Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
08. H-1 RESEPSI


__ADS_3

Tak terasa besok adalah hari resepsi pernikahan Alena dan Akbi.


Selama seminggu ini hubungan Alena dan Akbi sedikit membaik walau Akbi masih mencoba menjaga jarak dengan Alena, tapi Alena terus mencoba mencairkan suasana dan terus memberi perhatian perhatian kecil pada Akbi.


Salama beberapa hari ini pula Akbi belum bertemu dengan Monika karna dia masih sibuk pemotretan di luar kota.


Tapi hari ini Monika mendengar kabar dari salah satu temannya kalau besok Akbi akan mengadakan resepsi pernikahan.


Monika sangat terkejut mendengar kabar ini, dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh teman nya, karna selama ini hubungan nya dengan Akbi baik baik saja, dan Akbi pun tidak pernah mengatakan apapun tentang hal ini.


Tapi saat temannya menunjukkan undangan pernikahan Akbi dan alena, dia langsung marah dia mengambil surat undangan itu dan merem*snya.


"INI TIDAK MUNGKIN" Kata Monika dengan marah, bagaimana mungkin Akbi menikah sedangkan mereka masih berstatus pacaran.


"Tidak mungkin Akbi menikah, dia itu masih kekasihku, Akbi hanya akan menikah dengan diriku" Kata Monika dengan sangat marah.


"Tapi apa yang bisa kau lakukan kalau mereka ternyata sudah menikah Monika?" Kata teman Monika itu.


"Kau lupa kalau aku ini Monika, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan, tapi pertama tama sekarang aku harus segara kembali, aku harus bicara secara langsung pada Akbi" Kata Monika dengan penuh penekanan.


Setelah itu Monika bergegas bersiap untuk pulang sekarang juga dia tidak mau menunda waktu lagi.


"Akbi hanyalah milikku tidak ada yang bisa memilikinya selain aku"


***********


Di tempat berbeda Alena dan Akbi sedang melakukan fitting baju pengantin di butik milik Alena.


Alena sedang mencoba salah satu gaun rancangan nya di ruang ganti.


Sedangkan Akbi memilih membuka ponsel untuk mengecek email yang masuk karna dia sudah selesai fitting tadi sebelum Alena.


Setelah beberapa menit Alena di dalam sana kini dia keluar dengan menggunakan gaun pengantin pilihannya.


"Tuan bagaimana penampilan miss Alena?" kata karin asisten Alena di butik.


Akbi mendokak kak kepalanya dan melihat Alena yang berdiri di depannya menggunakan gaun yang sederhana tapi terlihat elegan.


'Cantik' satu kata yang ada di benak Akbi.


"Tuan,,,,,,," Karin kembali memanggil Akbi karna dia hanya diam saja.


Akbi salah tingkah karna ketahuan terpesona dengan penampilan Alena yang terlihat cantik memakai gaun pengantin itu.


"Eehmmm,,,,,," Akbi pun berdehem ntuk menghilangkan kegugupannya.


"Bagaimana tuan penampilan miss Alena pasti cantik kan?, Tuan Akbi aja Sampek terpana ngelihat penampilan miss Alena" Kata karin menggoda pasangan pengantin baru itu.


Alena tersipu mendengar godaan asisten nya pipinya yang ****** langsung nampak merona.


"Hmmmm iya bagus" jawab Akbi seadanya.


Alena tersenyum melihat Akbi yang tadi sempat salah tingkah melihat penampilan nya.

__ADS_1


"Menurut kamu aku cocok nggak pakai gaun ini Bi" kini giliran Alena yang bertanya pada Akbi.


"Biasa aja" jawab Akbi berbohong.


Padahal menurutnya Alena bukan hanya cocok, tapi cocok dikasih banget padahal Alena masih menggunakan make up biasanya dan rambutnya pun belum di tata,( gimana reaksina kalau Alena sudah memakai makeup dan rambutnya sudah di tata sedemikian rupa, bisa nggak kedip nanti Akbi😁).


Setelah memastikan gaun yang akan di pakai besok sudah pas dan sempurna di tubuhnya Alena pun masuk kembali ke ruang ganti untuk melepas gaunnya dan mengganti dengan gaun baju yang dia pakai tadi.


"Maaf ya Bi udah nunggu lama" Kata Alena dia tidak enak hati melihat Akbi menunggu nya lama fitting baju tadi.


"Hhmm nggak papa sekarang kita mau kemana lagi?" Tanya Akbi pada Alena.


"Kita makan siang aja dulu ya, aku udah paper banget nih" Kata Alena pada Akbi.


"Ok" Jawab Akbi singkat.


*********


Kini Akbi dan Alena sudah sampai di sebuah restoran berbintang di kota ini.


Setelah mereka duduk di kursi tak berapa lama datang pelayanan memberikan buku menu kepada kedua nya.


"Saya pesan chicken parmigiana sama minumnya lemon tea, kamu pesen apa?" Tanya Alena ke Akbi.


"Samain aja."


"Ik, jadi dua ya chicken parmigiana sama lemon tea nya" kata Alena pada pelayanan tadi.


"Silahkan tuan nona" kata pelayan itu sopan.


"Iya terimakasih" sahut Alena.


Lalu mereka menyantap makanan itu.


"Oh ya Bi kata mamah nanti kita langsung di suruh ke hotel aja, nggak usang pulang dulu kata nya baju ganti sama keperluan kita udah ada di sana" kata Alena pada Akbi.


"Ya udah kalau gitu kita ya langsung ke hotel aja" sahut Akbi.


"Tadi aku juga udah bilang ke asisten aku buat langsung bawa ke hotel aja gaunnya" Kata Alena lagi yang hanya mendapatkan balasan anggukan dari Akbi.


Saat mereka asik makan tiba tiba ponsel Akbi berbunyi.


Saat dia melihat siapa yang menelfon ternyata nama kekasihnya Monika yang menelfon nya.


"Sebentar aku mau angkat telfon dulu" kata Akbi pada Alena.


"Halo,,,,," Kata Akbi setelah mengangkat panggilan terfon.


"KITA HARUS BERTEMU SEKARANG!!!!" Kata Monika sambil berteriak di sebrang sana.


Kenapa Monika marah begitu apa jangan jangan dia sudah tau kabar pernikahan ku' kata Akbi dalam hati.


"Iya sayang kamu tenang dulu ok, sekarang kamu ada di mana aku kesabaran sekarang" Kata Akbi pada Monika.

__ADS_1


"Aku ada di apartemen kamu kemari secepatnya, aku nggak mau tau setengah jam kamu harus udah sampai sini!" Kata Monika masih dengan marah nya.


"Nggak bisa dong kalau setengah jam posisi aku sekarang jauh dari apartemen kamu paling satu jam'an baru Sampek sana itu pun kalau nggak macet" jawab Akbi.


"Pokoknya cepetan kamu kesini!, jangan lama lama atau aku tambah marah sama kamu nanti" jawabnya ketus.


Setelah mengatakan itu Monika langsung mengakhiri panggilan itu sepihak.


Akbi mengusap rambutnya kasar dia harus menemukan cara agar bisa membujuk Monika.


Setelah memasukkan hp nya ke saku celananya kembali Akbi kembali ke mejanya tadi, di sana nampak Alena sedang meminum minumannya sambil menunggu Akbi karna dia sudah selesai makan.


"Alena aku harus pergi sekarang ada urusan penting yang harus aku tangani, kamu nanti pulang pakai taksi aja" kata Akbi pada Alena.


"Tapi bukannya kamu libur ya hari ini, kamu mau kemana?" tanya Alena ke Akbi.


"Aku ada urusan mendadak dan sangat penting"


Setelah mengatakan itu Akbi langsung pergi tanpa memperdulikan Alena yang melihatnya dengan tatapan nanar.


Sebenarnya Alena mendengar pembicaraan Akbi dan Monika, tadi dia ingin ke toilet tapi sebelum sampai di toilet dia mendengar pembicaraan Akbi dan Monika.


Air mata Alena langsung mengalir mendengar pembicaraan duanya dan kekasihnya jujur Alena sedih dan kecewa tapi untuk saat ini yang bisa dia lakukan adalah mencoba bersabar dan membuat Akbi sedikit demi sedikit mencintai nya.


Saat melihat akbi selesai menelfon Alena buru buru menghapus air matanya dan kembali ke meja nya tadi ber akting seolah dia tidak tau apa apa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hai reader semua,,,,,,,,,


maaf karna kemarin nggak update karna anak aku lagi sakitπŸ™


Happy reading,,,,,,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2