
Setelah mengantar kepergian suaminya nya, Alena masuk kembali ke dalam rumah.
Dia menuju ruang keluargadan duduk di atas sofa sambil menyalakan tv Nyonya Sarah Sarah yang melihat Alena duduk bersantai di sofa lantas menghampiri Alena dan mengajaknya ngobrol.
"Kamu hari ini nggak ke butik sayang" Tanya Nyonya Sarah pada menantu nya.
"Kayaknya nggak deh mah, Alena masih nggak semangat kerja, tapi mungkin nanti Alena mau pergi ke kantor Akbi buat nganter makan siang" kata Alena.
"Wah bagus banget ide kamu itu sayang, kalau begitu mamah nanti juga mau ikut ke kantor, mamah juga mau nganterin makan siang buat si papah biar papah nggak iri sama anaknya" Kata Nyonya Sarah di akhiri tawa kecilnya.
"Iya mah nanti kita pergi sama sama" Kata Alena.
"Emmm mah, Alena mau tanya makanan favorit Akbi itu apa ya mah, soalnya nanti Alena bawa masakan Alena sendiri" Tanya Alena pada mertuanya.Dia berencana membuatkan makanan kesukaan Akbi nanti.
"Kalau Akbi sebenarnya nggak terlalu pemilih soal makanan tapi dia suka banget makan ikan gurame bakar sama udang saos Padang"
"Suka banget Akbi sama makanan itu, bisa sampe nambah makannya dia" Lata Nyonya Sarah sambil terkekeh.
Alena pun ikut terkekeh mendengar kata kata mertuanya.
Walaupun Akbi bersikap cuek bahkan terang terangan menolak nya tapi dia bersyukur karena dia memiliki mertua yang sangat baik padanya.
*******
Alena sudah selesai memasak menu makan siang favorit suaminya yaitu gurame bakar dan udang saus Padang dan kini dia sudah siap berangkat ke kantor suami nya.
"Kamu sudah siap sayang" Tanya Nyonya Sarah pada Alena.
"Iya mah Alena udah siap tinggal berangkat kita mah" Jawab Alena.
Alena dan Nyonya Sarah berangkat dari rumah pukul 11.30 dan kini mereka sedang duduk di mobil sang ibu mertua yang di kendarai supir pribadi mertuanya.
Saat dalam mobil nyonya Sarah mengajak Alena bicara tentang akbi.
"Alena kamu sekarang kan sudah menjadi istrinya Akbi, jadi mamah mau bilang sesuatu pada kamu"
"Mamah mau kamu tau semua ini sejak awal agar kamu bisa lebih mengenal Akbi dan memahaminya" nyonya Sarah bicara dengan lembut tapi terdengar serius.
"Iya mah Alena mau tau apapun tentang akbi supaya Alena bisa lebih mengerti dia" jawab Alena ber sungguh sungguh.
"Sebenarnya sebelum Akbi menikah dengan kamu dia sudah memiliki kekasih"
"Jujur mamah tidak tau apa Akbi sudah memutuskan hubungan mereka apa belum, tapi mamah harap kamu bisa bersabar menangani sikap Akbi kedepannya"
__ADS_1
"Mamah janji akan membantu kamu untuk semakin dekat dengan Akbi, berikan perhatian padanya, biarkan dia merasakan ketulusan kamu nak"
"Kamu mau kan bersabar menghadapi Akbi" tanya Nyonya Sarah dengan menggenggam tangan Alena.
Lalu Alena menganggukkan kepalanya dan berusaha menuruti keinginan mertuanya.
"Mah tapi Alena penasaran, kenapa mamah sama papah nggak setuju dengan hubungan Akbi dan kekasihnya?" Tanya Alena hati hati.
"Itu karena pacarnya Akbi si Monika memberi pengaruh buruk pada Akbi, sejak mereka pacaran Akbi jadi sering ke club malam dan sering mabuk, dia juga kadang suka bicara nggak sopan sama mamah papah, padahal Akbi tubuh dulu baik banget anaknya tapi setelah kenal monika dia jadi berubah" kata nyonya Sarah dengan sedih, dia prihatin dengan anaknya.
"Alena janji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Akbi dan juga berusaha menumbuhkan cinta Akbi untuk Alena"
"Tapi mah apa bila semua yang Alena lakukan untuk akbi tidak bisa membuat Akbi jatuh cinta pada Alena maka Alena akan mundur mah, Alena akan berusaha tapi Alena juga memiliki batas nya mah"
"Alena mohon ngerti Alena ya mah" kata Alena dengan mata berkaca-kaca.
Lalu Nyonya Sarah memeluk Alena dengan erat.
"Mamah janji Mamah dan papah tidak akan membelenggu kamu kalau Akbi tidak bisa berubah nak, Mamah janji" kata Nyonya Sarah.
"Terimakasih ya mah udah ngertiin Alena" kata Alena dengan menangis di pelukan ibu mertuanya.
Dia kembali Ter ingat dengan kata kata Akbi semalam yang sangat menyakiti ya.
"Udah ya sayang jangan nangis kamu harus jadi wanita kuat ok, udah jangan nangis nanti make up nya berantakan lagi" kata nyonya Sarah di akhiri candaan.
"Iya mah Alena nggak akan nangis Alena akan jadi wanita kuat mah" jawab Alena dengan penuh keyakinan.
*********
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit mereka sampai ke kantor cabang HENDR CORP perusahaan milik tuan Hendrawan.
Akbi bertanggung jawab memegang perusahaan ini sedangkan untuk kantor pusat masih di pegang oleh Tuan Hendrawan.
Nyonya Sarah mengantar Alena dulu ke kantor anaknya sebelum ke kantor suaminya karna dia mau memperkenalkan pada semua karyawan kalau Alena adalah istri dari pemilik perusahaan ini.
"Ayo sayang kita turun" ajak nyonya Sarah
"Iya mah," kata Alena lalu dia berjalan di samping mertuanya dengan menenteng rantang makanan.
Para karyawan yang melihat Nyonya Sarah datang pun membungkuk dan menyapa dengan hormat.
Saat sampai di lobi perusahaan Nyonya Sarah memberikan pengumuman pada karyawan yang ada di sana.
__ADS_1
"PERHATIAN " seru Nyonya Sarah.
Mereka semua pun langsung diam dan memperhatikan apa yang akan di di ucap kan Nyonya besarnya itu.
"Kalian pasti sudah tau kan siapa saya " kata Nyonya Sarah dan mereka semua kompak mengangguk dan berkata "sudah Nyonya,"
"Kalau begitu kalian harus tau kalau orang yang ada di samping saya adalah Nyonya muda keluarga Hendrawan dia adalah istri dari CEO kalian Akbiansyah Hendrawan" kata nyonya Sarah dengan tegas pada semua karyawan yang ada di sana.
"Jadi mulai sekarang kalian harus menghormati Alena sebagai nyonya muda kalian, kalian mengerti!!"
Mereka semua mengangguk paham dan mengucapkan kata "mengerti Nyonya.
"Bagus kalau kalian mengerti"
Sedangkan Alena sendiri hanya tersenyum menatap semua karyawan yang sedang syok mendengar kata kata Nyonya Sarah barusan.
Bagaimana tidak syok dan bingung, selama ini yang mereka kenal sebagai kekasih CEO mereka adalah seorang model terkenal bernama Monika tapi tiba tiba sekarang nyonya besarnya malah memperkenalkan wanita di sebelah nya sebagai menantu.
Padahal selama ini Monika selalu bersikap angkuh dan sombong mengatakan kalau dia adalah calon istri dari CEO mereka.
"Kamu", tunjuk Nyonya Sarah pada salah satu Resepsionis yang ada di sana.
"Iya Nyonya besar" ucapnya dengan hormat.
"Antar Nyonya muda kalian ke ruangan CEO " perintah nya pada resepsionis itu.
"Baik Nyonya besar, mari Nyonya muda saya antarkan ke ruangan tuan Akbi " kata Resepsionis itu sopan.
"Sayang kamu ke ikut saja resepsionis itu mamah mau ke kantor papah dulu" kata nyonya Sarah lembut pada menantunya.
"Iya mamah hati hati di jalan ya" kata Alena lalu mencium punggung tangan Mamah mertuanya itu.
Lalu dia berjalan mengikuti Resepsionis itu ke ruangan Akbi.
.
.
.
.
..
__ADS_1
.