
Tepat waktu makan siang Akbi datang menjemput Alena sesuai janjinya tadi pagi. Akbi membawa Alena ke restoran berbintang yang sudah di reservasi oleh dirinya sendiri pagi tadi.
Akbi memesan ruang khusus di restoran itu dan dia juga memesan menu makan siang lengkap juga. Jadi saat dirinya dan Alena sampai makan siang langsung di hidangkan di depan mereka tanpa harus memesannya lagi.
"Kamu sendiri yang pesenin makanan ini?" tanya Alena dengan raut berbinar.
"Tentu Beby, ini semua makanan kesukaan kamu, benar kan?"
"Iya bener, aku nggak nyangka aja kalau kamu tau aku suka makanan ini"
"Apasih yang nggak aku tau tentang kamu? Isi hati kamu aja aku tau kok" ucap Akbi sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Alena.
"Apasih sok tau banget" jawab Alena sambil menyembunyikan senyumnya.
"Serius aku tau. Pasti....... sekarang kamu lagi mikir kalau laki laki di depan kamu itu ganteng banget" ucap Akbi bercanda.
"Hah PD banget ngomong diri sendiri ganteng"
"Lha emang ganteng kan. Jadi kalau ada yang lihat kita jalan berdua itu cocok yang satu ganteng yang satunya lagi cantik. Cocok jadinya kalau punya anak juga pasti ganteng ganteng sama cantik cantik nanti" ucap Akbi kembali menggoda Alena.
Alena yang terus di goda Akbi tak kuasa lagi menahan rona malunya. Wajahnya kembali memerah karena ucapkan Akbi.
"Udah ah makan keburu dingin nih makanan nya jadi nggak enak nanti"
"Cie malu malu nih" Akbi tetap tak berhenti menggoda Alena.
Wajah cantik Alena yang memerah karena malu terlihat sangat imut dan manis menurut Akbi.
"Kalau kamu nggak berhenti bicara aku pulang nih nggak jadi makan" ancaman Alena.
"Iya iya aku nggak nggodain kamu lagi jangan ngambek ya nanti cantiknya ilang lho"
"Akbi......." Rengek Alena.
"Iya udah nih aku diem maaf" ucap Akbi sambil menunjukkan gerakan mengunci mulutnya.
Aku mereka makan dengan lahap dan sesekali masih berbicara ringan dan Akbi lagi lagi menggoda Alena dengan rayuan rayuannya. Ntah sejak kapan Akbi pintar merayu seperti ini, padahal seingat Alena Akbi dulu orang yang sangat dingin dan kaku tapi sekarang Akbi seperti orang lain dengan kepribadian yang lebih menyenangkan.
Setelah makan siang Akbi kembali mengantar Alena ke butiknya lagi.
"Makasih ya Bi makan siangnya, tadi makanannya enak banget" ucap Alena.
__ADS_1
"Sama sama Beby aku seneng kalau kamu suka makanannya" jawab Akbi.
"Oh ya nanti kamu pulang jam berapa?" tanya Akbi.
"Emmm mungkin jam tiga atau jam empat. masih belum pasti karena ada banyak pesanan yang harus di urus" jawab Alena.
"Owh ya udah kalau gitu nanti pulangannya bareng lagi ya. Aku jemput nanti" pungkas Akbi.
"Nggak usah jemput Bi kalau kamu sibuk. Aku bisa pulang pakai taksi kok" balas Alena.
"Kamu tenang aja, aku nggak sibuk kok malah aku seneng bisa antar jemput kamu seperti hari ini. Kalau bisa sih tiap hari juga aku mau kok antar jemput kamu terus Beby" ucap Akbi.
"Emang kamu supir aku apa harus anter jemput aku terus, udah ah aku mau turun" ucap Alena lalu saat Alena hendak membuka pintu mobil Akbi menghentikan tangan Alena yang akan membuka pintu.
"Eh tunggu sebentar Alena" cegah Akbi.
"Apalagi sih A"
"Cup"
Ucap Alena terputus karena Akbi tiba tiba mengecup singkat bibir Alena. Hanya kecupan tapi itu cukup membuat Alena mematung seketika.
Dan Akbi,,,,,,,, sang pelaku malah senyum senyum menikmati raut terkejut Alena saat ini.
"Pelan pelan Beby jalannya nanti kesandung" ucap Akbi dari balik kaca mobil yang di bukanya.
"Bodo. Udah sana cepat pergi" usir Alena.
"Dah Beby sampai ketemu nanti sore" ucap Akbi sebelum pergi.
"Iya"
Melihat mobil Akbi sudah pergi Alena mendesahkan nafasnya berat.
"Huh bisa sakit jantung nih lama lama aku kalau gini terus, uhhhhh Alena kenapa sih kamu selalu nggak bisa ngontrol jantung kamu kalau deket dia. Dan juga tadi apa apaan coba tadi Akbi seenaknya main cium cium dadakan gitu kan kaget aku. Gak bagus nih buat jantung aku nih" dumel Alena sambil terus memegangi dadanya yang masih terasa deg deg ser.
Karyawan butik yang melihat aksi Alena yang ngedumel nggak jelas di depan butik setelah diantar suaminya tertawa sambil menggosipkan Nyonya bosnya.
"Miss Alena lucu banget deh itu" ucap salah satu karyawan.
"Iya yah pasti abis di godain sama suaminya tuh Miss Alena" lanjut karyawan lainnya.
__ADS_1
"Sebenarnya Miss Alena sama Pak Akbi tuh serasi banget lho di lihat dari segi manapun tetep serasi dan kelihatan romantis" ucap karyawan yang pertama.
"Iya lucu dan romantis mereka itu. Jadi pengen cepat cepet nikah deh biar bisa romantis romantisan kayak Miss Alena sama suaminya"
"Ehh pacar aja nggak punya udah ngayal nikah aja kamu"
"Biarin yang penting sudah ada planning mau nikah dari pada nggak punya pikiran nikah sama sekali" ucap karyawan itu tidak mau kalah.
Karin yang melihat para karyawan yang mengintip jendela jadi ikut penasaran dan ikut mendekati mereka.
"Pada ngapain sih kok pada di sini semua?" tanya Karin pada para karyawan butik yang sedang asik ngerumpi sambil ngintip di kaca.
"Itu tuh Miss Alena lucu Mbak" jawab salah satu dari mereka.
"Mana coba saya lihat"
Karin yang melihat Alena ngedumel di depan pintu ingin tertawa tapi di tahan agar tidak diketahui oleh para karyawan.
"Udah sana pada kerja lagi. Kalau ketahuan Miss Alena bisa marah nanti Miss Alena" ucap Karin mengusir para karyawan yang berkerumun mengintip Alena di jendela.
"Iya Mbak" ucap mereka bersama.
Setelah mereka pergi, bukannya ikut pergi Karin malah kembali ngintip bosnya yang masih di luar.
"Mbak ati ati kalau ketahuan Miss Alena" ucap salah satu karyawan yang tadi di suruh Karin pergi.
Karin sampai terkejut mendengar karyawan itu berucap tiba tiba.
"Sialan kamu. Awas kamu ya"
"Piss mbak Karin jangan gitu dong nanti cantiknya ilang lho" rayu karyawan itu.
"Alah bisa aja kamu udah sana kerja lagi. saya juga mau kesana"
Saat Karin dan karyawan itu masih bicara ternyata Alena sudah masuk dan mendekati Karin dan karyawan itu.
"Kalian ngomongin apa?" tanya Alena.
"Ya ngomongin Miss lah" jawab Karin masih belum sadar.
"Ngomongin saya?" tanya Alena bingung.
__ADS_1
Sontak membuat Karin dan karyawan kompak menoleh kearah Alena.