
Setelah mandi dan sarapan roti dan susu yang di buatkan Akbi tadi, Alena kekamar ibu mertuanya sebelum berangkat ke butik.
Tok tok tok
Alena mengetuk pintu kamar mertuanya sebelum masuk ke kamar.
"Ya masuk " sahut Nyonya Sarah.
Ceklek.
Alena membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar ibu mertuanya. Dia menghampiri abu mertuanya yang sedang berbaring di atas kasur.
"Mama udah sarapan belum?" tanya Alena pada ibu mertuanya.
"Udah kok sayang, Mama tadi di buatin bubur sama bik Sumi" jawab Nyonya Sarah.
"Maaf ya Mah Alena tadi pagi kesiangan bangunnya, jadi nggak bisa deh buatin Mama sarapan"
"Nggak papa kok sayang kan ada bik Narti sama bik Sumi kamu jangan capek capek kan kamu juga kerja"
"Alena nggak repot kok mah Alena seneng, oh ya mah Alena mau pamit berangkat ke butik dulu"
"Iya hati hati ya sayang di jalan"
"iya mah" setelah mengucapkan itu Alena mencium punggung tangan ibu mertuanya lalu keluar rumah.
Tadi Alena ingin berpamitan juga pada Papa mertuanya tapi Papa mertuanya ternyata sudah berangkat ke kantor terlebih dulu jadi setelah berpamitan pada ibu mertuanya Alena langsung keluar rumah.
Saat Alena sampai di sebelah mobilnya Alena mengerutkan keningnya melihat ban mobilnya kempes. Bukan hanya satu tapi empat empatnya kempes.
"Lho ini kok bisa sih kempes semua" ucap Alena pada dirinya sendiri.
"Duh gimana donk. Mana hari ini ada janji mau fitiing baju lagi sama clien, huh gimana donk ini"
Saat Alena sibuk bicara sendiri dari belakang datang Akbi yang sudah rapi dengan setelan kantor nya. Akbi menghampiri Alena yang terlihat kebingungan dan bicara sendiri.
"Ada apa ini By" tanya Akbi pada Alena.
"Nggak tau nih ban mobil aku masak bisa sih empat empatnya kempes semua" ucap Alena kesal.
__ADS_1
"Iya yah kok bisa sih bocor sampai empat" sahut Akbi.
"Nah itu dia yang bikin aku bingung, mana sebentar lagi aku ada janji sama clien yang mau fitiing baju lagi. Masak aku harus bikin clien nunggu kan nggak enak" Keluh Alena pada Akbi.
"Ya udah aku anter aja yah, dari pada kamu telat dateng ke butiknya" Tawar Akbi.
"Nggak usah Bi, ntar malah kamu lagi yang telat karena nganterin aku"
"Nggak papa, lagian siapa coba yang bakal marah kalau aku dateng kesiangan bahkan gak ke kantor sekalipun"
"Kamu tuh ya selalu gitu. Sebagai atasan tuh harusnya kasih contoh yang baik buat karyawan kamu. Kan kalau bos-nya dateng on time otomatis karyawannya juga bakal on time juga" Omel Alena.
Akbi tersenyum mendengar Alena mengomelinya seperti dulu lagi. Rasanya sangat menyenangkan mendengar omelan Alena saat ini.
"Iya iya Beby, terus gimana nih jadi nggak aku anter kalau nggak jadi aku berangkat kerja dulu biar karyawan aku tuh tau kalau CEO nya selalu tepat waktu" Pancing Akbi.
Akbi berjalan pelan menuju mobilnya lalu di susul Alena juga berjalan mengikuti Akbi.
"Tunggu aku ikut" ucap Alena.
"Nah gitu dong dari tadi kek" ucap Akbi sambil senyam-senyum.
Rupanya tadi pagi Akbi telah menyuruh sang security untuk menggembesi ban mobil Alena. Meskipun Alena cukup curiga karena semua ban mobilnya kempes tapi setidaknya idenya tetap berjalan sukses.
Didalam mobil Alena kembali membahas perihal ban mobilnya yang kempes tadi, Alena masih tak habis pikir bagaimana bisa ban mobilnya empat empatnya kempes semua terlihat aneh menurut Alena.
"Kok bisa ya Bi ban mobil aku tuh empat empatnya kempes barengan gitu. Kayak ada yang aneh gitu" ucap Alena.
"Kebetulan aja kali itu By. Mungkin emang waktunya bocor tuh ban mobil" jawab Akbi ngasal.
"Emang ada gitu waktu ban bocor aneh banget deh kamu Bi" ucap Alena mengerutkan bibirnya.
Akbi yang melihat Alena mengerutkan bibirnya jadi gemas dan tanpa menunggu lama Akbi segera menepikan mobilnya di sebrang jalan.
"Lho kok berhenti Bi, kan mas..." belum juga Alena menyelesaikan ucapannya tapi mulutnya terlebih dulu di bungkam dengan bibir Akbi. Alena yang syok membelalakkan matanya saat tiba tiba Akbi menciumnya. Meski awalnya Alena diam dan tidak merespon ciuman Akbi, tapi lama lama Alena pun membalas ciuman Akbi yang lembut tapi memabukkan.
Akbi yang merasa ciumannya di respon oleh Alena dalam hati tersenyum bahagia karena Alena tidak menolak ciumannya bahkan Alena mau membalas ciumannya ini.
Setelah beberapa saat Akbi melepas ciumannya pelan tapi dia tidak menarik dirinya. Akbi menempelkan keningnya dan kening Alena.
__ADS_1
"Terimakasih Alena karena mau memberiku kesempatan kedua, aku janji tidak akan mengecewakan kamu lagi. Percayalah hanya kamu yang aku cintai Alena, tidak ada yang lain lagi di hatiku hanya kamu" bisik Akbi pelan namun masih dapat di dengar Alena dengan jelas.
"Jangan kecewakan aku lagi Bi" ucap Alena sama lirihnya.
"Tidak akan aku berani bersumpah Beby" ucap Akbi lalu kembali menempelkan bibirnya pada bibir Alena untuk yang kedua kalinya.
Ciuman yang lembut manis dan tidak bernafsu. Ciuman yang mengisyaratkan kerinduan itupun berlangsung cukup lama.
Setelah ciuman yang mereka lakukan tadi, kini Akbi kembali melajukan mobilnya ke butik Alena. Akbi nampak tersenyum sumringah sepanjang perjalanan menuju butik sedangkan Alena tampak menundukkan wajahnya malu malu.
'Uh.... Alena kenapa kamu nggak bisa tahan sih waktu di cium Akbi barusan' ucap Alena dalam hati sambil curi curi pandang pada Akbi yang menyetir sambil tersenyum. Sesekali Akbi juga melirik Alena dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit tibalah mobil Akbi di depan butik Alena.
"Nanti siang aku jemput, kita makan siang bareng ok?" tanya Akbi pada Alena.
"Emmm boleh nanti jemput aja" ucap Alena malu. Alena masih malu karena ciuman tadi.
"Pipi kamu kok merah sih kamu masih malu ya gara gara tadi" goda Akbi karena melihat wajah Alena yang masih memerah seperti tadi.
"Apaan sih gak jelas deh"
"Iya tuh muka kamu merah" Akbi kembali menggoda Alena.
"Udah ah aku mau turun" ucap Alena lalu menyodorkan tangan pada Akbi.
Akbi pun mengulurkan tangannya lalu di cium punggung tangan Akbi oleh Alena.
"Aku turun dulu" ucap Alena setelah mencium punggung tangan Akbi.
"Tunggu sebentar" Ucap Akbi yang membuat Alena bingung.
"Huh apa lagi?"
"Tunggu"
Akbi keluar mobil terlebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk Alena.
Alena semakin meleleh melihat sikap manis Akbi hari ini. Mungkin keputusannya untuk memberikan kesempatan untuk Akbi adalah keputusan yang benar.
__ADS_1