
Satu Minggu berlalu........
Tak terasa sudah satu minggu Nyonya Sarah di rawat di rumah sakit. Selama itu pula Alena selalu datang setiap hari untuk ikut merawat Nyonya Sarah.
Alena bahkan hampir tidak pernah ke butik selama seminggu ini. Hanya saja jika ada hal penting saja dia akan datang ke butik dan setelah urusannya selesai dia akan segera ke rumah sakit lagi.
Semua urusan butik Alena percaya kan kepada asistennya Karin, Karin sendiri sudah bekerja dengan Alena sejak pertama kali butik itu di dirikan, jadi Alena sangat percaya pada Karin dan juga Karin sudah sangat paham dan mengerti keadaan butik.
Reihan pun pelanggan setia sekaligus sebagai temannya pun menanyakan pada Alena mengapa dia tidak ke butik belakangan ini.
Tadinya Reihan berfikir untuk mencoba mendekati Alena pelan pelan karena toh sebentar lagi status Alena akan berubah menjadi janda.
Tapi saat ia bertanya pada Alena tentang kemana perginya Alena belakangan ini dengan santainya Alena menjawab kalau dia merawat ibu mertuanya yang sedang sakit di rumah sakit.
Seketika itu Reihan kembali sadar kalau bagaimana pun Alena masih berstatus sebagai istri orang dan tak sepatutnya dia mencoba masuk ke dalam rumah tangga Alena saat ini.
Sementara untuk hubungan Akbi dan Alena sendiri, selama seminggu ini mereka terus bertemu dan Akbi juga berusaha mendekati Alena lagi, mulai dari mengantar jemput Alena, membeli kan Alena makan dan memberikan perhatian perhatian kecil pada Alena.
Meski awal awal Alena selalu menolak berdekatan dengan Akbi dan menolak kebaikan Akbi yang di tunjukkan pada nya belakang ini. Karena bagi Alena dia tidak mau di PHP dan di bohongi oleh kebaikan dan perhatian Akbi yang membunuhnya luluh dan kembali di b*d*hi oleh pria itu lagi. Jadi sebisa mungkin dia membantengi hatinya sendiri agar tidak mudah goyah.
Sedangkan bagi Akbi sendiri, saat ini adalah peluang untuk dia bisa dekat dan mencoba memperbaiki rumah tangga nya yang di hancurkan olehnya sendiri.
Mungkin ini saatnya Akbi menunjukkan cintanya lewat tindakan dan perhatian nya, dia ingin membuat Alena kembali mencintai nya dan dia ingin mendapatkan kembali kepercayaan wanita yang saat ini masih menyandang status sebagai istrinya yang sah.
Yah mungkin sekarang dia akan melakukan hal yang dulu pernah Alena lakukan awal awal pernikahan mereka dulu. Saat Akbi belum mencintai Alena. Tapi sikap dan ketulusan hati Alena akhirnya mampu membuat Akbi jatuh cinta pada Alena. Meski dirinya sendiri yang menodai kesucian cinta itu dengan penghianatan.
Pagi ini Nyonya Sarah sudah di perbolehkan pulang ke rumah setelah di rawat di rumah sakit selama satu minggu.
Sebenarnya keluarga ingin Nyonya Sarah tetap di rawat di rumah sakit sampai kondisi nya benar benar pulih kembali. Tapi Nyonya Sarah bersikeras ingin pulang ke rumah saja dengan alasan tidak betah lama lama di rumah sakit.
__ADS_1
Akhirnya setelah mendapatkan ijin dari Dokter. Nyonya Sarah di perbolehkan pulang pagi ini tapi Nyonya Sarah masih harus terus menjadi pengobatan rutin nantinya.
Kini Nyonya Sarah sudah kembali ke rumah nya dan kini tubuhnya sudah di rebahkan di ranjang nta sendiri.
Nyonya Sarah sangat senang karena Alena menemaninya pulang dan setuju untuk tinggal di rumah ini sampai dia resmi bercerai dengan Akbi.
"Mah Mama istirahat aja, Mama masih belum pulih benar saat ini" Ucap Alena pada Ibu mertuanya.
"Iya sayang. Sekali lagi Mama ucapan terima kasih ya sayang kamu udah ngurusin Mama selama ini. Mama bersyukur sekali ada kamu disini" Ucap Nyonya Sarah.
Wanita paruh baya ini merasa sangat bersyukur mendapatkan menantu yang baik dan tulus. Bukan hanya pada suaminya sendiri tapi pada orang tua suaminya dia juga sangat menyayangi dan menghormati.
Nyonya Sarah ingin mendekatkan kembali Akbi dan Alena. Tapi tetap saja Nyonya Sarah tidak akan memaksa Alena untuk menerima kembali putranya. Mengingat apa yang sudah terjadi di masa lalu memang sulit Alena untuk menerima putranya.
"Nak kamu nggak ke kantor hari ini" Tanya Tuan Hendrawan pada putranya.
"Nanti siang Pah, pagi ini Akbi ingin menemani Mama dulu" Jawab Akbi.
"Iya Pah" Jawab Alena dan Akbi bersamaan.
"Papa titip Mama sebentar ya" Ucap Tuan Hendrawan.
"Papa tenang aja, nggak usah khawatir kita pasti akan jagain Mama baik baik kok benarkan Alena" Jawab Akbi sambil melirik Alena.
"Iya Pah, Papa nggak usah khawatir, kita pasti akan jagain Mama kok Pah" Ucap Alena meyakinkan.
"Ya udah kalau begitu. Papa tenang sekarang karena ada kalian yang jagain Mama"
"Ma, Papa berangkat ke kantor dulu ya, nanti Papa usahakan pulang cepat" Pamit Tuan Hendrawan pada istrinya.
__ADS_1
"Iya Pah, Papa nggak usah khawatir ada Akbi dan Alena di sini jagain Mama. Papa hati hati ya di jalan" Ucap Nyonya Sarah tersenyum.
"Iya Mah. Assalamualaikum"
"Waalikumsalam" Jawab semua orang yang ada di kamar itu.
"Mah, Alena mau ke dapur dulu ya, mau buatin Mama bubur"
"Nggak usah repot-repot sayang, biar bibik aja yang buat. Kamu nggak perlu bikin sendiri" Ucap Nyonya Sarah.
"Alena nggak repot kok Mah, malah Alena seneng bisa bikinin Mama bubur. Udah Mama tidur aja lagi, nanti kalau buburnya udah jadi Alena bangunin Mama" Ucap Alena dengan tersenyum tulus.
"Iya sayang makasih ya"
"Mama tuh ya udah di bilang nggak usah bilang makasih sama Alena kok masih bilang makasih terus. Alena itu anak Mama juga, jadi emang udah jadi kuajiban Alena buat ngerawat Mama sekarang. Udah ah Alena mau ke dapur dulu"
Setelah mengucapkan itu Alena langsung keluar dari kamar mertuanya menuju dapur dan kini hanya tersisa Akbi dan Nyonya Sarah yang ada di kamar itu.
Akbi kemudian duduk di sisi ranjang dan menggenggam tangan Mamanya dengan kedua tangannya.
"Mah, maafin Akbi ya Mah. Akbi sadar, biang dari semua masalah ini ada pada diri Akbi" Ucap Akbi dengan sendu.
Sambil tangannya masih menggenggam tangan Mamanya.
Nyonya Sarah bisa merasakan dari tatapan mata putranya kalau saat ini Akbi memang merasa menyasali kesalannya.
Nyonya Sarah tersenyum lembut menatap Akbi. Sebagai seorang ibu, dia tidak bisa berlama lama marah pada putranya ini. Apalagi Akbi sudah mengakui dan menyesali perbuatannya dulu. Sekarang tinggal bagaimana cara putranya meyakinkan istrinya agar hubungan mereka kembali seperti sedia kala.
"Mama maafkan kamu Bi. Tapi, kamu harus janji jangan pernah mengulangi kesalahan yang pernah kamu lakukan dulu"
__ADS_1
"Iya mah Akbi janji nggak akan pernah mengulangi lagi kesalahan Akbi kalau Alena mau memaafkan Akbi"
"Bagus kalau kamu sadar dan tidak akan mengulangi lagi. Tapi,,,,,,, kamu benar benar sudah tidak ada apa apa lagi kan dengan perempuan itu" Tanya Nyonya Sarah penuh selidik.