
Saat Nyonya Sarah dan Alena sudah pergi dari lobi para karyawan pun mulai berbisik bisik.
"Cantik ya istrinya bos" Kata salah satu karyawan.
"Iya mana kelihatannya nggak sombong kayak pacarnya pak bos dulu" Sahut karyawan lain.
"Iya sukurin dia nggak jadi nyonya muda Hendrawan dia"
"Biar tau rasa si Monika itu baru juga jadi pacar udah belagunya selangit, yang istri aja ramah banget gitu" Kata karyawan yang lain lagi.
"Eh tapi gue jadi patah hati deh si bos udah nikah, mana istrinya cakep gitu lagi" Kata karyawan yang pertama bicara tadi.
"Kalau ngehalu jangan ketinggian si bos mana mau sama kamu, udah udah kita lanjut kerja lagi nanti ketahuan bos kita ngerumpi di sini bisa di pecat kita" Kata karyawan lain menimpali.
Lalu mereka pun bubar kembali ke pekerjaan mereka masing masing.
***********
Sementara Alena dan Resepsionis itu masih berada di lift petinggi perusahaan hanya orang orang khusus yang bisa menggunakan lift ini.
"Kamu sudah lama kerja di sini?" Tanya Alena pada resepsionis itu.
"Lumayan Nyonya sudah hampir dua tahun" Jawab resepsionis itu ramah.
"Oh udah lama dong berarti"
"Ya begitulah Nyonya muda" Kata Resepsionis itu dengan tersenyum.
Ting.......
Pintu lift terbuka dan mereka telah sampai di lantai tujuan.
Resepsionis itu mengantarkan Alena sampai di depan pintu ruangan Akbi.
"Silahkan Nyonya ini ruangan Tuan Akbi " Kata Resepsionis itu begitu sampai di depan ruang CEO.
"Iya terimakasih ya sudah mengantar saya" Kata Alena ramah sambil tersenyum.
"Sama sama Nyonya muda ini sudah jadi tugas saya, saya permisi dulu" Kata resepsionis itu pamit.
Alena hanya menganggukkan kepalanya.
Lalu dia mengetuk pintu, tak lama terdengar jawaban dari dalam mempersilahkan masuk.
Alena membuka kenop pintu dan masuk perlahan, di lihatnya Akbi sedang fokus pada berkas yang ada di mejanya.
Alena menghampiri nya dan menyapanya.
"Akbi" Sapa Alena pada suaminya.
Akbi menghentikan aktivitas nya dan menoleh pada suara yang di kenalnya, dugaannya benar saat dia melihat siapa yang datang ternyata dia Alena istri barunya yang terpaksa harus dia nikahi.
__ADS_1
"Ada apa kamu ke sini?" Tanya Akbi dingin pada Alena.
"Aku mengantar makan siang untukmu" Jawab Alena sambil menunjuk kan rantang makanan yang dia bawa.
"Aku sudah pesan makanan, lebih baik kamu bawa pulang saja makananmu itu" Kata Akbi menolak makanan yang di bawa Alena.
"Tapi ini makanan kesukaan kamu lho Bi" Kata Alena.
"Aku tidak perduli, lebih baik kamu keluar karna aku masih banyak pekerjaan" Kata Akbi ketus.
Tapi, bukannya keluar Alena malah berjalan menuju sofa dan mulai membuka rantang makanan siang itu.
"Kalau kamu nggak mau aku makan aja deh, aku numpang makan disini ya, kelamaan kalau harus pulang lagi, perut aku udah laper banget" Kata Alena pada Akbi.
"Terserah kamu" Akbi masih bicara dengan nada tidak bersahabat.
"Emmm harum banget baunya,,,,,, pasti enak deh rasanya" Ucap Alena sambil memasukkan udang saus padang ke mulutnya.
"Emmm enak banget beneran" Alena masih mencoba memancing Akbi untuk makan masakannya.
Akbi yang memang belum makan siang sebenarnya merasa sangat lapar tapi dia gengsi makan makanan yang di bawa Alena, tapi saat Alena membuka rantang makan siang itu Akbi dapat mencium harum gurame bakar dan udang saus padang kesukaannya perutnya jadi merasa semakin lapar.
Apa lagi saat Alena memakannya dengan gaya food blogger Akbi semakin tidak bisa menahan diri untuk tidak memakan makanan itu.
Saat Alena ingin menyendokkan makanan itu lagi, dengan cepat Akbi mangabil makanan itu dari Alena.
"Ehmm sepertinya asisten ku lupa memesankan makan siang untukku, karna ini bekal makan siang ku jadi akan aku makan" Kata Akbi mencari alasan.
"Baiklah kalau begitu tapi setidaknya beri aku makan juga aku sudah bawa banyak masak tidak ada bagian untukku aku juga kan lapar Bi" Kata Alena pada Akbi.
Sebenarnya Alena tidak terlalu lapar tapi ini juga trik lainnya agar bisa makan siang bersama suaminya.
Melihat wajah penuh harap Alena Akbi jadi tidak tega lagi pula benar kata Alena kalau dia membawa bekal makan siang yang banyak.
"Ya sudah makanlah lagi pula ini terlalu banyak untukku" Kata Akbi kemudian.
"yessss" sorak Alena dalam hati.
Lalu mereka pun makan bersama.
"Bagaimana rasanya Akbi kamu suka?" Tanya Alena di sela makannya.
"Biasa saja," Jawab Akbi seenaknya.
"Masak, kalau biasa aja mulutnya nggak berhenti ngunyah dari tadi?" kata Alena mulai menggoda Akbi dengan candaan.
"Ini karna aku lapet jadi makan banyak, kalau makanannya sih biasa aja" Jawab Akbi berkilah.
'Haduh ngeles aja nih kayak bajaj suami aku, apa susahnya coba bilang enak gitu, pake acara boong lagi' Kata Alena dalam hati.
"Ya udah kamu abisin aja kalau emang laper banget, aku udah kenyang" Kata Alena.
__ADS_1
"Beneran nih kamu udah kenyang aku abisin ini lho makanannya" Kata Akbi senang, jujur sebenarnya masakan Alena itu enak banget jadi Akbi rasanya masih kurang kalau cuma makan satu porsi.
"Iya bener" Kata Alena.
Alena sudah cukup puas melihat Akbi makan dengan lahap masakannya.
Setelah Akbi selesai makan, Alena membereskan rantang itu kembali dan bersiap pulang.
"Nanti malem kamu mau aku masakin apa?" tanya Alena pada Akbi.
"Kamu nggak usah repot repot buatin aku makanan karna aku nggak ikut makan malam nanti, aku udah ada janji makan di luar sama seseorang" kata Akbi.
Seketika Alena teringat kalau Akbi memiliki kekasih dia jadi bertanya tanya apakah Akbi akan pergi makan malam dengan kekasihnya itu?.
"Akbi,,,,,,, emmm apa kamu akan pergi dengan kekasihmu?", tanya Alena pelan pada Akbi.
Akbi menghela nafas panjang dia memang tidak mencintai Alena tapi ntah mengapa melihat Alena yang tadi ceria menjadi muram membuat Akbi merasa tidak tega.
"Aku tidak pergi bersama dia, sekarang dia sedang ada pemotretan di luar kota untuk beberapa hari dan nanti malam aku ada acara makan malam dengan kolega ku" jawab Akbi menjelaskan.
Sebenarnya akal sehat Akbi ingin mengatakan iya dia pergi dengan monika, tapi hatinya malah membuat dia menjelaskan dengan jujur pada Alena.
Dia benar benar merasa aneh melihat Alena sedih begitu 'mungkin aku cuma kasihan pada nya' pikir Akbi.
Alena yang mendengar jawaban dari Akbi langsung kembali tersenyum wajah muram nya kini berubah jadi ceria kembali.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu jangan terlalu memaksakan diri saat bekerja ingat juga kesehatan mu" kata Alena sambil pamit.
Dia pun berjalan mendekati Akbi dan saat sampai di depan Akbi dia kembali mencium punggung tangan suaminya.
"Aku pulang ya assalamualaikum" kata Alena setelah mencium punggung batangan suaminya.
"Iiiiya waalakumsalam" Jawab Akbi sedikit terbata entah mengapa dia selalu salah tingkah saat Alena mencium punggung tangannya.
Setelah Alena pergi Akbi kembali duduk di kursi kebesaran nya lagi.
"Ada apa dengan diriku kenapa aku merasa aneh ya pada diriku sendiri"
"Ini pasti karna aku merasa kasihan pada Alena, benar hanya kasihan tidak lebih" Kata Akbi pada meyakinkan dirinya sendiri.
Sedang kan di balik pintu Alena tersenyum lebar dia yakin suatu saat Akbi pasti bisa membuka hatinya untuknya.
"Semangat Alena" kata Alena menyemangati dirinya sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1
.