
Begitu selesai menyanyikan lagu untuk istri tercinta nya, Akbi meletakkan gitarnya dan berdiri lalu berjalan menuju Alena yang masih terisak di tempatnya berdiri.
Kini Akbi berdiri di depan Alena lalu Akbi berlutut di depan Alena yang masih terisak itu. Di genggamnya satu tangan Alena dan yang satu nya lagi mengambil sebuah kotak beludru berwarna merah dari saku celananya.
"Alena, aku berani bersumpah pada diriku sendiri dan pada mu kalau aku mencintaimu sepenuh hati. Aku memang pernah melakukan kesalahan yang fatal dan bahkan hampir membuat aku kehilanganmu. Tapi aku berjanji aku tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah ku lakukan dan akan berusaha membuat mu bahagia. Walau aku tidak bisa berjanji perjalanan kita akan mulus tanpa rintangan tapi aku janji akan sebisa mungkin membahagiakan mu sekuat dan semampuku. Bersedia kah kamu Alena Wulandari untuk berjuang bersama dengan ku Akbiansyah Hendrawan membina rumah tangga bersama"
Tangis Alena makin pecah mendengar ucapan Akbi yang sangat menyentuh hati nya.
"Akbi kita kan udah nikah kok kamu ngelamar aku lagi" ucap Alena di sela isakan nya.
"Kan dulu aku nggak pernah ngelamar kamu. Jadi aku akan ganti dengan hari ini. Jadi Alena maukah kamu menjalani seumur hidup bersama dengan ku. Melewati suka dan duka bersama?"
Alena tidak dapat berucap lagi karena sangking terharunya. Alena hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju dan menerima lamaran suaminya yang terlambat itu.
Akbi yang melihat Alena menganggukkan kepalanya tanda setuju sangat senang. Lalu Akbi memasangkan cincin di jari Alena lalu mengacupnya.
Akbi bangun dari berlutut nya lalu memeluk Alena erat dan mengangkat tubuh Alena lalu di buat berputar sangking bahagianya. Lalu Akbi mencium seluruh bagian wajah istrinya dari kening, kedua mata, pipi, hidung lalu mencium bibir Alena lama.
Alena pun membalas ciuman dari suami tercintanya itu dengan sama semangatnya.
Lalu setelah terasa keduanya kehabisan oksigen Akbi melepas ciumannya lalu menyatukan keningnya dan kening Alena.
"Terimakasih Baby sudah mau menerima ku. Aku sangat mencintai mu, sangat. Kau adalah hal terindah yang pernah ku miliki" ucap Akbi.
"Aku juga sangat mencintai mu" Sahut Alena.
"Kedepannya aku akan selalu membahagiakan mu selamanya sampai aku menutup mata untuk yang terakhir kali. Sampai aku menghembuskan nafas terakhir aku hanya akan mencintai mu Baby" ucap Akbi dengan penuh kesungguhan.
__ADS_1
"Sungguh? Jangan kecewakan aku lagi Akbi" ucap Alena penuh harap.
"Tidak akan Baby. Aku benar benar serius dengan semua ucapan ku" ucap Akbi bersungguh sungguh.
Mereka kembali berpelukan lalu Akbi mengajak Alena duduk di kursinya. Akbi menarik kursi itu dan mempersilahkan Alena duduk. Alena terus tersenyum mendapati perlakuan Akbi yang super romantis malam ini menurut Alena.
Setelah Akbi dan Alena duduk di kursinya masing masing datang dua orang membawa nampan berisi makan malam mereka. Mereka adalah bli Arya dan istrinya yang tak lain adalah pengurus villa itu.
"Silahkan Tuan dan Nyonya kami permisi dulu" Pamit nya pada Akbi dan Alena setelah selesai menghilangkan makan malam.
"Iya bli terimakasih" ucap Alena dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.
Kedua pengurus villa itu pun pergi setelah berpamitan. Mereka tidak mau menjadi nyamuk yang mengganggu Tuan dan Nyonya muda nya yang sedang di mabuk cinta itu.
Setelah kepergian kedua pengurus villa itu. Alena bertanya pada Akbi sesuatu yang membuatnya penasaran dari tadi.
Bukannya langsung menjawab Akbi malah mengambil tangan Alena lalu menciumnya dulu sebelum menjawab pertanyaan istrinya itu.
"Sebenarnya aku memang sudah merencanakan kejutan ini untukmu dari sebelum kita kemari. Dan aku juga di bantu oleh bli Arya dan istrinya menyiapkan semua ini" jawab Akbi jujur pada Akbi.
"Aku nggak nyangka deh kalau ternyata kamu bisa romantis juga kayak gini" ujar pada Akbi.
"Emang selama ini aku gimana hemmm" tanya Akbi balik.
"Emmm kamu tuh nggak romantis tapi usil, jahil banget suka banget ngejahilin aku" jawab Alena.
"Tapi kamu suka Jan aku jahilin" tanya Akbi mengedipkan sebelah matanya pada Alena.
__ADS_1
"Ih genit banget sih kamu" ucap Alena tertawa melihat Akbi mengedipkan matanya.
Akhirnya Akbi dan Alena makan malam dengan romantis berdua di iringi dengan debur ombak dan angin pantai.
Sesekali mereka saling suap dan juga saling menggoda lalu tertawa bersama. Sungguh ini adalah pengalaman paling indah dan romantis yang pernah ia alami selama hidup nya.
*********
Di sisi lain Monika yang selama ini diam diam meminta orang untuk mengikuti Akbi kini tengah marah marah sambil menghancurkan isi apartemennya.
Semua barang yang dia lihat di pecahkan olehnya untuk melampiaskan rasa marahnya karena baru saja orang suruhan nya memberi kabar bahwa Akbi dan Alena tidak jadi bercerai dan sepakat untuk bersama kembali.
Dia tidak habis pikir mereka sudah hampir bercerai kenapa malah tidak jadi dan kini malah berlibur bersama di Bali.
Huh rasanya Monika ingin sekali membuat Alena pergi selama nya dari hidup Akbi. Tapi sudah berhari hari dia mencoba mencelakai Alena namun selalu gagal karena Akbi selalu ada di manapun Alena pergi. Sampai sampai orang suruhannya sama sekali tidak bisa mendekati nya.
"Ahhhhh....... apa sih lebihnya perempuan ****** itu? kenapa Akbi lebih memilih dia dari pada aku" ucap Monika setelah membanting barang barang yang ada di apartemennya.
"Aku nggak bisa terima ini. Aku nggak terima Akbi kamu tinggalin aku gitu aja. Aku...... aku harus dapetin Akbi lagi dan aku bakal kasih pelajaran yang setimpal pada ****** itu yang sudah berani merebut posisi yang seharusnya jadi milikku itu" ucap Monika dengan tangan yang terkepal kuat.
Monika bertekad akan mendapatkan Akbi kembali bagaimana pun caranya. Karena tanpa Akbi dia tidak memiliki apapun. Karir yang selama ini dia banggakan pun semua tak lepas dari nama besar Akbi yang selama ini di ketahui sebagai kekasihnya jadi dia di segani banyak orang dan selalu laris manis di dunia modeling.
Tapi setelah kabar pernikahan Akbi waktu itu otomatis dia sudah tidak bisa menggunakan nama Akbi lagi untuk sebagai bekingan lagi jadi secara tidak langsung mempengaruhi karirnya itu.
Belum lagi uang yang selama ini rutin Akbi transfer ke rekening nya sekarang sudah benar benar berhenti sejak kejadian di kantor waktu itu membuat Monika tidak bisa sesuka hati lagi menggunakan uangnya untuk memenuhi gaya hidupnya yang mewah.
Sorot matanya menunjukkan kebencian yang mendalam terhadap Alena karena menurutnya jika Alena tidak hadir maka saat ini posisi Nyonya muda Hendrawan adalah miliknya saat ini.
__ADS_1