Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
50. Agar Bisa Melupakan Mu


__ADS_3

Akbi dan Alena menikmati bulan madu nya di Bali yang bisa dibilang terlambat dan jaga dadakan dengan penuh kebahagiaan. Rencananya mereka akan di Bali seminggu jadi mereka bisa puas puasin menikmati quality time berdua.


Akbi yang biasa jarang bersikap romantis dan manis pada Alena kini benar benar menunjukkan sisi romantis nya pada honeymoon nya kali ini.


Setiap hari ada saja kejutan dan hal hal romantis yang Akbi lakukan untuk istri tercinta nya Alena. Dan untuk Alena sendiri jangan di tanyakan lagi bagaimana pendapat dia, Alena sangat senang dengan setiap hal yang Akbi lakukan untuk dirinya. Setiap momen yang mereka nikmati hari ini akan selalu Alena ingat sebagai kenangan indah dalam hidupnya.


Dan juga akan selalu menjadi pengingat bagi Alena akan betapa besarnya suaminya itu mencintai dirinya. Ntah berapa berat nya badai yang akan menerpa rumah tangga mereka nanti kedepannya, Alena akan menjadikan cinta suaminya sebagai patokan dan pengingat nya untuk selalu bertahan dan terus menggenggam tangan Akbi suaminya.


Meninggalkan pasangan suami istri yang tengah dimabuk cinta itu, di sisi lain ada seorang pria yang kembali harus patah hati setelah mendengar perkataan dari Karin asisten Alena bahwa kini Alena dan Akbi telah sepakat untuk kembali bersama lagi dan bahkan kini mereka tengah bulan madu di Bali.


Sontak kabar itu membuat Reihan harus kembali menelan pil pahit karena wanita yang sangat di cintai nya memang tak pernah sedikitpun mencintai nya dan hanya mencintai suaminya saja.


Reihan merasa sedih, Putus asa, bahkan ia merasa kehilangan semangat hidupnya saat lagi lagi wanita yang selama ini dia cintai, wanita yang selama ini ia idam idamkan sebagai miliknya malah memilih kembali rujuk pada suaminya yang pernah menyakitinya dulu.


Jujur ada rasa tidak rela Alena kembali pada pria itu, tapi yah mau bagaimana lagi dia juga bukan siapa siapa Alena yang bisa melarang atau pun menghentikan Alena yang ingin kembali bersama suaminya.


Walaupun sakit hati yang ia rasakan sangat menyakitkan tapi ia tetap berharap agar Alena benar benar bahagia dan suaminya tidak akan mengulangi kesalahannya yang pernah ia perbuat dulu. Kalau sampai Akbi melakukan nya lagi sumpah demi apapun Reihan pasti tidak akan mengampuni Akbi kedepannya itu janji Reihan pada dirinya sendiri.


Malam harinya Reihan yang seharian tidak bisa konsentrasi bekerja dan malah terus terbang wajah Alena dan Akbi yang tengah bermesraan saat ini memutuskan untuk pergi ke sebuah club terkenal di kota ini.


Reihan yang memang jarang ketempat ini kecuali ada teman yang mengajaknya kesana atau ada janji dengan clien nya sebelum nya memang sangat jarang sekali ke tempat ini. Tapi karena pikirannya yang tengah kalut karena terus memikirkan Alena akhirnya Reihan memutuskan untuk kemari demi menghilangkan bayangan Alena dari otaknya.


Reihan duduk di depan bartender dan memesan minuman.

__ADS_1


"Beri aku sesuatu yang bisa membuatku melupakan masalah ku" ucapnya pada bartender itu.


"Baik tuan saya akan beri yang spesial untuk anda. Tapi ini memiliki kadar alkohol yang tinggi. Apa anda yakin dengan itu?" tanya bartender itu.


"Tidak masalah. Yang penting aku bisa menghilangkan dia dari dalam otak ku ini" balas Reihan.


Akhirnya sang bartender itu pun meracik minuman spesial untuk Reihan dan setelah jadi langsung di berikan pada Reihan minuman itu.


"Silahkan" ucap bartender itu saat memberikan minuman racikannya itu.


Tanpa menjawab Reihan langsung meminum minuman itu dengan sekali tengguk. Bahkan sang bartender itu sampai sedikit terkejut Reihan bisa dengan cepat menghabiskan minuman itu.


"Seperti nya tuan memang benar benar ingin melupakan orang itu" ucap bartender itu lagi.


"Berikan aku lagi. Aku ingin minum lagi." ucap Reihan dengan kesadaran yang mulai hilang meski dia masih belum benar benar ambruk tapi minuman tadi benar benar memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi hingga mampu langsung membuka Reihan mabuk. Padahal biasanya dia orang yang cukup toleran pada alkohol dan tidak mudah mabuk tapi kali ini dia benar benar langsung bisa mabuk hanya karena satu gelas minuman racikan bartender itu.


Bartender itu pun memberikan minuman lagi untuk Reihan dan langsung di minum juga oleh Reihan tapi kali ini tidak langsung di minum tapi di sesapnya perlahan minuman itu.


Reihan menikmati minuman itu sambil terus mengoceh hal hal tentang cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Saat Reihan masih sibuk dengan ocehannya dari arah belakang ada seseorang yang merasa mengenal Reihan dan berjalan mendekati Reihan yang telah mabuk berat itu.


Tadinya orang itu sempat tidak percaya bahwa itu Reihan tapi setelah dia berjalan mendekati Reihan dia semakin yakin bahwa dia tidak salah mengenali orang dan orang itu memang benar Reihan.

__ADS_1


"Astaga Tuan, kenapa tuan sampai mabuk begini?" tanya orang itu pada Reihan.


"Nona kenal orang ini? kalau anda kenal lebih baik anda bawa dia pulang dulu karena dia sudah mabuk berat saat ini" ucap bartender yang tadi memberikan minum pada Reihan.


"Hah saya, aduh kok saya sih yang harus bawa pulang Tuan Reihan sih" ucapnya sedikit mengeluh.


"Yah dari pada dia teler disini sendiri nggak ada yang ngurus" sahut bartender itu saat dia mendengar wanita itu seperti mengeluh.


"Ya udah deh saya ajak pulang aja deh dari pada teler sendiri di sini nggak ada yang ngurusin" ucap wanita itu kemudian.


"Tuan ayo pulang sini biar saya bantu" ucap wanita itu lalu kemudian berusaha memapah Reihan.


"Kamu siapa? kok muka kamu kayak aku pernah lihat tapi dimana ya?" ucap Reihan melantur.


"Dasar orang kalau lagi mabok, baru juga tadi siang ketemu, ngobrol eh udah lupa gara gara mabuk" ucap wanita itu pada Reihan.


Dia berani berbicara begitu karena dia tahu kalau saat ini Reihan sedang benar benar mabuk jadi dia tidak akan sadar akan ucapannya bahkan bila dia mengumpatnya pun dia yang yakin se yakin yakinnya kalau Reihan pasti tidak akan ingat.


"Udah Tuan tenang aja saya disini cuma mau bantuin tuan saja nggak ada maksud lain"


Setelah mengucapkan itu dengan susah payah dia memapah Reihan ke mobilnya karena kalau pakai mobil Reihan bisa ribet dan lebih lama urusannya nanti.


Wanita itu mendudukkan Reihan di kursi penumpang dan setelah itu dia duduk di belakang kemudi .

__ADS_1


"Huh berat banget sih nih orang makannya apa coba kok bisa berat banget badannya. Untung tadi gue minta bantuan security juga buat mapah kalo gue sendiri bisa nggak nyampek ke mobil gue" keluhnya begitu sampai mobil.


__ADS_2