Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
46. Honeymoon Dadakan


__ADS_3

"Akbi..... Kita itu mau kemana sih?" tanya Alena lagi.


"Nanti kamu juga akan tau Beby" jawab Akbi melihat Alena sekilas dan mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan bikin penasaran donk. Dari tadi aku tanya kamu cuma jawab nanti juga tau sendiri gitu mulu jawabnya dari tadi" ucap Alena tidak sabar.


"Bentar lagi udah mau sampai, kamu sabar sebentar Beby ok" ucap Akbi kembali dengan senyum kemenangan karena berhasil membuat Alena penasaran.


Alena mencerbikkan bibir mendengar ucapan Akbi tadi. Alena yang penasaran semakin kesal dengan jawaban Akbi barusan.


"Itu bibir bisa biasa aja nggak, mau aku cium nih bibirnya kok menyun manyun gitu?" goda Akbi.


Alena reflek langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya saat mendengar ucapan Akbi sambil matanya langsung menatap tajam Akbi.


"Apaan sih kamu. Nyosor mulu kerjaannya lagi nyetir juga aneh aneh maunya" ucap Alena masih dengan menutup bibirnya.


"Ha ha ha ha" tawa Akbi pecah melihat Alena yang terlihat semakin lucu dan menggemaskan.


"Ah pengen aku gigit kamu. Gemesin banget sih istri aku ini" ucap Akbi di sela tawanya.


"Akbi........" rengek Alena.


Akbi terus menggoda Alena sampai tanpa di sadari Alena mereka telah sampai di tempat yang di maksud oleh Akbi tadi.


Akbi menghentikan mobilnya di area parkir di sana. Alena yang merasa mobil sudah berhenti dia melihat sekeliling dan lalu menyerngitkan alisnya bingung ngapain Akbi membawanya kemari.


"Kita ngapain di sini?" tanya Alena keheranan.


"Kita mau honeymoon Beby. Kalau kita belum pernah heneymoon sebelumnya Beby" jawab Akbi tersenyum senang melihat ekspresi syok Alena.


Alena kaget saat tau alasan Akbi mengajak kemari. Dan saat kesadarannya kembali Alena langsung memberondong Akbi dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Hah?........ kok mendadak sih Bi. Terus kita mau kemana? kok ke bandara segala sih? Terus barang barang kita gimana? kita kan nggak ada persiapan apapun Akbi?" tanya Alena beruntun.


Alena yang tadi syok kini malah jadi panik sendiri. Bagaimana nggak panik coba jangankan barang barang baju ganti aja dia nggak bawa kok sekarang malah mau pergi pakai pesawat sih.


"Tenang saja Beby kalau masalah barang barang aku udah suruh bik Sumi buat beresin koper kita, terus nanti bakal di bawain supir juga. Eh tapi mungkin Mang Asep udah Dateng deh bawain barang barang kita" jelas Akbi.


"Tapi kita mau kemana ini nanti Akbi?" tanya Alena lagi.


"Nanti juga tau pokoknya kamu ikut aja. Tapi kita masih di Indonesia kok nggak keluar negeri soalnya aku juga baru ngerencanain ini tadi malem"


"Hah kamu aneh aneh deh Bi. Udah haneymoon dadakan nggak mau ngasih tau aku dulu lagi. Untung aja di butik lagi nggak sibuk sibuk amat jadi nggak masalah kalau aku tinggal" omel Alena.


"Udah nggak usah ngomel gitu masak mau honeymoon malah ngomel ngomel sih senyum dong masak manyun sih. Lagian Beby aku tuh ingin merayakan hari ini Beby jadi aku ajak kamu pergi honeymoon" ucap Akbi


"Iya iya nih aku senyum. sekarang kita cepetan masuk kesana. aku udah nggak sabar mau tau kita akan pergi kemana" ucap Alena segera mengajak Akbi masuk ke bandara.


Di dalam dekat pintu masuk dilihat nya ada Mang Jajang yang sudah menanti kedatangan mereka di bandara.


Alena yang mendengar itu hanya menanggapinya dengan senyum dia terlalu malu untuk membalas ucapan mang Jajang tadi.


"Iya mang. Terimakasih sudah bawakan koper kami" jawab Akbi.


"Iya sama sama tuan itu sudah tugas saya. Kalau begitu saya pamit dulu permisi Tuan muda, nyonya muda" pamit mang Jajang pada Akbi dan Alena.


"Iya mang" jawab Akbi singkat.


Lalu Akbi menarik dua koper itu kedalam dia membawa koper miliknya dan juga milik Alena.


************


Setelah menempuh perjalanan dua jam mengudara. Akhirnya Alena dan Akbi tiba di bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.

__ADS_1


Rupanya Akbi mengajak Alena haneymoon di Bali kaliini. Tadinya Akbi ingin mengajak Alena liburan ke luar negeri. Tapi mengingat acara ini dadakan dan baru tercetus di otaknya tadi malam, jadi Akbi hanya bisa mengajak Alena ke Bali dulu untuk kali ini.


Tapi walaupun tidak di luar negri tapi Akbi memiliki villa mewah dan private di Bali dan juga orang luar negeri saja banyak yang ke Indonesia masak orang Indonesia malah lebih suka pergi keluar padahal di negerinya sendiri memiliki wisata yang bagus apalagi untuk wisata alam sangat bagus sekali.


Kini Akbi dan Alena telah sampai di villa milik keluarga Akbi. villa ini berada di pinggir pantai dan bahkan seperti memiliki pantai pribadi di area ini.


"Akbi ini bagus banget villa nya. Pemandian ya juga indah banget. Apalagi kalau sunset nya pasti cantik banget ya Akbi" ucap Alena kagum saat masuk ke dalam villa.


"Dari kamar atas bagus banget sunset nya sayang" jawab Akbi.


"Wah beneran Bi? Aku nggak sabar pengen cepet lihat nanti" ucap Alena dengan mata berbinar.


"Ya sudah kita kekamar dulu aku tunjukin kalau dibalkon kamar kita adalah tempat terbaik di villa ini" ajak Akbi.


"Iya ayo"


Akbi dan Alena menuju lantai dua tempat dimana kamar mereka berada. Sedangkan batang barang Akbi dan Alena di bawakan oleh pengurus villa. Mereka adalah sepasang suami istri yang di percayai untuk mengurus villa ini.


Setibanya di kamar mereka Alena langsung menuju ke balkon dan Alena kembali berbinar binar melihat melihat pemandangan yang sangat indah itu padahal hari masih belum terlalu sore saat itu. Bisa di bayangkan Alena bagaimana indahnya kalau saat sunset nanti huh..... Alena tidak akan melewatkan melihat sunset yang cantik dan indah nanti.


"Akbi ini indah sekali" seru Alena dengan tersenyum lebar.


"Kamu suka Beby" tanya Akbi setelah memeluk tubuh Alena dari belakang.


"Suka banget Akbi makasih ya udah bawa aku kesini. Aku seneng banget" ucap Alena sambil menikmati belitan tangan Akbi di perutnya.


"Masak cuma terimakasih aja sih, kasih hadiah dong kalau kamu suka" ucap Akbi tepat di samping telinga Alena membuat wajah Alena merona seketika.


"Perhitungan banget sih kamu? emang kamu nggak iklas ya ngajakin aku kesini?" ucap Alena setelah dapat menguasai dirinya lagi.


"Bukan perhitungan Beby. Aku ini pebisnis jadi aku pasti menilai semua dari untung dan ruginya Beby" jawab Akbi lalu mencium tengkuk leher Alena.

__ADS_1


Alena semakin merem**g karena ulah Akbi. Wajahnya bahkan terlihat lebih merona.


__ADS_2