
Mobil yang di kendarai Akbi akhirnya sampai di rumah sakit tempat Mama Akbi di rawat.
Suasana canggung juga masih terjadi di antara Akbi dan Alena sampai di depan pintu kamar rawat Nyonya Sarah.
Alena yang sedari tadi hanya diam saja membuat Akbi bingung harus bagaimana lagi. Akbi dan Alena membuka pintu dan bersamaan mengucapkan salam saat masuk.
"Assalamualaikum" ucap Akbi dan Alena bersamaan.
"Waalikumsalam" jawab Nyonya Sarah dan Tuan Hendrawan.
Nyonya Sarah tersenyum melihat anak dan menantunya datang bersama. Meski sangat marah pada Akbi atas kelakuannya selama ini, tapi tak bisa di pungkiri jauh di lubuk hatinya sebagai ibu dia ingin putranya bisa mendapatkan maaf dari Alena dan bisa kembali bersama lagi tanpa harus bercerai.
Baginya Alena adalah menantu sekaligus istri terbaik untuk Akbi. Dan dapat dilihat nya juga bahwa mereka berdua itu sama sama saling cinta. Meski cinta itu sempat ternodai oleh penghianatan putranya Akbi.
Alena sendiri tampak tersenyum melihat ibu mertuanya yang terlihat lebih baik dari semalam. Terbukti dari senyum tipis yang tersungging di bibir ibu mertuanya itu.
Semalam jangan kan tersenyum, ibu mertuanya itu terlihat pucat, lemas dan juga sedih. Sekarang walaupun wajah ibu mertuanya masih terlihat pucat tapi bibir wanita paruh baya itu sudah bisa menyunggingkan senyum.
Alena berjalan masuk ke dalam kamar rawat Nyonya Sarah di ikuti oleh Akbi dari belakang.
Alena mencium punggung tangan Papa dan Mama mertuanya secara bergantian lalu berdiri di samping ranjang Ibu mertuanya. Akbi pun melakukan hal yang sama seperti yang Alena lakukan tadi.
__ADS_1
"Mah, gimana keadaan Mama sekarang. Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Alena setelah mencium punggung tangan Papa dan Mama mertuanya.
"Iya sayang, Mama sudah merasa lebih baik sekarang" jawab Nyonya Sarah.
"Bagus lah kalau Mama sudah lebih baik" ucap Alena dengan tersenyum.
"Makasih ya sayang, kamu sudah repot repot datang ke sini. Mama jadi nggak enak karena ngerepotin kamu" ucap Nyonya Sarah merasa tidak enak karena telah merepotkan semua orang dan otomatis mengganggu pekerjaan mereka juga.
"Mama nggak usah bilang makasih mah, Ale dengan senang hati ngelakuin ini kok mah, Ale sudah menganggap Mama sama Papa sebagai orang tua kandung Ale sendiri. Jadi Mama sama Papa ngga perlu sungkan gitu sama Alena" ucap Alena sambil mengelus punggung tangan ibu mertuanya.
"Kamu memang wanita yang baik sayang, Mama beruntung sekali karena mendapatkan Menantu seperti kamu, sayang nya itu akan berakhir sebentar lagi" ucap Nyonya Sarah lirih.
"Iya sayang, tapi...... em..... Mama ada satu hal yang ingin Mama minta dari kamu sayang. Kamu mau kan mengabulkan permintaan Mama" ucap Nyonya Sarah dengan penuh harap.
Alena tanpa ragu menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Apa itu mah, kalau Alena bisa pasti akan Alena lakukan Ma" jawab Alena dengan tersenyum.
Nyonya Sarah awalnya tampak ragu, tapi akhirnya dia mengungkapkan keinginannya pada Alena di depan anak dan suaminya.
"Em..... Begini sayang....... Kalau Mama minta kamu untuk tinggal di rumah Mama setelah Mama pulang dari rumah sakit bisa nggak sayang" ucap Nyonya Sarah penuh harap.
__ADS_1
Alena terlihat kaget mendengar keinginan ibu mertuanya barusan. Sebenarnya bukan masalah Alena tinggal bersama kedua mertuanya, tapi...... Dia pasti akan lebih sering bertemu dengan Akbi kalau tinggal bersama di rumah mertuanya.
Nyonya Sarah yang melihat Alena tampak ragu dengan permintaannya tadi langsung berucap lagi.
"Hanya sampai kamu dan Akbi resmi berpisah sayang. Dan Mama juga minta sama kamu juga Bi, untuk ikut tinggal juga di rumah Mama dan Papa yah" ucap Nyonya Sarah menatap penuh harap pada anak dan menantunya itu.
Setidaknya sebelum mereka benar benar resmi berpisah masih ada sedikit harapan.
Alena semakin bingung dengan keinginan ibu mertuanya, dia ingin menolak tapi tidak tega melihat raut wajah mertuanya yang terlihat benar benar penuh harap.
"Kalau aku sih terserah pada Alena saja Ma. Kalau Alena tidak keberatan aku juga tidak keberatan untuk tinggal lagi di rumah Mama dan Papa" ucap Akbi sambil melirik ke arah Alena.
Alena berpikir lagi. Walaupun masih enggan tinggal serumah lagi dengan Akbi, tapi melihat kondisi ibu mertuanya yang saat ini Alena benar benar tidak sanggup kalau harus menolak keinginannya. Toh hanya sampai hakim memutuskan perceraian nya saja.
"Baiklah Ma. Kalau itu yang Mama inginkan Alena akan setuju tinggal di rumah Mama lagi" ucap Alena akhirnya.
"Sekali lagi makasih ya sayang, Mama seneng banget bisa tinggal lagi bareng sama kalian" ucap Nyonya Sarah dengan senyum sumringah.
Tuan Hendrawan yang sejak tadi hanya diam ikut tersenyum melihat istri tercinta nya tersenyum.
Sedangkan Akbi dan Alena saling lirik satu sama lainnya.
__ADS_1