
Setelah makan malam dan berbincang sebentar di ruang keluarga. Kini semua orang sedang berada di kamarnya masing masing. Tak terkecuali Alena dan Akbi.
Mereka berdua pun kini berada di kamar Akbi. Kamar yang pernah mereka tinggali di awal pernikahan mereka.
Alena sendiri bingung dan tidak mengerti situasi macam apa yang di alaminya saat ini. Ya meski dia dan Akbi masih resmi suami istri baik itu dari segi agama maupun dari segi negara.
Tapi bukankah Alena sudah mengajukan gugatan cerai nya ke pengadilan, jadi berdua di kamar seperti ini membuat Alena merasa canggung dan tidak nyaman.
Alena hendak melangkah keluar tapi Akbi yang baru keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju tidurnya yang sudah ia pakai lebih dulu bertanya pada Alena.
"Kamu mau kamana Ale" Tanya Akbi begitu melihat Alena ingin keluar kamar.
"Ak aku.... Kayaknya aku tidur di kamar tamu aja deh" ucap Alena gugup.
"Kenapa memangnya?" Tanya Akbi.
"Ya aku merasa agak kurang nyaman tidur di kamar ini" Jawab Alena dengan suara kecil.
Akbi menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya berjalan mendekati Alena.
"Alena...... Aku minta sama kamu tolong jangan pindah kamar ya, aku mohon Alena. Tolong kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, meski aku tahu kalau kesalahan ku itu terlalu menyakitkan untuk mu, tapi aku mohon Alena kasih aku kesempatan untuk berjuang untuk rumah tangga kita. Aku janji aku nggak akan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Yah Alena" Ucap Akbi dengan menggenggam tangan Alena.
"Tapi....." Alena terlihat ragu untuk menjawab.
"Plis Alena sayang, kasih aku satu kesempatan ya,,,, aku janji nggak akan maksa kamu lagi jika nanti keputusan kamu tetap ingin berpisah, jadi aku mohon ya Alena kasih aku satu kesempatan lagi" Ucap Akbi dengan sungguh sungguh.
Mata mereka berdua bertemu. Alena dapat melihat kesungguhan dari mata Akbi saat ini.
Sungguh hati Alena masih sangat mencintai Akbi suaminya tapi Alena juga masih dapat merasakan luka yang di torehkan Akbi di dalam hatinya.
Akhirnya walaupun masih sedikit ragu Alena menganggukkan kepalanya pelan.
"Terimakasih Alena, terimakasih kamu mau memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" Ucap Akbi sumringah, lalu dia memeluk erat tubuh Alena seakan takut Alena akan lari darinya.
__ADS_1
Alena masih diam tidak membalas pelukan Akbi meski dia sebenarnya sangat ingin membalas pelukan itu.
"Tapi Bi, aku ada syarat yang harus kamu penuhi" ucap Alena begitu dia bisa melepaskan pelukan dari Akbi.
"Syarat apa Alena? Aku akan janji akan berusaha memenuhi syarat apapun yang kamu berikan" Ucap Akbi bersungguh sungguh.
"Ok jadi begini, syarat yang pertama. Meskipun aku memberikan kamu kesempatan untuk memperbaiki semuanya sampai hakim memberikan kepuasan, tapi aku ingin selama itu aku tidak mau kita melakukan hubungan suami istri walaupun kita tidur satu kamar"
"Iya aku janji nggak akan melakukan hal itu. Aku janji Alena. Emmm,,,,,, tapi kalau peluk boleh dong" Ucap Akbi dan itu langsung mendapat plototan dari Alena.
"Heee maksud ku begini Alena sayang, kalau orang tidur kan kadang nggak sadar kalau tiba tiba meluk gitu kan tidur nggak sadar Alena lawong ada orang yang tidur sambil berjalan juga ada" Ucap Akbi dengan disertai cengiran.
"Tapi awas aja kalau nanti macem macem kamu" Ucap Alena masih dengan matanya yang melotot.
"Iya nggak macem macem kok janji cuma satu macem aja" Goda Akbi.
"Bi" Geram Alena.
"Iya iya Alena ku yang cantik"
"Itu udah pasti Alena. Aku janji" Jawab Akbi dengan mengacungkan dua jarinya.
"Oh ya masih ada satu lagi"
"Apa lagi sayang ku,,,,,,, mau syarat apa lagi"
"Jangan pernah lagi panggil aku dengan sebutan sayang, karena kamu udah pakai sebutan itu untuk perempuan lain. Aku nggak mau kamu sampai sama perempuan itu" Ucap Alena ketus.
Akbi yang mendengar itu langsung diam dan mulai memikirkan ucapan Alena barusan. Dia tidak pernah bermaksud memanggil Alena dengan sebutan yang sama seperti dirinya memanggil Monika. Apalagi ingin menyamakan, sama sekali tidak. Akbi hanya merasa kata 'sayang' memang biasa di ucapkan pada orang yang kita sayangi dan cintai.
"Alena, aku minta maaf ya, aku nggak bermaksud untuk menyamakan kamu dengan Monika ak"
"Jangan sebut nama itu" Potong Alena dengan tegas.
__ADS_1
"Iya iya, duh,,,,, gimana ya. Ehmm aku nggak bermaksud menyamakan kamu sama dia, aku cuma mungkin kurang kreatif sebelumnya Beby" Ucap Akbi agak aneh karena dia berbicara sambil memikirkan kata-kata yang tepat agar Alena tidak tersinggung lagi.
"Tadi bilang apa?" Tanya Alena ingin mendengar Akbi menyebut panggilan nya tadi.
"Apa Beby" Ucap Akbi balik tanya.
"Udah nggak papa"
"Kita baikan kan sekarang?"
"Emang kita berantem kok baikan?"
"Maksudku kamu udah maafin aku kan?" Tanya Akbi.
"Nggak ada ya aku maafin kamu, kamu lupa ya aku tuh ngasih kesempatan buat kamu ngeyakinin aku lagi bukan langsung maafin. Kalau istilahnya tuh kamu itu lagi ujian sekarang nah lulus atau nggak nya ya tergantung kamu sendiri bisa ngeyakinin aku lagi nggak" Jelas Alena.
"Ya udah lah nggak papa. Apapun itu yang penting kamu udah ngasih aku kesempatan untuk kedua kalinya. Dan aku janji akan menggunakan kesempatan ini sebaiknya untuk meyakinkan kamu kalau aku tuh bener bener tulus cinta sama kamu dan aku nggak akan ngelakuin hal bodoh yang bisa membuat rumah tangga kita rusak seperti kemarin lagi. Aku janji" Ungkap Akbi bersungguh sungguh.
"Udah ah dari tadi jonja janji, jonja janji aku ngantuk mau tidur"
Setelah mengucapkan itu Alena segera berjalan menuju ranjang dan bersiap untuk tidur. Akbi yang melihat Alena akan tidur menjadi bersemangat dan berniat menyusul Alena tidur di sebelah istrinya tapi langkahnya terhenti setelah mendengar ucapan Alena.
"Eh,,,, mau kemana?" Tanya Alena.
"Ya mau tidur lah Beby masak mau makan" Ucap Akbi.
"Kalau mau tidur tuh tidur di sofa jangan tidur di sini" Ucap Alena sambil menunjuk sofa yang ada di kamar itu.
"Lho kok aku di suruh tidur di sofa sih beb kan nggak enak tidur di sana" Jawab Akbi ikut menunjuk sofa yang di maksud Alena tadi.
"Ya kamu tinggal pilih sendiri mau tidur di sofa atau di kamar tamu, oh atau kamu mau aku yang tidur di kamar tamu? Ok kalau gitu"
Alena hampir bangun dari posisi tidurnya tapi Akbi lebih di hentikan oleh Akbi.
__ADS_1
"Eh nggak Beby kamu tidur di sana aja ya jangan kemana-mana ok! Biar aku tidur di sofa aja"
'Nggak papa deh tidur di sofa asal masih bisa satu kamar dengan Alena' Gumam Akbi dalam hati.