
Akbi kembali memacu mobilnya setelah mengantar Alena ke butik. Akbi menyetir dengan terus tersenyum sesekali Akbi bahkan bersenandung kecil.
Ciuman di mobil barusan benar benar memberikan mood booster untuk Akbi. Setelah beberapa minggu hubungannya dengan Alena memburuk bahkan sampai di ujung tanduk perpisahan karena terbongkarnya perselingkuhan dirinya dengan Monika.
Kini Akbi bisa tersenyum kembali setelah Alena bersedia memberikan kesempatan kedua padanya dan tadi Alena yang tidak menolak ciuman darinya dan bahkan diluar dugaannya Alena mau membalas ciuman itu.
Akbi tiba di kantornya dan berjalan masuk melewati lobi. Tidak seperti biasanya Akbi yang biasa cuek saat di sapa karyawan hari ini Akbi bahkan membalas sapaan karyawannya bahkan dengan senyum pula.
Para karyawan yang dibalas sapaannya oleh Akbi ikut tersenyum dan dalam hati bertanya tanya mengapa bos mereka hari ini terlihat sangat senang sekali berbeda dengan minggu minggu yang lalu bos mereka terlihat sangat dingin dan sering sekali marah marah bahkan untuk kesalahan yang sangat kecil sekalipun Akbi akan langsung marah. Tapi rupanya bos mereka itu sedang dalam keadaan yang baik saat ini sampai senyumnya tak pernah pudar dari tadi.
Akbi terus membalas sapaan dari karyawannya hingga sampai di ruangan CEO. Setelah Akbi masuk dan memeriksa beberapa berkas datang Sekertaris Akbi yang ingin membacakan agenda Akbi hari ini.
Tok tok tok
Sekertaris Akbi mengetuk pintu dan langsung di persilahkan masuk oleh Akbi.
"Masuk"
Setelah dipersilahkan masuk Sekertaris Akbi masuk keruang bosnya itu.
"Permisi pak saya ingin membacakan agenda bapak hari ini" ucap Sandra sang Sekertaris.
"Emmm" Akbi hanya berdehem sambil mengangguk mempersilahkan sekertarinya menjelaskan agendanya hari ini.
"Hari ini jam sepuluh bapak ada meeting dengan Derektur perusahaan, lalu nanti siang bapak ada meeting dengan klien dari Singapura s kalian makan siang, lalu" belum selesai Sandra membacakan agenda Akbi tapi Akbi lebih dulu memotong ucapan Sandra.
"Stop tunda pertemuan untuk nanti siang saya ada acara penting siang ini" potong Akbi.
"Tapi Pak clien kita ini nanti malam sudah kembali ke Singapura lagi Pak, jadi kalau di" belum selesai bicara lagi lagi Akbi memotong ucapan Sandra bahkan kini dengan nada yang sedikit meninggi.
__ADS_1
"Kalau saya tidak bisa ya tidak bisa. Kamu bisa kan meeting nya di undur sampai nanti sore atau bagaimana. Saya nanti siang itu ada acara tau gak sih kamu" ucap Akbi dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Ba...baik Pak saya akan menghubungi sekertarinya Pak Richard untuk me rescheduled jadwal pertemuan nanti siang menjadi nanti sore" sahut Sandra.
"Bagus sekarang kamu keluar dari ruangan saya. Saya mau mengecek dokumen dulu sebelum meeting nanti" usir Akbi pada sekertarinya itu.
"Baik Pak, saya permisi dulu" pamit Sandra sopan.
"Hmmm"
Setelah pintu tertutup Akbi bukannya langsung mengecek dokumen tapi malah membuka handphone dan memesan sebuah restoran berbintang lima untuk makan siangnya dengan Alena nanti. Setelah selesai memesan restoran Akbi tersenyum puas lalu meletakkan kembali handphonenya ke meja dan kembali membaca dan mempelajari dokumen dokumen yang ada di meja kerjanya.
*********
Sementara itu disisi lain Alena kini masih melayani costumernya yang sedang melakukan fitting baju pengantin. Bukan cuma untuk pengantinnya saja, tapi juga untuk seragam keluarga juga. Jadi Alena dan para karyawan sangat sibuk membuat pakaian untuk pelanggan ini.
Tapi akhirnya semua bisa setuju dengan keinginan si pengantin wanita karena bagaimanapun pernikahan adalah mimpi dari pengantin itu sendiri jadi keluarga akhirnya setuju dengan pilihan pengantin wanita itu.
Alena melihat jam di pergelangan tangannya ternyata sudah hampir memasuki jam makan siang. Alena kembali teringat dengan janjinya dengan Akbi tadi pagi.
Alena hendak melangkah menuju ke ruangannya untuk mengambil tas dan handphone nya yang tertinggal di ruangannya. Tapi dari arah belakang terdengar ada seseorang yang memanggil namanya membuat Alena urung ke ruangan nya dan kembali memutar badannya menoleh pada orang yang memanggil namanya barusan.
"Alena" panggil Reihan.
"Oh hai Rei tumben kamu kesini?" tanya Alena pada Reihan.
"Oh iya nih kebetulan aku tadi nggak sengaja lewat di daerah sini terus aku ingat kamu ya aku mampir aja deh kesini. Sekalian mau ngajak kamu makan siang bareng nanti" ucap Reihan dengan tersenyum menawan.
Mungkin bila Alena belum menikah dan tidak mencintai Akbi suaminya Alena akan terpesona dengan senyuman dari pria setampan Reihan. tapi sayangnya Alena sudah menikah dan mencintai suaminya jadi dia sama sekali tidak terpengaruh dengan senyum yang di berikan Reihan itu.
__ADS_1
"Yah maaf ya Rei aku udah ada janji makan siang sama Akbi tadi pagi" ucap Alena menyesal.
"Hah ka...kamu janjian makan siang bareng sama Akbi?" tanya Reihan memastikan.
"Iya sama Akbi suami aku"
"Tapi bukannya kalian udah mau cerai ya?" tanya Reihan.
"Iya sih, tapi tadi malam aku udah setuju buat ngasih kesempatan untuk Akbi buat menyakinkan aku dan juga untuk memperbaiki semuanya. Lagipula hubungan kami itu bukan hanya sekedar pacaran tapi pernikahan itu adalah hubungan yang suci dan sakral berhubungan langsung pada Tuhan. Jadi kalau masih bisa di perbaiki why not" ucap Alena menjelaskan.
"Iya kame memang benar, selagi masih bisa diperbaiki dan suami kamu juga bisa menepati ucapan nya dan memperbaiki semuanya apa salahnya untuk memberi kesempatan kedua untuk dia" ucap Reihan dengan senyum yang di paksakan.
"Huuh aku juga merasa mungkin ini bisa jadi pelajaran untuk kami kedepannya" ucap Alena.
"Ya apapun itu aku berdoa yang terbaik untuk kamu dan pernikahan kamu. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik dan bisa kedepannya akan lebih bahagia lagi dengan pernikahan ini" ucap Reihan masih dengan menunjukkan senyum palsunya.
Walaupun hatinya terluka dan kecewa tapi Reihan tidak akan memaksakan perasaannya pada Alena. Dia juga berdoa yg terbaik untuk Alena kedepannya.
"Aminnn.... makasih ya doanya Rei"
"Iya sama-sama. Oh iya karena kamu udah ada janji sama suami kamu aku mau pamit dulu deh kalau gitu" pamit Reihan.
"Iya maaf ya sekali lagi aku nggak bisa ikut kamu makan siang bareng" ucap Alena.
"Iya gak papa santai saja. Aku permisi dulu dah" pamit Reihan dengan sedikit melambaikan tangannya ke arah Alena.
"Iya dah" ucap Alena sambil membalas lambaian tangan Reihan.
Setelah kepergian Reihan, Alena kembali menuju ruang kerjanya untuk mengambil tas dan handphone nya yang masih di ruang kerjanya sebelum Akbi datang menjemputnya.
__ADS_1