan tinggalkan aku. Aku mohon aku mencintaimu, jangan pergi dengan dia" ucap Reihan dalam mengigau nya.
Tapi kali ini Reihan terlihat sangat tidak tenang, tangannya terus berusaha meraih sesuatu tapi tidak sampai.
Karin yang melihat hal itu menjadi iba pada Reihan. Dan setelah berfikir sejenak akhirnya dia memutuskan untuk mendekati kembali pada Reihan dan meraih tangan Reihan yang seperti orang yang ingin meraih sesuatu.
Lalu di genggamnya tangan itu lembut dan kari membisikkan sesuatu di telinga Reihan.
"Tenanglah tuan ada saya di sini, saya tidak akan pergi" ucap nya lembut di telinga Reihan dan seketika Reihan kembali tidur dengan tenang. Tapi tangannya tetap menggenggam tangan Karin dengan kuat seperti takut terlepas lagi.
Karin berfikir mungkin saat ini Reihan sedang mengira kalau dia adalah Alena tapi sebenarnya bukan begitu.
Tadi memang Reihan bermimpi Alena akan pergi bersama dengan Akbi dan meninggalkan nya sendirian. Reihan mencoba mengejar dan meraih Alena tapi tidak mampu karena Alena sudah menghilang bersama Akbi.
Lalu saat dia tengah berteriak memohon pada Alena tiba tiba tangannya di genggam oleh seseorang dengan lembut dan orang itu juga berbisik padanya dengan lembut.
"Tenanglah Tuan, ada saya di sini. Saya tidak pergi dari sini"
Dan kata kata perempuan itu sukses membuat ya tenang seketika.
__ADS_1
Tapi sayangnya Reihan tidak bisa melihat wajah siapa yang sedang menggenggam tangannya itu tapi Reihan bisa merasakan kenyamanan saat tangannya di genggam lembut dan Reihan pun balik menggenggam tangan itu dengan kuat seakan takut kalau terlepas orang itu akan pergi meninggalkan dia.