Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
09. H-1 RESEPSI 2


__ADS_3

Setelah keluar dari restoran Akbi menuju parkiran dan segera menaiki mobilnya.


Sambil menyetir dia juga sedang berfikir bagaimana cara menenangkan Monika mendengar suaranya saja sudah dapat di pastikan pasti Monika sekarang sedang sangat marah.


Setelah kurang lebih satu jam Akbi menyetir kini dia sudah sampai di gedung apartemen Monika.


Setelah memarkirkan mobilnya Akbi buru buru masuk ke dalam dan segera menaiki lift menuju flat unit apartemen Monika.


Begitu sampai depan unit apartemen Monika dia segera memencet tombol password, Akbi cukup sering datang kemari dan Monika sendiri yang memberi tahukan password apartemen nya pada Akbi.


Begitu pintu terbuka Akbi segera masuk, saat dia sudah didalam unit apartemen monika, dia melihat keadaan apartemen yang sangat berantakan (abis ngamuk kali ya si monika 😁).


Akbi mencari keberadaan Monika dia masuk ke kamar, saat dia masuk ke kamar Monika,dia melihat keadaan kamar pun tak jauh berbeda dengan ruang tamu.


Dia melihat di tempat tidur di sana Monika sedang meringkuk menangis Akbi pun sengera hampiri ya dan duduk di kasur.


"Monika,,," Kata Akbi sambil mengelus rambut Monika.


Monika mendongakkan kepalanya dan dilihatnya Akbi sedang mengelus kepalanya, dia pun segera menepis tangan Akbi.


"APA YANG KAMU LAKUKAN SAAT AKU PERGI HAH" Kata Monika dengan menatap tajam ke arah Akbi.


Akbi menelan ludahnya dengan k.asar mendengar kata kata Monika

__ADS_1


"Monika kamu tenang dulu ok, tidak baik bicara saat sedang marah, kamu tenang dulu ya sayang" Akbi merengkuh tubuh Monika.


Awalnya Monika meronta tapi lama lama dia diam dan membalas pelukan Akbi dengan masih terisak.


"Kenapa kamu menghianati ku Akbi, apa salah ku padamu? hiks hiks kenapa kau menikahi orang lain Akbi hiks,,,,, jawab aku Akbi jawab aku,,,,,, kenapa kamu melakukan semua ini Akbi,, jawab aku" katanya dengan menangis tersedu sedu.


Akbi membelai rambut Monika lalu mulai berkata.


"Sebenarnya aku tidak ingin menikahinya Monika tapi aku terpaksa menikah dengan nya karna papa mengancam ku akan menghapus namaku dari daftar ahli waris"


"Kamu tau kan kalau aku di keluarkan dari daftar ahli waris keluarga, maka semua aset ku pun akan di cabut, dan aku pasti tidak akan bisa di terima bekerja di perusahaan mana pun karna pengaruh papa, kamu mau aku jatuh miskin hah, kalau aku jatuh miskin lalu siapa yang akan memberikan mu uang belanja huh siapa yang akan mensponsori pesta pestamu untuk mendongkrak karir model mu Monika sayang"


Kata Akbi sambil mengelus pipi Monika.


Monika nampak memikirkan kata kata Akbi, memang selama ini dia slalu menerima uang dalam jumlah besar dari Akbi dia selalu menggunakan uang itu untuk membeli barang barang branded dan membuat pesta untuk mendongkrak karirnya dan dia juga selalu menggunakan nama Akbi juga untuk membuat orang lebih menghargai nya.


"Kamu kan tau kalau aku hanya mencintai mu Monika, aku tidak akan mencintai wanita lain sayang, dan juga kalau dengan kamu yang aku cintai saja aku bisa menahan untuk tidak bercinta dengan mu apa lagi dengan wanita yang tidak aku cintai pastinya aku tidak akan menyentuh nya, jadi kamu tenang aja ok!" kata Akbi meyakinkan Monika.


"Tapi bagaimana kalau kamu khilaf kalian pasti tidur di kamar yang sama setiap hari, " kata Monika dengan mencerbikkan bibirnya.


Melihat itu Akbi langsung mengecupnya dan Melu*matnya singkat.


"Kamu jangan khawatir sayang meskipun kami tidur di kamar yang sama tapi kami tidak pernah tidur satu ranjang" kata Akbi setelah mencium Monika.

__ADS_1


"Terus gimana sama status ku sekarang, dia yang merebut kamu dari ku, tapi orang orang akan mengatakan kalau aku pelakor, padahal kan dia yang sebenarnya orang ketiga di antara hubungan kita Akbi" Kata Monika dengan kesal dia tidak mau di sebut sebagai pelakor.


"Kamu sabar dulu sebentar ya sayang, nanti saat ada alasan yang tepat aku akan segera menceraikan Alena, tapi kalau untuk sekarang aku minta kita pura pura putus dulu ya sayang, kita menjaga jarak dulu sebentar sampai semua terkendali ya sayang" Kata Akbi hati hati dia tidak ingin Monika kembali marah.


"Apa! kenapa kamu mau kita harus pura pura putus Akbi, aku tidak setuju dengan apa yang kamu katakan tadi" Kata Monika dia sangat tidak setuju dengan usulan Akbi.


"Monika sayang,,,,,, dengar dulu penjelasan ku kita harus menjaga jarak dulu danpura pura putus dulu agar orang tua ku berpikir kita menang sudah putus, aku nggak mau kalau nama baik kamu akan hancur kalau orang orang tau kita masih berhubungan, apalagi kalau aku dan Alena bercerai dan mereka tau kamu kekasihku maka semua orang akan mencemooh kamu, kamu ngerti kan maksud ku" Kata Akbi menjelaskan panjang lebar pada Monika.


Sesaat Monika diam dia memikirkan apa yang di katakan Akbi, dan setelah di pikir pikir memang benar kalau orang orang tau dia dan Akbi masih memiliki hubungan maka orang orang akan langsung mencemooh dan yang paling buruk karirnya yang selama ini dia bangga banggakan akan hancur tapi,,,,,,,,,.


"Tapi sayang,,,,,, aku takut, aku takut kalau kamu akan jatuh cinta dengan perempuan itu dan melupakan ku"


"Kalian akan selalu bersama dan aku takut dia akan menghasutmu dan mempengaruhi kamu, bagaimana kalau kamu masuk dalam jebakan nya Akbi, aku tidak mau itu sampai terjadi" Kata Monika dengan memeluk Akbi.


Akbi membalas pelukan Monika.


"Kamu tenang ya jangan khawatir kan tadi aku udah bilang kalau aku cuma cinta sama kamu, aku nggak akan berpaling dan mencintai dia kamu paham itu' kata Akbi dengan mengusap rambut Monika.


Monika mengurangi pelukannya dan menatap mata Akbi, ntah mengapa dia merasa ada hal lain dengan tatapan mata Akbi padanya kali ini, itu sebabnya dia merasa takut kalau Akbi nanti jatuh cinta pada istrinya.


"Kamu janji ya kalau kamu akan sesegera mungkin menceraikan wanita itu" Pinta Monika.


"Iya aku janji, sekarang kamu jangan sedih lagi ok, aku akan pasti akan segera memikirkan cara agar aku bisa berpisah dengan Alena tanpa membuat orang tuaku mencoreng namaku dari ahli waris, kamu sabar sebentar ya" Kata Akbi dengan menatap mata Monika.

__ADS_1


"Iya aku percaya"


Setelahmemastikan Monika sudah tidak marah dan mau di ajak kompromi dia segara pergi ke hotel tempat resepsi pernikahan nya dilaksanakan besok.


__ADS_2