
Setelah memikirkan usulan dari temannya semalam, akhirnya Monika pun setuju untuk melakukan rencana gila itu.
'Ngak papa lah luka dikit yang penting Akbi bisa jadi milik aku lagi' Gumam Monika dalam hati.
Tapi sebelum menjalankan rencananya, dia berusaha menelfon Akbi dan mengirimkan pesan WA ke Akbi dia mengatakan kalau Akbi tidak mau menemuinya sekarang maka dia akan bunuh diri. Tapi nomernya malah tidak aktif, dia jadi semakin kesal dan benar benar yakin akan keputusannya itu.
Sebelum memulai dramanya, Monika terlebih dulu menelfon kedua temannya yang semalam memberikan dia ide gila ini.
Tutttt.... tutttt......
📞"Hallo Mon ada apa? Lo udah pikirin saran dari kita semalem?" Tanya Anya di sebrang telfon.
📞"Iya gue udah pikirin dan gue setuju sama ide kalian, tapi kalian cepet kesini dulu, gue nggak mau saat gue udah gores tangan gue nggak ada orang disini ntar gue kenapa kenapa lagi" Sahut Monika menjawab pertanyaan temannya.
📞 "Ok kita kesana sekarang, kita juga bakal bawa sesuatu buat ngeyakinin akting elu nanti" Kata Anya lalu menutup telepon dan segera datang ke apartemen Monika.
Setelah menutup telfon Anya menghubungi Serly dan mengajaknya ke apartemen Monika.
Teettttt...... teettttt......
Mendengar ada yang memencet bel pintu apartemennya, Monika segera membuka pintu, dia yakin bahwa yang datang adalah kedua temannya.
Saat dia membuka pintu ternyata memang benar kalau yang datang adalah kedua temannya.
" Cepet juga kalian dateng, ayo buruan masuk kita lakuin di dalem" Kata Monika lalu dia berjalan masuk di susul kedua temannya di belakang.
"Lihat deh apa yang gue bawa ini tada....." Kata Anya memperlihatkan apa yang dia bawa
"Itukan kantung darah? Buat apa lo bawa itu segala?" tanya Monika kebingungan.
"Yah buat di taro di lantai sama badan elo lah biar keliatan dramatis gitu banyak darahnya" Kata anya.
"Yups Monika, jadi kalau nanti Akbi dateng terus dia liat ada darah sebanyak ini dia pasti mikir kondisi elo bener bener gawat" Kini giliran Serly yang menjawab.
__ADS_1
"Tapi kayaknya percuma deh bawa itu lagian Akbi juga nggak bisa di telfon dari semalem, nomernya nggak aktif" Kata Monika kesal.
"Ya udah kita ganti rencana, kita cecerin dulu nih darahnya di sini terus elo nyayat tangan lo di mobil aja jadi biar nggak kelamaan sampe rumah sakit nya" kata Serly memberi ide lain.
"kalau gue nyayat tangan gue di mobil terus buat apa nih darah di cecerin di sini bikin kotor sama bau aja tau" Kata Monika, dia masih tidak mengerti dengan rencana mereka kali ini.
"Aduh Monika yang cantik sexy, denger ya gue yakin nanti di rumah sakit Akbi bakal luluh lagi sama elo dan nantinya yang akan nganterin elo pulang pasti Akbi kan, jadi saat dia nganterin lo pulang dia pasti liat noda darah sebanyak ini dan makin ngerasa bersalah sama elo" Kata Serly panjang lebar memberitahukan rencananya.
"Ya udah ok gue ikutin saran kalian yang penting Akbi bisa balik lagi sama gue"
Flash back of
Kembali ke Akbi begitu keluar sampai ke rumah sakit dia memarkirkan mobilnya dan lalu turun. Dia masuk ke rumah sakit dan bertanya pada resepsionis rumah sakit dimana Monika di rawat.
Akbi segera menuju ruang rawat Monika, begitu sampai di depan pintu ruangan Monika, dia segera membuka pintu dan saat pintu terbuka terlihat ada Monika yang sedang tertidur di ranjang rumah sakit sendirian.
Akbi menutup pintu dan berjalan mendekati Monika yang tertidur di ranjang rumah sakit dengan wajah yang terlihat pucat.
Akbi merasa bersalah karena telah mengabaikan telfon dan pesan dari Monika sehingga Monika sekarang harus ada di tempat ini. Aku kalau mengingat dia sudah mengingkari janji nya pada Monika, bertambah sudah rasa bersalahnya.
Akbi duduk di kursi samping tempat tidur Monika dan meraih tangan Monika, di genggamnya tangan itu lembut.
Monika mengerjakan matanya saat merasakan tangannya di genggam oleh seseorang.
"Akbi ini benar benar kamu Akbi " Monika berucap dengan suara yang terlihat lemas.
"Iya Monika ini aku, aku sudah datang, maafin aku ya karena aku nggak ngangkat telfon dan buka chat kamu, aku bener bener nyesel" Kata Akbi, dia benar-benar menyesal karena mengabaikan Monika dua hari ini.
"Iya aku maafin, tapi kamu harus janji kalau kamu nggak akan ninggalin aku demi wanita kampungan itu" Kata Monika membalas genggaman tangan Akbi.
"Tapi Mon aku" Belum sempat Akbi melanjutkan kata katanya Monika terlebih dulu memotong perkataan Akbi.
"Pokoknya aku nggak mau tau kamu nggak boleh ninggalin aku dan lebih pilih wanita itu, jangan pergi Akbi aku nggak bisa hidup tanpa kamu" Kata Monika pada Akbi.
__ADS_1
Akbi menjadi serba salah dengan situasi saat ini, di satu sisi dia memang masih mencintai Monika dan tidak mau dia berbuat nekat, tapi di sisi lain ada Alena, istrinya yang sah.
Selain itu dia pun merasa nyaman dan selalu ingin berada di sisi Alena.
"Monika dengarkan aku dulu plis...aku tau aku telah bertindak tidak adil padamu, aku menikahi Alena tanpa sepengetahuan mu, tapi sekarang aku tidak bisa meninggalkan Alena dia adalah istriku dan... dan k..kami telah melakukan itu. Jadi aku mohon Monika, terimalah kenyataan kalau kita tidak berjodoh" Kata Akbi pelan dia mencoba membuat Monika mengerti dan mau menerima pernikahannya.
"Kamu jahat Akbi, jahat kamu, aku nggak mau hubungan kita berakhir aku cinta sama kamu, kalau kamu benar benar ninggalin aku maka aku akan bunuh diri" Ancam Monika pada Akbi.
Dia merasa kesal karena Akbi malah memintanya untuk melepaskan nya, itu tidak akan pernah terjadi.
"Aku mohon Monika aku benar benar tidak bisa meninggalkan nya saat kami sudah melakukan itu, dan juga apa kamu lupa tentang ancaman papah dulu?" Kata Akbi memelas pada Monika.
Monika jadi teringat dengan ancaman orang tua Akbi yang akan mencoret nama Akbi dari daftar warisan. Huh menyebalkan pikir Monika.
"Kalau begitu kita kembali ke rencana awal, kita tetap pacaran dan kamu segera cari cara untuk menceraikan wanita itu" Kata Monika dengan lembut.
"Baiklah tapi kamu jangan berbuat nekad seperti ini lagi ok" Kata Akbi dengan mengelus rambut Monika.
"Iya asal kamu nggak ninggalin aku, aku nggak akan ngelakuin ini lagi, aku janji. Tapi kamu juga jangan ngabai'in aku kayak kemarin lagi ya" Pinta Monika.
"Iya maaf kalau kemarin aku nggak ngangkat telfon dari kamu" Akbi memang benar benar menyesal tidak mengangkat telfon dari Monika dan itu membuat Monika seperti ini sekarang.
"Iya aku maafin, tapi sekarang kamu temenin aku ya, aku nggak mau kamu pergi" Kata Monika manja.
"Aku akan disini nemenin kamu, kamu tadi udah sarapan apa belum? Jawan Akbi di akhiri pertanyaan.
" Belum, makanan di sini nggak enak jadi aku males makannya" Jawab Monika.
"Ya udah aku pesen makan dulu ya" tawar Akbi.
"Iya" jawab Monika dengan tersenyum senang
'Walau Akbi nggak bisa ninggalin wanita itu, tapi seenggaknya dia juga nggak akan ninggalin aku, itu udah langkah yang baik untuk saat ini, suatu saat nanti aku akan nyingkirin dia selamanya dari hidup Akbi ' Gumam Monika dalam hati.
__ADS_1