
Hari itu di lalui Akbi dan Alena dengan hanya berduaan di kamar sepanjang hari.
Akbi hari ini benar benar membuat Alena sangat bahagia, dia selalu memanjakan Alena dan bersikap lembut padanya. Padahal kalau biasanya Akbi selalu bersikap dingin dan menghindar tapi hari ini sikap Akbi berubah 180 derajat.
Alena bahkan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun, semua Akbi yang melakukan untuk Alena.
Meski sikap selalu menjahilinya dengan kemesumannya yang kadang membuat Alena merasa malu tapi dia tetap sangat senang.
'Semoga ini adalah awal yang baik untuk pernikahan kami berdua' Gumam Alena.
Tak terasa kini sudah memasuki hari ke dua mereka menginap di hotel ini, rencananya mereka akan menginap di sini selama tiga hari.
Pagi ini setelah sarapan Akbi menghidupkan ponselnya yang baru dia cas karena semalam ponselnya kehabisan baterai.
Saat dia berhasil menghidupkan ponselnya, bunyi notifikasi langsung bersahut sahutan. Ada notifikasi email dari sekertaris nya, ada dari teman temannya dan yang paling banyak adalah telfon tak terjawab dan pesan WA dari Monika.
Memang selama menginap di hotel ini dia tidak pernah mengangkat telfon dari Monika, dan sebenarnya dia ingin menghindari Monika dulu. Bagaimana pun sekarang dia dan Alena sudah benar benar menjadi pasangan suami istri dalam artian yang sesungguhnya.
Akbi pun merasa sejak pertama menyentuh Alena dia seperti kecanduan ingin selalu dekan dan menyentuh nya terus.
Tapi karena banyaknya telfon dan pesan WA dari Monika akhirnya dia pun membuka isi pesan yang di kirimkan Monika.
Saat dia membaca isi pesan WA dari Monika, matanya seketika langsung melebar, seketika dia segera bergegas ingin keluar dari kamar. Saat dia akan membuka pintu kamar Alena yang baru keluar dari kamar mandi langsung bertanya dan menghentikan langkah Akbi.
"Kamu mau kemana Bi?" Tanya Alena pada Akbi.
"Aku mau keluar dulu sebentar ada urusan penting, nanti setelah selesai aku akan kembali lagi" Kata Akbi menjawab pertanyaan Alena tadi.
"Ya udah hati hati dijalan ya" Ucap Alena lalu dia mengulurkan tangan dan mencium punggung tangan suaminya.
"Iya aku pergi dulu ya."
Setelah berucap Akbi langsung buru buru pergi meninggalkan Alena di kamar hotel sendiri.
Melihat suaminya pergi dengan tergesa-gesa membuat Alena agak khawatir entah kenapa perasaan nya tiba tiba menjadi tidak enak.
__ADS_1
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini ya, semoga Akbi baik baik saja" Gumamnya dengan memegang dadanya.
Dia benar benar berfikir kalau suaminya itu pasti pergi untuk urusan pekerjaan dia sama sekali tidak berfikir kalau suaminya akan bertemu dengan kekasihnya.
*****
Di sisi lain, setelah keluar kamar Akbi langsung buru buru turun ke lantai dasar dan menuju parkiran mobil untuk mengambil mobilnya. Akbi memang lebih suka mengemudi sendiri dari pada menggunakan jasa supir karena menurutnya dia lebih nyaman mengemudikan mobilnya sendiri.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Akbi sampai di pelataran rumah sakit negri di Koda ini.
Saat dia melihat ponselnya tadi dia melihat pesan ancaman dari Monika kalau dia akan melakukan bunuh diri kalau Akbi masih tidak mau datang dan menemui dirinya.
Tapi setelah berkali-kali di telfon dan di kirimi pesan singkat Akbi tidak datang maka dia pun akhirnya benar benar memotong nadinya.
Flash back on......
Ini adalah malam pergantian Akbi dan Alena, Monika sudah berkali kali menelfon Akbi tapi dia tidak diangkat dari tadi.
Dia mulai takut dan khawatir kalau Akbi dan Alena melakukan hubungan suami istri.
"Aku harus memikirkan sesuatu, jangan sampai aku terlambat bertindak" katanya pada dirinya sendiri.
Otaknya mulai berfikir apa yang harus dilakukan sekarang, dia tidak mau kehilangan akbi. Akbi adalah laki laki sempurna untuk dia, dia tampan, perhatian dan juga sangat loyal pada Monika selama ini.
"Lebih baik aku ke club dulu buat ngilangin stress siapa tau di sana aku bisa dapet ide" Kata Monika lagi pada dirinya.
Dia lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang **** dan memakai makeup yang cukup tebal dengan pewarna bibir warna merah cerah, penampilan dia saat ini sungguh terlihat sangat **** dan menantang, siapa pun yang melihat nya pasti akan langsung terpikat dengan dirinya.
********
Kini Monika sudah sampai di dalam club langganan nya dia duduk di depan bar tender untuk memesan minuman.
"Pesan coktail satu" kata Monika pada bar tender tersebut.
"Tumben kesini sendiri dimana pacarnya yang selalu nemenin kesini?" tanya bartender itu.
__ADS_1
"Dia lagi seneng seneng sama istri barunya yang kampung itu" jawab Monika dengan ketus.
Dia jadi teringat lagi kalau Akbi masih tidak bisa di hubungi sampai sekarang.
"Bukankah kalian pacaran bagaimana dia nikah sama orang lain?" tanya bar tender itu lagi.
"Katanya di jodohin tapi baru nikah sehari dia udah nggak bisa di hubungi sekarang" Monika mulai frustasi karena dia belum mendapatkan ide.
"Ya udah cari pacar lain aja lagi, pasti banyak kan yang mau sama kamu" kata bartender itu.
"Enak aja, kalau yang lain belum tentu kayak dia, udah sana jangan banyak nanya layanin aja pelanggan yang lain" kata Monika.
Dari arah lain ada dua wanita yang melihat keberadaan Monika, mereka pun berjalan mendekati Monika.
"Monika lo sendirian aja, kenapa nggak telfon kita aja waktu mau ke sini, kita kan bisa langsung nemenin" Kata salah satu wanita itu.
Ternyata mereka adalah Serly dan Anya teman sesama model Monika yang sering pergi ke club dan pesta pesta dengan Monika.
"Ohh kalian, nggak usah telfon juga pasti bakal ketemu di sini" Kata Monika menyahuti temannya.
"Mon denger denger Akbi udah nikah ya? Terus Lo gimana masak lo diem aja sih?" Tanya temannya yang lain.
"Gue juga nggak mau tinggal diam, gue mau ngelakuin sesuatu tapi gue masih nggak tau harus apa? otak gue belum Nemu ide bagus" Kata Monika kesal.
" Mon si Akbi kan cinta banget itu sama kamu, gimana kalau kamu pura pura bunuh diri aja gitu" Kata Serly memberi ide.
"Pura pura gimana maksudnya?" Tanya Monika pada temannya itu.
"Ya kamu gores aja pergelangan tangan kamu biar Akbi panik dan langsung pergi ke kamu" Kini giliran Anya yang memberi ide yang cukup ekstrim.
"Kalau gue kenapa kenapa beneran gimana? nggak mau ah gue" Tolak Monika.
Meski dia mencintai Akbi tapi dia juga nggak mau kehilangan nyawanya.
"Tenang aja lo goresnya dikit aja terus kita bakalan bawa kamu cepet cepet ke rumah sakit kita jamin kamu nggak akan kenapa kenapa, tapi sebelum ko ngelakuin itu Lo telfon Akbi dulu siapa tau baru di ancen dia udah datang jadi lo nggak perlu nyakitin diri lo" Kata Serly.
__ADS_1
"Ok gue pikirin dulu ide kalian, kalau Sampek besok Akbi masih nggak ada kabar kita lakuin rencana tadi" Kata Monika menyetujui ide gila temannya tadi.