Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
41. Gantian Melayani


__ADS_3

Alena tidur dengan posisi memunggungi Akbi yang saat ini tengah berbaring di sofa. Dari tadi dia sudah mencoba untuk memejamkan matanya, tapi tak kunjung bisa membuat nya tertidur juga.


Alena merasa canggung tidur di kamar yang sama dengan Akbi saat ini, bahkan menurutnya ini jauh lebih terasa canggung dari malam pertama setelah mereka menikah.


Belum lagi masalah pembahasan mereka tadi mengenai permintaan Akbi yang meminta kesempatan kedua untuknya dan itupun sudah di setujui Alena tadi.


Alena berfikir apakah keputusan yang diambil oleh nya tadi adalah keputusan yang tepat? karena jujur Alena masih bimbang.


Mungkin memang Akbi sudah sangat mengecewakan dirinya, tapi hatinya pun tik bisa di bohongi. Dan juga selain karena alasan tadi, hal yang juga menjadi pertimbangan Alena adalah karena hubungan mereka itu hubungan suami istri, bukan lagi hanya sekedar pacar. Pernikahan itu bukan hanya mengenai dua orang itu saja tapi pernikahan itu tentang menyatukan dua keluarga juga.


Dan lagi pula setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan dan butuh yang namanya kesempatan kedua untuk bisa memperbaiki kesalahan yang pernah ia perbuat di masa lalu.


Jadi akhirnya Alena memilih untuk menyetujui keinginan Akbi untuk memberinya kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan juga untuk meyakinkan Alena bahwa dirinya lah imam terbaik untuk Alena. Setidaknya saat ini Akbi memiliki waktu sampai sidang akhir nanti.


Sedangkan Akbi sendiri, saat ini tengah menatap Alena yang tidur di ranjang dengan memunggunginya.


Akbi menatap punggung itu dengan tatapan kerinduan ingin rasanya Akbi memeluk tubuh itu untuk menyalurkan kerinduannya. Tapi untuk saat ini yang bisa Akbi lakukan hanya memandangi saja.


Setidaknya masih ada harapan untuk nya walau mungkin tak mudah tapi Akbi janji akan berusaha meyakinkan Alena bahwa dirinya memang hanya mencintai Alena dan tidak akan menduakan Alena untuk alasan apapun itu.


Lama Akbi memandangi punggung Alena akhirnya Akbi pun tertidur.


***************


Malam kini telah berganti pagi, pagi ini ada yang berbeda dari pagi pagi biasanya.


Jika biasanya Alena selalu bangun subuh. Menyiapkan segala keperluan Akbi dan membuatkan sarapan untuk Akbi. Kini hal itu terbalik.


Karena semalam Alena sulit tidur dan baru tertidur lebih dari tengah malam, jadi pagi ini Alena bangun telat. Tapi malah Akbi yang bangun awal pagi ini.


Akbi sengaja bangun lebih pagi dari biasanya karena hari ini dia ingin melayani Alena seperti Alena melayaninya biasanya.

__ADS_1


Akbi bahkan ke dapur untuk membuat kan Alena sarapan pagi meski dirinya tak bisa masak sama sekali.


Awalnya Akbi ingin membuat nasi goreng, tapi nasi goreng nya malah gosong dan sangat asin. Lalu bik Sumi dan bik Narti menyarankan Akbi untuk membuat senwich dan susu hangat saja dari pada masak tapi sama sekali tidak bisa di makan yang ada hanya bikir dapur kotor dan berantakan.


"Udah deh den biar bibik aja yang buat dari pada Aden bikin ancur dapur ini" ucap bik Sumi.


"Iya den biar kita aja yang masak, Aden tunggu aja kayak biasanya" bik Narti ikut menimpali.


"Nggak bisa bik, ini tuh spesial Akbi bikin buat istri Akbi masak bibik yang bikinin ya nggak romantis lah bik" jawab Akbi.


Bik Sumi dan bik Narti tersenyum mendengar ucapan Tuan mudanya itu. Mereka berdua tau kalau Tuan dan Nyonya mudanya sedang ada masah dan kini mereka dapat melihat kalau hubungan kedua majikannya akan membaik.


"Ya udah kalau Aden tetep ingin bikin sarapan buat non Alena, mending Aden bikin senwich aja sama susu hangat buat non Alena" usul bik Sumi.


"Nah bener tuh den gampang dan nggak ribet" bik Narti ikut menimpali.


"Ya udah deh bik aku buat senwich aja"


Setelah membuat senwich dan menuangkan susu hangat di gelas, Akbi membawa nya naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Akbi ingin begitu Alena bangun dia bisa langsung makan sarapan yang dia buat ini.


Senyum Akbi mengembang begitu sampai di depan pintu kamar nya. Akbi membuka pintu itu perlahan agar tidak membangunkan Alena.


Begitu masuk ke dalam kamar Akbi melihat Alena masih setia tidur dengan seluruh tubuhnya di gulung selimut, menyisakan kepalanya yang terlihat.


Akbi tersenyum melihat Alena tertidur pulas. Selama beberapa minggu ini Akbi tidak bisa menyaksikan Alena tertidur seperti ini. Jangankan melihatnya tertidur berdekatan saja Alena tidak mau. Alena selalu menghindar saat Akbi mencoba mendekat.


Akbi menaruh nampan berisi sarapan untuk Alena di atas nakas lalu dia berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk dipakai Alena nanti.


Begitu selesai menyiapkan air hangat untuk mandi Alena. Akbi kembali ke kamar dan m membangunkan Alena yang masih tertidur.

__ADS_1


Akbi duduk di susi ranjang lalu mengusap lembut rambut Alena.


"Bangun Beby, sudah pagi" ucap Akbi sambil terus mengelus rambut Alena.


"Beby hei bangun dulu beb aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu" ucap Akbi lagi. Kali ini tangannya juga ikut menoel noel hidung dan pipi Alena.


"Emmmm" Alena meleguh lalu mengerjakan kedua matanya.


"Pagi Beby" Ucap Akbi tersenyum begitu melihat Alena membuka matanya.


Alena yang melihat Akbi terlonjak kaget. Alena masih belum sadar dirinya ada di mana karna seingatnya dia dan Akbi tengah pisah rumah.


"Akbi, kamu kok ada di sini?" tanya Alena kebingungan.


"Ya iyalah aku di sini. Kan ini kamar aku eh salah kamar kita Beby"


"Hah?" Alena kebingungan sendiri lalu Alena baru sadar kalau dia sekarang ada di rumah mertuanya dan semalam dia dan Akbi tidur di kamar yang sama. Mengingat itu Alena merasa bodoh karena sempat kebingungan saat bangun tadi.


"Iya he he he aku lupa kalau semalam aku tidur di sini" ucap Alena sambil tersenyum malu malu.


"It's ok Beby, nggak masalah. Sekarang lebih baik kamu mandi karena aku udah nyiapin air hangat untuk kamu mandi dan aku juga sudah menyiapkan sarapan khusus untuk kamu pagi ini" ucap Akbi sambil menunjuk sarapan buatannya yang di taruh di atas nakas.


"Hah!" Alena hanya sanggup melongo mendengar ucapan Akbi tadi.


Karena selama pernikahannya dengan Akbi. Alena belum pernah di perlakukan Akbi seperti sekarang ini.


"Hei kok malah bengong sih, ayo buruan mandi. Keburu airnya dingin nanti"


"Eh emm i...iya ak... aku mandi sekarang" ucap Alena gugup lalu secepat mungkin Alena masuk ke kamar mandi.


Dikamar mandi Alena memegangi dadanya yang berdegup kencang.

__ADS_1


"Aduh baru satu hari aja aku udah baper gini. Gimana ceritanya nih kalau tiap hari Akbi kayak gini, bisa bisa aku klepek klepek lagi sama dia. Duh jantung...... Biasa aja napa sih, baru juga sehari udah deg degan aja. Apa kabar nanti hari hari berikutnya" gumam Alena dalam hati sambil memegangi dadanya yang masih berdetak kencang.


__ADS_2