
Alena dan Akbi kini sudah kembali dengan rutinitas biasa mereka. Alena yang sibuk mendesain gaun pesanan kliennya dan Akbi yang sibuk dengan bekas berkas kantor nya, benar kata Alena ternyata kalau baru di tinggal beberapa hari saja, mejanya sudah penuh dengan berbagai berkas yang harus segera dia periksa dan pelajari. Akbi mendesakkan nafasnya dengan kasar.
"Untung kemarin nggak jadi nambah cuti, bisa ngebul berasap nih kepala aku kalau jadi nambah cuti, hufttt,,,,,,, alamat lembur hari ini, mana Monika nanti minta aku ke sana dulu lagi" Kata Akbi dengan mengacak ngacak rambutnya.
*********
Disisi lain Alena yang sedang sibuk mendesain gaun pernikahan kliennya terhenti karena asistennya memberitahu kalau di bawah ada Tuan Reihan. Butik Alena memang butik yang cukup besar dan terkenal di kalangan atas, butik ini terdiri dari dua lantai, lantai satu yang untuk pakaian yang akan di jual dan yang lantai dua untuk ruangan Alena dan tempat pembuatan baju baju.
Asisten Alena yang bernama Karin itu memberitahukan pada Alena kalau Tuan Reihan ingin mencari jas dan dia ingin Alena sendiri yang membantu nya memilih.
Karena Tuan Reihan adalah pelanggan setia di butik itu, Alena pun mengiyakan permintaan Tuan Reihan dan meminta asistennya untuk mengatakan padanya untuk menunggu sebentar.
"Aku akan membereskan ini dulu, tolong kamu beritahukan pada Tuan Reihan untuk menunggu ku sebentar" kata Alena pada Karin.
"Baik Miss akan saya akan menyampaikan nya pada Tuan Reihan" kata karin lalu berpamitan keluar dari ruangan Alena.
Setelah asistennya keluar Alena segera merapikan pekerjaan nya dan segera turun untuk menemui Tuan Reihan, dia tidak mau membuat pelanggan setia nya menunggu terlalu lama.
Saat sudah sampai ke bawah Alena langsung menyapa Tuan Reihan.
Selamat siang Tuan Reihan ada yang bisa saya bantu?" Tanya Alena pada Tuan Reihan.
"Siang nona Alena, begini saya ingin mencari jas untuk sebuah pesta bisa tolong bantu saya mencarinya" Jawab Tuan Reihan dengan tersenyum. Dia senang sekali setelah beberapa hari dia bisa bertemu lagi dengan Alena.
"Baik mari saya bantu untuk memilih jasnya" kata Alena.
Alena menunjukkan betapa jas rancangan nya pada Tuan Reihan.
"Ini adalah rancangan terbaru kami, silahkan di pilih Tuan barangkali ada yang cocok" kata Alena menunjukkan beberapa rancangan jas terbaru di butik nya.
"Hmmm saya akan coba dulu yang ini, sepertinya saya suka dengan yang ini" Kata Tuan Reihan.
__ADS_1
"Pilihan yang bagus Tuan silahkan di coba dulu" Kata Alena mempersilahkan Tuan Reihan untuk mencobanya.
"Bagaimana menurut anda nona Alena, apa jas ini cocok untuk saya kenakan?" Tanya Tuan Reihan pada Alena.
"Iya anda sangat cocok memakai jas ini, saya yakin semua orang akan terpukau dengan anda nanti" Kata Alena memuji Tuan Reihan.
"Baiklah kalau menurutmu ini bagus saya akan mengambil yang ini saja, tapi nona bisakah saat kita bicara kita tidak menggunakan bahasa formal, jujur aku sebenarnya tidak terlalu suka bicara formal begini. Apalagi kita sudah cukup lama saling kenal kenapa kita tidak bicara santai dan menjadi teman saja" Kata Tuan Reihan dia memang sejak lama ingin bicara santai para Alena tanpa ada kata formal lagi di antara mereka.
"Saya hanya merasa kurang sopan kalau saya bicara tidak formal pada anda Tuan." Jawab Alena.
"Lagi pula saya sudah menikah dan tidak baik jika kita berteman, takutnya ada orang yang berpikir yang tidak-tidak pada kita Tuan" Lanjut Alena.
"Baiklah aku tidak akan memaksa mu untuk menjadi temanku mungkin suatu saat nanti kita bisa berteman tapi, aku minta kita bicara santai saja ya tidak perlu bicara formal" Pinta Tuan Reihan dengan wajah memelas.
Melihat wajah memelas Tuan Reihan, Alena pun akhirnya menuruti keinginan nya untuk bicara santai saja
"Baiklah kalau itu yang Tuan Reihan inginkan" kata Alena pada akhirnya.
"Iya baiklah Reihan" kata Alena dengan tersenyum, sebenarnya dia masih sedikit canggung memanggilnya dengan nama saja tapi mau bagaimana kalau Raihan sendiri yang memintanya.
"Begitu baru benar, aku akan membayar jas ini dulu tapi,,,,," Kata Tuan Reihan menjeda kata katanya.
"Tapi apa Tu eh Reihan" Kata Alena masih belum terbiasa memanggil Reihan.
"Ini sudah hampir memasuki jam makan siang apa kau sudah memesan makan, kalau belum bisakah kita makan siang bersama" Ajak Tuan Reihan.
"Maaf Reihan tapi aku akan makan siang bersama suamiku, jadi aku tidak bisa makan siang dengan mu" Jawab Alena menolak ajakan Reihan untuk makan siang bersama.
Reihan sedikit kecewa karena tidak bisa makan siang bersama Alena, tapi dia pun menyadari kalau sekarang wanita yang di sukainya telah memiliki suami jadi dia tidak berhak untuk marah atau pun tersinggung.
"Baiklah Alena, maaf ya aku lupa kalau sekarang kamu sudah menikah tentu saja kamu akan makan bersama dengan suami kamu" Kata Reihan mencoba untuk tersenyum meski dalam hati dia bersedih.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit dulu ya Alena, sampai bertemu lagi" Pamit Reihan.
"Iya" Jawab, Alena singkat.
Di dalam mobilnya Reihan merutuki dirinya yang tidak berani bergerak cepat dulu hingga sekarang Alena malah sudah menikah dengan orang lain.
"Sial harusnya aku lebih berani mendekati Alena dulu, sekarang dia sudah menikah dan tidak ada tempat lain lagi untuk ku, bahkan hanya sebagai teman pun tidak ada" Kata Reihan dengan menyesal.
Setelah kepergian Reihan dari butiknya Alena kembali ke ruangan nya untuk mengambil tasnya lalu dia keluar lagi untuk menemui Akbi di kantor nya, dia ingin mengajak Akbi makan siang bersama, tadi pagi dia memang tidak sempat membuatkan makanan siang untuk Akbi jadi sekarang dia ingin menemui Akbi di kamarnya dan mengajak nya untuk makan siang bersama di restoran atau memesan makanan lalu di makan di ruang kerja Akbi saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Hai reader semua,,,,,,,,
selamat membaca ya dan juga jangan lupa tinggalkan jejak kalau suka dengan like dan komen
__ADS_1
Selamat membaca 😀😀😀